<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480</id><updated>2011-10-11T15:23:42.214-07:00</updated><category term='Mualaf China'/><category term='Kisah Teladan'/><category term='Aqidah'/><category term='Senandung Islam'/><category term='Islamic link'/><category term='Alam Kubur'/><category term='Etika Islam'/><category term='Hukum islam'/><category term='Dajjal'/><title type='text'>Salafy Student™</title><subtitle type='html'>The Story Of Islam</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>45</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-765341290231444353</id><published>2011-07-03T19:52:00.000-07:00</published><updated>2011-09-10T18:22:31.993-07:00</updated><title type='text'>Inilah yang dinamakan  "IBLIS" . !</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sudah kita ketahui siapa itu iblis, dan disini kami akan menjabarkan tentang data diri iblis secara singkat. Sehingga diharapkan keterangan ini dapat menjadikan diri-diri kita semakin waspada atas tipu daya iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nama : Iblis&lt;br /&gt;2. Kedudukan : Pemimpin tertinggi syetan jin dan syetan manusia.&lt;br /&gt;3. Gelar : Laknatullahi'alaihi (semoga Allah melaknatnya)&lt;br /&gt;4. Lahir :Sebelum Diciptakan nabi Adam alaihi wasalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada para malaikat: "Bersujudlah kamu kepada Adam"; maka mereka pun bersujud kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud" (lihat QS.Al-A'raf:11)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tempat tinggal :Tempat-tempat yang kotor, WC, dan rumah-rumah manusia yang terdapat gambar &amp;amp; patung, serta rumah yang tidak disebutkan Nama Allah Azza Wajalla ketika orang memasukinya.&lt;br /&gt;“Apabila salah satu di antara kamu bangun dari tidur hendaknya berwudhu dan mengeluarkan air hidung tiga kali karena sesungguhnya syetan bermalam di lubang hidungnya.” (HR. Muslim 1/146).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguh syetan itu berjalan di dlm diri anak Adam melalui aliran darah.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir bin Abdillah berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apabila sudah lewat beberapa saat dari tenggelamnya matahari, maka boleh kamu lepaskan anak-anakmu dan tutuplah pintu rumah dan bacalah basmalah, karena syetan tidak bisa membuka rumah yang tertutup.” (HR. Bukhari 7/145)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Abbas Radiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasalam bersabda : (Sesungguhnya kami para) Malikat tidak masuk rumah yang didalamnya ada anjing dan gambar” (HR Bukhari &amp;amp; Muslim, dengan lafadz Muslim). Dalam riwayat Ibnu Umar “(Sesungguhnya kami para) Malaikat tidak masuk rumah yang didalamnya ada anjing dan gambar.”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Zaid bin Khalid dari Abi Talhah secara marfu’: “Malaikat tidak akan masuk rumah yang didalamnya ada anjing dan patung (gambar).” (HR Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Kemampuan :Tidak dapat mengetahui yang Ghaib, namun ia dapat berubah bentuk menyerupai wujud manusia, hantu, anjing hitam, ular atau wujud lainnya.&lt;br /&gt;“Katakanlah: ‘Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah’, dan mereka tidak mengetahui bila mereka akan dibangkitkan.” (Lihat QS.An-Naml: 65)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Maka tatkala Kami telah menetapkan kematian Sulaiman, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka kematiannya itu kecuali rayap yang memakan tongkatnya. Maka tatkala ia tersungkur, tahulah jin itu bahwa kalau sekiranya mereka mengetahui yang ghaib tentulah mereka tidak tetap dalam siksa yang menghinakan.” (lihat QS.Saba:14)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam bersabda: ‘Sesungguhnya di Madinah terdapat golongan jin yang telah masuk Islam, maka jika kalian melihat sebagian mereka –dalam wujud ular– berilah peringatan tiga hari. Dan apabila masih terlihat olehmu setelah itu, bunuhlah ia, karena sebenarnya dia adalah syetan.” (HR. Muslim no. 2236 dan 139 dari Abu Sa`ib, maula Hisyam bin Zuhrah) [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Agama :Kafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Sosok dan rupa : Ghaib, ia dan keturunannya tidak mudah dilihat.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya ia (syetan) dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka.” (Lihat QS.Al-A’raf: 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Sifat :Sombong.&lt;br /&gt;"Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu Aku menyuruhmu?’ Iblis menjawab, ‘Aku lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan aku dari api sedang Engkau ciptakan dia dari tanah’ (Lihat QS.Al-A’raf: 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Bahasa: Dapat mengetahui semua bahasa manusia, punya kemampuan membaca, memahami, berbicara dan Berkomunikasi tanpa menggunakan aksen asing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Juru Bicara: Paranormal, Dukun, dan penyebar ideologi-ideologi sesat.&lt;br /&gt;…kecuali setan yang mencuri-curi (berita)yang dapat didengar (dari malaikat) lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang (QS.Al Hijr:18)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan bahwasanya ada beberapa orang laki-laki diantara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki diantara jin, maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.” (Al-Jin: 6) (Lihat Qa’idah ‘Azhimah, hal. 152)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Setan memberikan janji-jani kepada mereka dan membangkitan angan kosong pada mereka, padahal setan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain dari tipuan belaka". (QS.An-Nisaa’:120)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Asisten :Para wanita yang menampakkan aurat nya.&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda : “Wanita itu adalah aurat, apabila ia keluar rumah maka syaitan menghias-hiasinya (membuat indah dalam pandangan laki-laki sehingga ia terfitnah)”. (HR. At Tirmidzi, dishahihkan dengan syarat Muslim oleh Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi`i dalam Ash Shahihul Musnad, 2/36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu'alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau, dan sesungguhnya Allah menjadikan kalian berketurunan (regenerasi) di atasnya, lalu Dia akan melihat bagaimana kalian berbuat. Maka berhati-hatilah kalian terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap wanita, karena awal fitnah yang menimpa Bani Israil dari wanitanya.” (Shahih, HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnahnya wanita.” (Shahih, HR. Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Masa Jabatan: Sampai hari kiamat.&lt;br /&gt;"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, beri tangguhlah aku sampai hari mereka dibangkitkan" (Lihatlah QS.Shaad:79)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Kaki Tangan : Orang kafir, Fasiq, Murtad, dan Munafiq.&lt;br /&gt;"Orang-orang boros adalah saudara-saudara syaithan" (Lihat QS.Al-Isra:27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Kekasih di Dunia: Para penjudi, peminum khamr, pezina dan mereka-mereka yang bermaksiat kepada Allah Ta'ala.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya syetan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian diantara kamu dan berjudi itu dan menghalangi kamu untuk untuk mengingat dan shalat". (QS.Al-Maa’idah:91)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Musuh utama: Para Nabi dan Ulama yang memikul tugas kenabian.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia sebagai musuh(mu)". (Lihat QS.Fathir:6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh yaitu syetan-syetan manusia dan jin sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yg lain perkataan-perkataan yg indah-indah utk menipu” (Lihat QS.Al-An’am:112).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Musuh Umum: Setiap orang mu'min.&lt;br /&gt;"Maka kami berkata: "Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka sekali-kali janganlah sampai ia mengeluarkan kamu berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka". (Lihat QS.Thaha:117)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Hobby : Berbuat keji, merusak dan menjerumuskan manusia dan Jin ke dalam kekufuran dan menyesatkan mereka sejauh-jauhnya.&lt;br /&gt;"Wahai orang-orang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah- langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, Maka Sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar" (Lihat QS.An-Nur: 21)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Cita-Cita: Menjadikan seluruh manusia dan jin menjadi sesat dan kafir dan menjadi pengikutnya.&lt;br /&gt;"Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya". (lihat QS.Al-Hijr:39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Tujuan Hidup : Menggiring manusia ke dalam neraka.&lt;br /&gt;"Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus" (Lihat QS.Al-A'raf:16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21.Makanan dan minuman Favorit : makanan dan minuman yang tidak disebutkan nama Allah 'aza wajalla atasnya.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya setan ikut makan dengan orang yang tidak menyebut nama Allah (didalam makan &amp;amp; minumnya).” (HR. Muslim 6/107)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang makan dan mengucapkan basmillah, maka syetan berkata: ‘Tidak ada kesempatan menginap dan bersantap malam’.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22.Tempat Favorit : Tempat najis dan tempat-tempat maksiat.&lt;br /&gt;Jin yang jahat dan merusak, mereka tinggal di kamar mandi dan tempat-tempat yang kotor. (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika kamu akan masuk WC, maka bacalah:&lt;br /&gt;“Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari hal-hal yang keji dan kotor.” (HR. Bukhori 1/48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23.Tempat yang Dibenci: Majelis Ilmu, medan jihad dan tempat-tempat ketaatan.&lt;br /&gt;Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada kita agar menutup pintu-pintu sembari beliau mengatakan: ‘Sesungguhnya syetan tidak dapat membuka yang tertutup dengan membaca Basmalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau Shalallahu'alaihi wa sallam memerintahkan agar kita menutup bejana-bejana dan menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta'ala atasnya. Demikian pula bila seseorang masuk ke rumahnya kemudian membaca basmillah, maka syetan mengatakan: ‘Tidak ada kesempatan menginap’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Lukisan kesayangan: Tato dan simbol-simbol iblis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Juhaifah Radiyallahu ‘anhu :&lt;br /&gt;“Bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wasalam telah melarang dari (memakan) hasil (jual beli) darah, anjing, usaha pelacuran, dan (beliau) telah melaknat pemakan riba, yang menyerahkannya, pembuat tato (gambar tubuh), yang meminta ditato serta tukang gambar.” (HR Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25.Mata Pencaharian : Setiap harta yang haram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26.Suara kesukaan: Musik dan nyanyian.&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik berkata, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda,&lt;br /&gt;”Dua suara terlaknat di dunia dan di akhirat; ‘Seruling-seruling (musik-musik atau nyanyian) ketika mendapat kesenangan, dan rintihan (ratapan) ketika mendapat musibah’.” (Dikeluarkan oleh Al Bazzar dalam Musnad-nya, juga Abu Bakar Asy Syafi’i, Dliya’ Al Maqdisy, lihat Tahrim ‘alath Tharb oleh Syaikh Al Albani halaman 51-52)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abi ‘Amir Abu Malik Al Asy’ari, dari Rasulullah Shallallahu'alaihi wa Sallam beliau bersabda:&lt;br /&gt;“Sungguh akan ada di kalangan umatku suatu kaum yang menganggap halalnya zina, sutera, khamr, dan alat-alat musik….” (HR. Bukhari 10/51/5590-Fath)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Yang ditakutkan &amp;amp; dikhawatirkan oleh nya: Manusia yang Ta'at kepada Allah dan istiqomah diatas nya (Al-Qur'an dan As-Sunnah).&lt;br /&gt;“Sesungguhnya setan itu tidak ada kekuasaannya atas orang-orang yang beriman dan bertawakkal kepada Robb-nya.” (Lihat QS.An-Nahl: 99)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Janganlah kamu menjadikan rumahmu seperti kuburan, sesungguhnya syetan lari dari rumah yang dibaca di dalamnya surat al-Baqoroh.” (HR. Muslim 2/188)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;“Apabila anak Adam membaca ayat sajdah lalu dia sujud, maka setan itu pergi dan menangis dan berkata; 'celaka diriku, anak Adam diperintah sujud, maka dia sujud, lalu dia mendapat surga sedangkan aku diperintah sujud aku enggan maka aku masuk neraka'.” (HR. Muslim 1/61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya setan apabila dikumandangkan adzan dia lari sambil mengeluarkan suara kentutnya.” (HR. Muslim 2/6)[/list]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka kita katakan:&lt;br /&gt;وَقُلْ رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِيْنِ. وَأَعُوْذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُوْنِ&lt;br /&gt;“Ya Rabbku aku berlindung kepada Engkau dari bisikan-bisikan setan. Dan aku berlindung kepada Engkau ya Rabbku dari kedatangan mereka kepadaku.” (lihat Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Read more: http://danish56.blogspot.com/2011/03/kenalkan-nama-saya-iblis.html#ixzz1R6FfL9hW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/253/C1570004C2B91E727AD8A7CC2A409039.png" style="background: none repeat scroll 0% 0% transparent; border: 0pt none ! important;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-765341290231444353?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/765341290231444353/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2011/07/nama-saya-iblis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/765341290231444353'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/765341290231444353'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2011/07/nama-saya-iblis.html' title='Inilah yang dinamakan  &quot;IBLIS&quot; . !'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-2063081214279178837</id><published>2011-06-11T18:22:00.004-07:00</published><updated>2011-06-11T19:05:29.066-07:00</updated><title type='text'>Muhammad SAW menurut objektivitas pandangan Ilmuwan Non Muslim</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/-8gDlfNz_92I/TfQa_h8lYiI/AAAAAAAAAKA/iiuOctNlKSM/s1600/kaligrafi-muhammad-saw-sumber-fb.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/-8gDlfNz_92I/TfQa_h8lYiI/AAAAAAAAAKA/iiuOctNlKSM/s320/kaligrafi-muhammad-saw-sumber-fb.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5617144313984410146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ENCYCLOPEDIA BRITANNICA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sejumlah besar sumber awal menunjukkan bahwa dia adalah seseorang yang jujur dan berbudi baik yang dihormati dan ditaati orang-orang yang sepertinya (jujur dan berbudi baik) (Vol. 12)”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MAHATMA GANDHI (Komentar mengenai karakter Muhammad di YOUNG INDIA):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Pernah saya bertanya-tanya siapakah tokoh yang paling mempengaruhi manusia… Saya lebih dari yakin bahwa bukan pedanglah yang memberikan kebesaran pada Islam pada masanya. Tapi ia datang dari kesederhanaan,&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; kebersahajaan, kehati-hatian Muhammad; serta pengabdian luar biasa kepada teman dan pengikutnya, tekadnya, keberaniannya, serta keyakinannya pada Tuhan dan tugasnya. Semua ini (dan bukan pedang ) menyingkirkan segala halangan. Ketika saya menutup halaman terakhir volume 2 (biografi Muhammad), saya sedih karena tiada lagi cerita yang tersisa dari hidupnya yang agung.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sir George Bernard Shaw (The Genuine Islam,’ Vol. 1, No. 8, 1936.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika ada agama yang berpeluang menguasai Inggris – bahkan Eropa – beberapa ratus tahun dari sekarang, Islam-lah agama tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“ Saya senantiasa menghormati agama Muhammad karena potensi yang dimilikinya. Ini adalah satu-satunya agama yang bagi saya memiliki kemampuan menyatukan dan merubah peradaban. Saya sudah mempelajari Muhammad – sesosok pribadi agung yang jauh dari kesan seorang anti-kristus, dia harus dipanggil ’sang penyelamat kemanusiaan’.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Saya yakin, apabila orang semacam Muhammad memegang kekuasaan tunggal di dunia modern ini, dia akan berhasil mengatasi segala permasalahan sedemikian hingga membawa kedamaian dan kebahagiaan yang dibutuhkan dunia: Ramalanku, keyakinan yang dibawanya akan diterima Eropa di masa datang dan memang ia telah mulai diterima Eropa saat ini”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dia adalah manusia teragung yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Dia membawa sebuah agama, mendirikan sebuah bangsa, meletakkan dasar-dasar moral, memulai sekian banyak gerakan pembaruan sosial dan politik, mendirikan sebuah masyarakat yang kuat dan dinamis untuk melaksanakan dan mewakili seluruh ajarannya, dan ia juga telah merevolusi pikiran serta perilaku manusia untuk seluruh masa yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia adalah Muhammad (SAW). Dia lahir di Arab tahun 570 masehi, memulai misi mengajarkan agama kebenaran, Islam (penyerahan diri pada Tuhan) pada usia 40 dan meninggalkan dunia ini pada usia 63.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepanjang masa kenabiannya yang pendek (23 tahun) dia telah merubah Jazirah Arab dari paganisme dan pemuja makhluk menjadi para pemuja Tuhan yang Esa, dari peperangan dan perpecahan antar suku menjadi bangsa yang bersatu, dari kaum pemabuk dan pengacau menjadi kaum pemikir dan penyabar, dari kaum tak berhukum dan anarkis menjadi kaum yang teratur, dari kebobrokan ke keagungan moral. Sejarah manusia tidak pernah mengenal tranformasi sebuah masyarakat atau tempat sedahsyat ini – dan bayangkan ini terjadi dalam kurun waktu hanya sedikit di atas DUA DEKADE.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;MICHAEL H. HART (THE 100: A RANKING OF THE MOST INFLUENTIAL PERSONS IN HISTORY, New York, 1978) Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad pada urutan teratas mungkin mengejutkan semua pihak, tapi dialah satu-satunya orang yang sukses baik dalam tataran sekular maupun agama. (hal. 33). Lamar tine, seorang sejarawan terkemuka menyatakan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Jika keagungan sebuah tujuan, kecilnya fasilitas yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, serta menakjubkannya hasil yang dicapai menjadi tolok ukur kejeniusan seorang manusia; siapakah yang berani membandingkan tokoh hebat manapun dalam sejarah modern dengan Muhammad? Tokoh-tokoh itu membangun pasukan, hukum dan kerajaan saja. Mereka hanyalah menciptakan kekuatan-kekuatan material yang hancur bahkan di depan mata mereka sendiri. Muhammad bergerak tidak hanya dengan tentara, hukum, kerajaan, rakyat dan dinasti, tapi jutaan manusia di dua per tiga wilayah dunia saat itu; lebih dari itu, ia telah merubah altar-altar pemujaan, sesembahan, agama, pikiran, kepercayaan serta jiwa… Kesabarannya dalam kemenangan dan ambisinya yang dipersembahkan untuk satu tujuan tanpa sama sekali berhasrat membangun kekuasaan, sembahyang-sembahyangnya, dialognya dengan Tuhan, kematiannya dan kemenangan-kemenangan (umatnya) setelah kematiannya; semuanya membawa keyakinan umatnya hingga ia memiliki kekuatan untuk mengembalikan sebuah dogma. Dogma yang mengajarkan ketunggalan dan kegaiban (immateriality) Tuhan yang mengajarkan siapa sesungguhnya Tuhan. Dia singkirkan tuhan palsu dengan kekuatan dan mengenalkan tuhan yang sesungguhnya dengan kebijakan. Seorang filsuf yang juga seorang orator, apostle (hawariyyun, 12 orang pengikut Yesus-pen.), prajurit, ahli hukum, penakluk ide, pegembali dogma-dogma rasional dari sebuah ajaran tanpa pengidolaan, pendiri 20 kerajaan di bumi dan satu kerajaan spiritual, ialah Muhammad. Dari semua standar bagaimana kehebatan seorang manusia diukur, mungkin kita patut bertanya: adakah orang yang lebih agung dari dia?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Lamar tine, HISTOIRE DE LA TURQUIE, Paris, 1854, Vol. II, pp 276-277) “Dunia telah menyaksikan banyak pribadi-pribadi agung. Namun, dari orang orang tersebut adalah orang yang sukses pada satu atau dua bidang saja misalnya agama atau militer. Hidup dan ajaran orang-orang ini seringkali terselimuti kabut waktu dan zaman. Begitu banyak spekulasi tentang waktu dan tempat lahir mereka, cara dan gaya hidup mereka, sifat dan detail ajaran mereka, serta tingkat dan ukuran kesuksesan mereka sehingga sulit bagi manusia untuk merekonstruksi ajaran dan hidup tokoh-tokoh ini. Tidak demikian dengan orang ini. Muhammad (SAW) telah begitu tinggi menggapai dalam berbagai bidang pikir dan perilaku manusia dalam sebuah episode cemerlang sejarah manusia. Setiap detil dari kehidupan pribadi dan ucapan-ucapannya telah secara akurat didokumentasikan dan dijaga dengan teliti sampai saat ini. Keaslian ajarannya begitu terjaga, tidak saja oleh karena penelusuran yang dilakukan para pengikut setianya tapi juga oleh para penentangnya. Muhammad adalah seorang agamawan, reformis sosial, teladan moral, administrator massa, sahabat setia, teman yang menyenangkan, suami yang penuh kasih dan seorang ayah yang penyayang – semua menjadi satu. Tiada lagi manusia dalam sejarah melebihi atau bahkan menyamainya dalam setiap aspek kehidupan tersebut – hanya dengan kepribadian seperti dia–lah keagungan seperti ini dapat diraih.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;K. S. RAMAKRISHNA RAO, Professor Philosophy dalam bookletnya, “Muhammad, The Prophet of Islam” Kepribadian Muhammad, hhmm sangat sulit untuk menggambarkannya dengan tepat. Saya pun hanya bisa menangkap sekilas saja: betapa ia adalah lukisan yang indah. Anda bisa lihat Muhammad sang Nabi, Muhammad sang pejuang, Muhammad sang pengusaha, Muhammad sang negarawan, Muhammad sang orator ulung, Muhammad sang pembaharu, Muhammad sang pelindung anak yatim-piatu, Muhammad sang pelindung hamba sahaya, Muhammad sang pembela hak wanita, Muhammad sang hakim, Muhamad sang pemuka agama. Dalam setiap perannya tadi, ia adalah seorang pahlawan. Saat ini, 14 abad kemudian, kehidupan dan ajaran Muhammad tetap selamat, tiada yang hilang atau berubah sedikit pun. Ajaran yang menawarkan secercah harapan abadi tentang obat atas segala penyakit kemanusiaan yang ada dan telah ada sejak masa hidupnya. Ini bukanlah klaim seorang pengikutnya tapi juga sebuah simpulan tak terelakkan dari sebuah analisis sejarah yang kritis dan tidak bias.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PROF. (SNOUCK) HURGRONJE: Liga bangsa-bangsa yang didirikan Nabi umat Islam telah meletakkan dasar-dasar persatuan internasional dan persaudaraan manusia di atas pondasi yang universal yang menerangi bagi bangsa lain. Buktinya, sampai saat ini tiada satu bangsa pun di dunia yang mampu menyamai Islam dalam capaiannya mewujudkan ide persatuan bangsa-bangsa. Dunia telah banyak mengenal konsep ketuhanan, telah banyak individu yang hidup dan misinya lenyap menjadi legenda. Sejarah menunjukkan tiada satu pun legenda ini yang menyamai bahkan sebagian dari apa yang Muhammad capai. Seluruh jiwa raganya ia curahkan untuk satu tujuan: menyatukan manusia dalam pengabdian kapada Tuhan dalam aturan-aturan ketinggian moral. Muhammad atau pengikutnya tidak pernah dalam sejarah menyatakan bahwa ia adalah putra Tuhan atau reinkarnasi Tuhan atau seorang jelmaan Tuhan – dia selalu sejak dahulu sampai saat ini menganggap dirinya dan dianggap oleh pengikutnya hanyalah sebagai seorang pesuruh yang dipilih Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;THOMAS CARLYLE in his HEROES AND HEROWORSHIP “(Betapa menakjubkan) seorang manusia sendirian dapat mengubah suku-suku yang saling berperang dan kaum nomaden (Baduy) menjadi sebuah bangsa yang paling maju dan paling berperadaban hanya dalam waktu kurang dari dua decade.” “Kebohongan yang dipropagandakan kaum Barat yang diselimutkan kepada orang ini (Muhammad) hanyalah mempermalukan diri kita sendiri.” “Sesosok jiwa besar yang tenang, seorang yang mau tidak mau harus dijunjung tinggi. Dia diciptakan untuk menerangi dunia, begitulah perintah Sang Pencipta Dunia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EDWARD GIBBON and SIMON OCKLEY speaking on the profession of ISLAM write: “ ‘Saya percaya bahwa Tuhan adalah tunggal dan Muhammad adalah pesuruh-Nya’ adalah pengakuan kebenaran Islam yang simpel dan seragam. Tuhan tidak pernah dihinakan dengan pujaan-pujaan kemakhlukan; penghormatan terhadap Sang Nabi tidak pernah berubah menjadi pengkultusan berlebihan; dan prinsip-prinsip hidupnya telah memberinya penghormatan dari pengikutnya dalam batas-batas akal dan agama (HISTORY OF THE SARACEN EMPIRES, London, 1870, p. 54).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muhammad tidak lebih dari seorang manusia biasa. Tapi ia adalah manusia dengan tugas mulia untuk menyatukan manusia dalam pengabdian terhadap satu dan hanya satu Tuhan serta untuk mengajarkan hidup yang jujur dan lurus sesuai perintah Tuhan. Dia selalu menggambarkan dirinya sebagai ‘hamba dan pesuruh Tuhan’ dan demikianlah juga setiap tindakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAROJINI NAIDU, penyair terkenal India (S. Naidu, IDEALS OF ISLAM, vide Speeches &amp;amp; Writings, Madras, 1918, p. 169): Inilah agama pertama yang mengajarkan dan mempraktekkan demokrasi; di setiap masjid, ketika adzan dikumandangkan dan jemaah telah berkumpul, demokrasi dalam Islam terwujud lima kali sehari ketika seorang hamba dan seorang raja berlutut berdampingan dan mengakui: ‘Allah Maha Besar’… Saya terpukau lagi dan lagi oleh kebersamaan Islam yang secara naluriah membuat manusia menjadi bersaudara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DIWAN CHAND SHARMA: “Muhammad adalah sosok penuh kebaikan, pengaruhnya dirasakkan dan tak pernah dilupakan orang-orang terdekatnya. (D.C. Sharma, THE PROPHETS OF THE EAST, Calcutta, 1935, pp. 12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;James A. Michener, “Islam: The Misunderstood Religion,” in READER’S DIGEST (American edition), May 1955, pp. 68-70. Muhammad, seorang inspirator yang mendirikan Islam, dilahirkan pada tahun 570 masehi dalam masyarakat Arab penyembah berhala. Yatim semenjak kecil dia secara khusus memberikan perhatian kepada fakir miskin, yatim piatu dan janda, serta hamba sahaya dan kaum lemah. Di usia 20 tahun, dia sudah menjadi seorang pengusaha yang sukses, dan menjadi pengelola bisnis seorang janda kaya. Ketika mencapai usia 25, sang majikan melamarnya. Meski usia perempuan tersebut 15 tahun lebih tua Muhammad menikahinya dan tetap setia kepadanya sepanjang hayat sang istri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Seperti halnya para nabi lain, Muhammad memulai tugas kenabiannya dengan sembunyi2 dan ragu2 karena menyadari kelemahannya. Tapi “Baca” adalah perintah yang diperolehnya, -dan meskipun sampai saat ini diyakini bahwa Muhammad tidak bisa membaca dan menulis – dan keluarlah dari mulutnya satu kalimat yang akan segera mengubah dunia: “Tiada tuhan selain Tuhan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dalam setiap hal, Muhammad adalah seorang yang mengedepankan akal. Ketika putranya, Ibrahim, meninggal disertai gerhana dan menimbulkan anggapan ummatnya bahwa hal tersebut adalah wujud rasa belasungkawa Tuhan kepadanya, Muhammad berkata: “Gerhana adalah sebuah kejadian alam biasa, adalah suatu kebodohan mengkaitkannya dengan kematian atau kelahiran seorang manusia.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesaat setelah ia meninggal, sebagian pengikutnya hendak memujanya sebagaimana Tuhan dipuja, akan tetapi penerus kepemimpinannya (Abu Bakar-pen.) menepis keingingan ummatnya itu dengan salah satu pidato relijius terindah sepanjang masa: ‘Jika ada diatara kalian yang menyembah Muhammad, maka ketahuilah bahwa ia telah meninggal. Tapi jika Tuhan-lah yang hendak kalian sembah, ketahuilah bahwa Ia hidup selamanya”. (Ayat terkait: Q.S. Al Imran, 144 – pen.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;W. Montgomery Watt, MOHAMMAD AT MECCA, Oxford, 1953, p. 52. “Kesiapannya menempuh tantangan atas keyakinannya, ketinggian moral para pengikutnya, serta pencapaiannya yang luar biasa – semuanya menunjukkan integritasnya. Mengira Muhammad sebagai seorang penipu hanyalah memberikan masalah dan bukan jawaban. Lebih dari itu, tiada figur hebat yang digambarkan begitu buruk di Barat selain Muhammad”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Annie Besant, THE LIFE AND TEACHINGS OF MUHAMMAD, Madras, 1932, p. 4.“Sangat mustahil bagi seseorang yang memperlajari karakter Nabi Bangsa Arab, yang mengetahui bagaimana ajarannya dan bagaimana hidupnya untuk merasakan selain hormat terhadap beliau, salah satu utusan-Nya. Dan meskipun dalam semua yang saya gambarkan banyak hal-hal yang terasa biasa, namun setiap kali saya membaca ulang kisah-kisahnya, setiap kali pula saya mersakan kekaguman dan penghormatan kepada sang Guru Bangsa Arab tersebut.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bosworth Smith, MOHAMMAD AND MOHAMMADANISM, London, 1874, p. 92. “Dia adalah perpaduan Caesar dan Paus; tapi dia adalah sang Paus tanpa pretensinya dan seorang caesar tanpa Legionnaire-nya: tanpa tentara, tanpa pengawal, tanpa istana, tanpa pengahasilan tetap; jika ada seorang manusia yang pantas untuk berkata bahwa dia-lah wakil Tuhan penguasa dunia, Muhammad lah orang itu, karena dia memiliki kekuatan meski ia tak memiliki segala instrument atau penyokongnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John William Draper, M.D., L.L.D., A History of the Intellectual Development of Europe, London 1875, Vol.1, pp.329-330 “Empat tahun setelah kematian Justinian, pada 569 AD, telah lahir di Mekkah Arabia seorang manusia yang sangat besar pengaruhnya terhadap ummat manusia … Muhammad”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;John Austin, “Muhammad the Prophet of Allah,” in T.P. ’s and Cassel’s Weekly for 24th September 1927. Dalam kurun waktu hanya sedikit lebih dari satu tahun, ia telah menjadi pemimpin di Madinah. Kedua tangannya memegang sebuah tuas yang siap mengguncang dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Professor Jules Masserman “Pasteur dan Salk adalah pemimpin dalam satu hal (intelektualitas-pen). Gandhi dan Konfusius pada hal lain serta Alexander, Caesar dan Hitler mungkin pemimpin pada kategori kedua dan ketiga (reliji dan militer pen.). Jesus dan Buddha mungkin hanya pada kategori kedua. Mungkin pemimpin terbesar sepanjang masa adalah Muhammad, yang sukses pada ketiga kategori tersebut. Dalam skala yang lebih kecil Musa melakukan hal yang sama.”&lt;br /&gt;“It’s better to be defeated on principles than to win on lies, but it would be much better if you win on principles without lies”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indra K. Wardana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;@ TRANS TV STATION&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SELAMA MEMBACA TULISAN INI SAYA TERHARU, BANGGA, CINTA, DAN TAK SADAR MENITIKKAN AIR MATA….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini mencoba memberikan persepsi lain atas Muhammad (SAW) dari orang2 yang bukan pengikutnya. Tujuannya sih, biar yang belum baca jadi baca, yang sudah baca baca lagi, (pengikutnya) yang belum cinta jadi cinta, yang sudah cinta jadi tambah cinta melebihi cinta pada dirinya, yang sudah cintanya kayak gitu yaa biar bisa nularin deh sa,a yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber : &lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;http://hsudiana.wordpress.com/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/253/C1570004C2B91E727AD8A7CC2A409039.png" style="border: 0 !important; background: transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-2063081214279178837?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/2063081214279178837/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2011/06/muhammad-saw-menurut-objektivitas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/2063081214279178837'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/2063081214279178837'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2011/06/muhammad-saw-menurut-objektivitas.html' title='Muhammad SAW menurut objektivitas pandangan Ilmuwan Non Muslim'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/-8gDlfNz_92I/TfQa_h8lYiI/AAAAAAAAAKA/iiuOctNlKSM/s72-c/kaligrafi-muhammad-saw-sumber-fb.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-2680664157732925313</id><published>2011-04-29T07:30:00.000-07:00</published><updated>2011-04-29T07:34:55.000-07:00</updated><title type='text'>Hukum Ucapan Sesungguhnya Allah Berada Di Setiap Tempat (Di Mana-Mana)</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;      Pertanyaan Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : Saya teringat sebuah kisah di salah satu  stasiun radio saat salah seorang anak bertanya  kepada ayahnya tentang Allah, lalu sang ayah menjawab bahwa Allah berada di setiap tempat (di mana-mana). Pertanyaan yang ingin saya ajkan, “Bagaimana hukum syari’at terhadap&lt;span id="fullpost"&gt; jawaban yang seperti ini?  Jawaban Ini alah jawaban yang batil dan termasuk ucapan ahli bid’ah seperti Jahmiyyah, Mu’tazilah dan roang-orang yang sejalan dengan madzhab mereka..  Jawaban yang tepat dan sesuai dengan manhaj Ahlus Sunah wal Jama’ah adalah bahwa Allah Ta’ala berada di langit, di Arasy, di atas seluruh makhluk-Nya dan ilmu-Nya meliputi semua tempat sebagaimana yang di dukung oleh ayat-ayat Al-Qur’an, hadits-hadits Nabi dan ijma ulama Salaf. Di dalam Al-Qur’an, Allah berfirman  “Artinya : Sesungguhnya Rabb, kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa , lalu Dia bersemayam di atas Arsy” [Al-A’raf : 54]  Hal ini ditegaskan oleh Allah dengan mengulang-ulangnya dalam enam ayat yang lain dalam kitab-Nya.  Makna istiwa menurut Ahlus Sunnah adalah tinggi dan naik di atas Arasy sesuai dengan keagungan Allah Ta’ala, tidak ada yang mengetahui caranya selan-Nya. Hal ini sebagaimana ucapan Imam Malik rahimahullah ketika ditanya tentang hal ini.  “(Yang namanya) Istiwa itu sudah dimaklumi sedangkan caranya tidak diketahui, beriman dengannya adalah wajib dan bertanya tentangnya adalah bid’ah”.  Yang dimaksud oleh beliau adalah bertanya tentang bagaimana caranya. Ucapan semakna berasal pula dari syaikh beliau, Rabi’ah bin Abdurrahman. Demikian juga sebagaimana yang diriwayatkan dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha. Ucapan semacam ini adalah pendapat seluruh Ahlus Sunnah, para sahabat dan para tokoh ulama Islam setelah mereka.  Allah telah menginformasikan dalam ayat-ayat yang lain bahwa Dia berada di langit dan di ketinggian, seperti dalam firman-firman-Nya.  “Artinya :  Maka putusan (sekarang ini) adalah pada Allah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar” [Ghafir : 12]  “Artinya : Kepada-Nyalah naik perkataan-perkataan yang baik dan amal yang shalih di naikkan-Nya” [Fathir : 10]  “Artinya : Dan Allah tidak merasa berat memelihara keduanya, dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” [Al-Baqarah : 255]  “Artinya : Apakah kamu merasa terhadap Allah yang di langit bahwa Dia menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang atau apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang di langit bahwa Dia akan megirimkan badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku” [Al-Mulk : 16-17]  Allah telah menjelaskan secara gamblang dalam banyak ayat di dalam kitab-Nya yang mulia bahwa Dia berada di langit, di ketinggian dan hal ini selaras dengan inidikasi ayat-ayat seputar istiwa.  Dengan demikian, diketahui bahwa perkataan ahli bid’ah bahwa Allah Ta’ala berada di setiap tempat (di mana-mana) tidak lain adalah sebatil-batil perkataan. Ini pada hakikatnya adalah madzhab Al-Hulul (semacam re-inkarnasi,-penj) yang diada-adakan dan sesat bahkan merupakan kekufuran dan pendustaan terhadap Allah Ta’ala serta pendustaan terhadap Rasul-Nya صلی الله عليه وسلم di mana secara shahih bersumber dari beliau menyatakan bahwa Rabb-nya berada di langit, seperti sabda beliau.  “Artinya : Tidakkah kalian percaya kepadaku padahal aku ini adalah amin (orang kepercayaan) Dzat Yang berada di langit?” [1]  Demikian pula yang terdapat di dalam hadits-hadits tentang Isra dan Mi’raj serta selainnya.  [Majalah Ad-Da’wah, vol. 1288]  HUKUM  ORANG YANG MENGATAKAN : SESUNGGUHNYA ALLAH BERADA DI SETIAP TEMPAT (DI MANA-MANA)  Oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin  Pertanyaan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya  : Tentang ucapan sebagian orang bila dtanya, Di mana Allah? Lalu mereka menjawab : Allah berada di setiap tempat ( di mana-mana) atau –hanya menyebutkan- Allah itu ada. Apakah  jawaban seperti ini dinyatakan benar secara mutlaq (tanpa embel-embel)?  Jawaban Jawaban semacam itu adalah jawaban yang batil baik secara mutlaq ataupun dengan embel-embel. Bila anda ditanya, Di mana Allah?, maka jawablah : Allah berada di langit, sebagaimana jawaban yang diberikan oleh seorang wanita ketika ditanya oleh Nabi صلی الله عليه وسلم seperti itu, lantas dia menjawab, Dia berada di langit.  Sedangkan orang yang hanya mengatakan, Allah itu ada, ini jawaban menghindar dan mengelak (berkelit lidah) semata.  Adapun terhadap orang yang mengatakan, Sesungguhnya Allah berada di setiap tempat (di mana-mana), bila yang di maksud dzat-Nya, maka ini adalah kekufuran sebab merupakan bentuk pendustaan terhadap nash-nash yang menekankan hal itu. Justru dalil-dalil sam’iy (Al-Qur’an dan hadits), logika serta fitrah menyatakan bahwa Allah Maha Tinggi di atas segala sesuatu dan di atas lelangit, beristiwa di atas Arasy-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kumpulan Fatwa dan Risalah Syaikh Ibnu Utsaimin, Juz I, hal.132-133]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, Penyusun Khalid Al-Juraisiy, Edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penerbit Darul Haq]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/253/C1570004C2B91E727AD8A7CC2A409039.png" style="border: 0 !important; background: transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-2680664157732925313?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/2680664157732925313/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2011/04/hukum-ucapan-sesungguhnya-allah-berada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/2680664157732925313'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/2680664157732925313'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2011/04/hukum-ucapan-sesungguhnya-allah-berada.html' title='Hukum Ucapan Sesungguhnya Allah Berada Di Setiap Tempat (Di Mana-Mana)'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-1042475925560719264</id><published>2011-04-29T07:18:00.000-07:00</published><updated>2011-04-29T07:24:29.001-07:00</updated><title type='text'>Hukum Merayakan Hari Ibu</title><content type='html'>Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;Pertanyaan Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Kebiasaan kami, pada setiap tahun merayakan hari khusus yang disebut dengan istilah hari ibu, yaitu pada tanggal 21 Maret&lt;span id="fullpost"&gt;. Pada hari itu banyak orang yang merayakannya. Apakah ini halal atau haram. Dan apakah kita harus pula merayakannya dan memberikan hadiah-hadiah?  Jawaban Semua perayaan yang bertentangan dengan hari raya yang disyari'atkan adalah bid'ah dan tidak pernah dikenal pada masa para salafus shalih. Bisa jadi perayaan itu bermula dari non muslim, jika demikian, maka di samping itu bid'ah, juga berarti tasyabbuh (menyerupai) musuh-musuh Allah سبحانه و تعالى. Hari raya-hari raya yang disyari'atkan telah diketahui oleh kaurn muslimin, yaitu Idul Fithri dan Idul Adha serta hari raya mingguan (hari Jum'at). Selain yang tiga ini tidak ada hari raya lain dalam Islam. Semua hari raya selain itu ditolak kepada pelakunya dan bathil dalam hukum syariat Allah سبحانه و تعالى berdasarkan sabda Nabi صلی الله عليه وسلم  "Artinya : Barangsiapa membuat sesuatu yang baru dalam urusan kami (dalam  Islam)  yang  tidak  terdapat  (tuntunan)  padanya,   maka ia tertolak."[1]  Yakni ditolak dan tidak diterima di sisi Allah. Dalam lafazh lainnya disebutkan,  "Artinya : Barangsiapa yang melakukan suatu amal yang tidak kami perintahkan maka ia tertolak."[2]  Karena itu, maka tidak boleh merayakan hari yang disebutkan oleh penanya, yaitu yang disebutkan sebagai hari ibu, dan tidak boleh juga mengadakan sesuatu yang menunjukkan simbol perayaannya, seperti; menampakkan kegembiraan dan kebahagiaan, memberikan hadiah-hadiah dan sebagainya.  Hendaknya setiap muslim merasa mulia dan bangga dengan agamanya serta merasa cukup dengan apa yang telah ditetapkan oleh Allah dan RasulNya dalam agama yang lurus ini dan telah diridhai Allah untuk para hambahNya. Maka hendaknya tidak menambahi dan tidak mengurangi. Kemudian dari itu, hendaknya setiap muslim tidak menjadi pengekor yang menirukan setiap ajakan, bahkan seharusnya, dengan menjalankan syari'at Allah سبحانه و تعالى, pribadinya menjadi panutan yang ditiru, bukan yang meniru, sehingga menjadi suri teladan dan bukan penjiplak, karena alhamdulillah, syari'at Allah itu sungguh sempurna dari segala sisinya, sebagaimana firmanNya,  "Artinya : Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Kucukupkan kepadamu nikmatKu, dan telah Kuridhai Islam itu jadi agamamu. " [Al-Ma'idah: 3]  Seorang ibu lebih berhak untuk senantiasa dihormati sepanjang tahun, daripada hanya satu hari itu saja, bahkan seorang ibu mempunyai hak terhadap anak-anaknya untuk dijaga dan dihormati serta dita'ati selama bukan dalam kemaksiatan terhadap Allah سبحانه و تعالى, di setiap waktu dan tempat.  Nur 'ala Ad-Darb, Maktabah Adh-Dhiya', hal. 34-35, Syaikh Ibnu Utsaimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, Penyusun Khalid Al-Juraisiy, Penerjemah Musthofa Aini Lc Penerbit Darul Haq]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foote Note [1]. HR. Al-Bukhari dalam Ash-Shulh (2697). Muslim dalam Al-Aqdhiyah (1718). [2]. Al-Bukhari menganggapnya mu'allaq dalam Al-Buyu' dan Al-I'tisham. Imam Muslim menyambungnya dalam Al-Aqdhiyah (18-1718).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: http://www.almanhaj.or.id&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/253/C1570004C2B91E727AD8A7CC2A409039.png" style="border: 0 !important; background: transparent;"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-1042475925560719264?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/1042475925560719264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2011/04/hukum-merayakan-hari-ibu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/1042475925560719264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/1042475925560719264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2011/04/hukum-merayakan-hari-ibu.html' title='Hukum Merayakan Hari Ibu'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-6674990562689823704</id><published>2011-04-29T07:15:00.000-07:00</published><updated>2011-04-29T07:17:57.467-07:00</updated><title type='text'>Hukum Menyusukan Diri Sendiri, Memeras Air Susunya Kedalam Gelas Untuk Diminumkan Kepada Seseorang</title><content type='html'>Syaikh Muhammad bin Ibrahim&lt;br /&gt;Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Ibrahim ditanya : "Apa hukum wanita yang menyusukan diri sendiri kemudian memuntahkannya ?"  Jawaban. Penyusuan yang menyebabkan timbulnya hubungan kemahraman secara syara' adalah lima kali susuan atau lebih ketika umurnya tidak lebih dari dua tahun. Adapun &lt;span id="fullpost"&gt; penyusuan orang dewasa (baik dirinya ataupun orang lain) tidak termasuk dalam pengertian ini.  [Fatawa wa Rasailusy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim, Juz 11 hal. 172]  HUKUM WANITA YANG MEMERAS AIR SUSUNYA KEDALAM GELAS UNTUK DIMINUMKAN KEPADA SESEORANG AGAR MENJADI MAHRAMNYA.  Oleh Syaikh Muhammad bin Ibrahim   Pertanyaan. Syaikh Muhammad bin Ibrahim ditanya : "Ada seorang wanita yang tidak mempunyai mahram di dalam perjalannya dan ia ingin pulang ke negerinya, kemudian ia memeras air susunya ke dalam gelas untuk diminumkan kepada seorang laki-laki. Apakah laki-laki tersebut menjadi mahramnya ?".  Jawaban. Tidak. Yang demikian itu tidak bisa menjadikannya sebagai mahramnya karena susuan yang menyebabkan kemahraman itu berlaku pada seseorang yang berumur di bawah dua tahun dan tidak kurang dari lima kali susuan  [Fatawa wa Rasailusy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim, Juz 11 hal. 175]  HUKUM DUA ORANG WANITA YANG SALING MENYUSUKAN ANAK MEREKA.  Oleh Syiakh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz   Pertanyaan. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : "Ada dua orang wanita, yang pertama mempunyai seorang anak laki-laki, yang kedua mempuanyi anak perempuan, mereka saling menyusukan anak yang lain. Siapa di antara saudara-saudara mereka yang boleh dinikahi oleh yang lain ?".  Jawaban. Apabila seorang perempuan menyusukan seorang anak kecil di bawah umur dua tahun lima kali susuan atau lebih, maka anak tersebut menjadi anaknya dan anak suaminya yang memiliki susu itu. Dan seluruh anak dari wanita tersebut dengan suaminya itu atau dengan suami terdahulunya menjadi saudara bagi anak susuan itu. Seluruh anak suami wanita yang menyusui baik dari wanita itu ataupun dari istri yang lain adalah saudara bagi anak susuannya. Seluruh saudara wanita yang menyusui dan saudara suaminya adalah paman bagi anak susuannya. Demikian pula Bapak wanita yang menyusui dan Bapak suaminya adalah kakek dia dan Ibu wanita yang menyusui serta ibu suaminya adalah nenek.  Hal ini berdasarkan firman Allah سبحانه و تعالى.  "Artinya : Dan ibu-ibu kalian yang menyusukan kalian dan saudara kalian yang sesusu" [An-Nisa' : 23]  Serta sabda Rasulullah صلی الله عليه وسلم.  "Artinya : Sesuatu diharamkan dengan sebab penyusuan sebagaimana apa-apa yang diharamkan oleh sebab nasab"  "Artinya : Tidak berlaku hukum penyusuan kecuali dalam masa dua tahun".  Dan berdasarkan hadits dalam Shahih Muslim yang diriwayatkan oleh Aisyah ﻿رضي الله عنها, ia berkata : "Adalah yang disyariatkan dalam Al-Qur'an dahulu sepuluh kali susuan yang jelas, menyebabkan ikatan kekerabatan. Kemudian dihapus dengan lima kali susuan yang jelas hingga Nabi صلی الله عليه وسلم wafat sedangkan masalah tersebut tetap dengan keputusannya (lima kali susuan)". [Hadits ini diriwayatkan pula oleh At-Tirmidzi dengan lafazh sedemikian, sedangkan asalnya terdapat dalam Shahih Musim]  [Fatawa Da'wah Syaikh Bin Baz Juz I hal,206]  SEORANG LAKI-LAKI MENYUSU BERSAMA DENGAN SAUDARA LAKI-LAKI DARI SEORANG PEREMPUAN, BOLEHKAH IA MENIKAHI PEREMPUAN TERSEBUT ?   Oleh Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz   Pertanyaan. Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz ditanya : " Ada dua orang perempuan bersaudara, yang pertama mempunyai seorang anak laki-laki sedangkan yang lainnya mempunyai empat anak, tiga laki-laki dan satu wanita yang paling kecil. Anak dari perempuan yang pertama menyusu bersama dengan tiga anak laki-laki dari perempuan yang kedua, kecuali seorang anak perempuannya yang paling kecil. Bagaimana hukum pernikahan anak laki-laki dari perempuan yang pertama dengan anak wanita dari perempuan yang kedua yang mana ia tidak disusukan bersamanya?".  Jawaban. Apabila anak laki-laki dari perempuan yang pertama itu menyusu bersama anak pertama, anak kedua dan anak ketiga dari perempuan kedua, atau bersama ketiganya sekaligus, lima kali susuan atau lebih di satu majlis ataupun lebih, maka ia menjadi anak susuan dari wanita kedua serta menjadi saudara dari semua anak-anaknya, baik mereka menyusu sebelum anak kecil tersebut ataupun sesudahnya. Dan tidak boleh bagi anak itu untuk menikah dengan putrid dari wanita kedua, sebagaimana firman Allah سبحانه و تعالى.  "Artinya : Dan ibu-ibu kamu yang telah menyusukanmu dan saudara-saudara perempuanmu yang sesusuan (adalah haram bagimu)" [An-Nisa : 23]  Dan sabda Nabi صلی الله عليه وسلم.  "Artinya : Diharamkan (bagimu sesuatu yang) disebabkan oleh penyusuan segala apa yang diharamkan oleh sebab nasab" [Muttafaq 'alaih]  Dan jika penyusuannya kurang dari lima kali maka tidak berlaku pengharaman susuan tersebut, demikian pula jika umur anak yang disusukan tersebut lebih dari dua tahun. Allah سبحانه و تعالى berfirman.  "Artinya : Dan para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuannya" [Al-Baqarah : 233]  Dan sabda Nabi صلی الله عليه وسلم.  "Artinya : Tidak ada penyusuan yang mengharamkan kecuali penyusuan yang dapat mengaliri usus sedangkan masa tersebut sebelum masa penyapihan"  Dan berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah ﻿رضي الله عنها, ia berkata.  "Artinya : Adalah yang disyariatkan dalam Al-Qur'an dahulu sepuluh kali susuan yang jelas, menyebabkan ikatan kekerabatan. Kemudian dihapus dengan lima kali susuan yang jelas hingga Nabi صلی الله عليه وسلم wafat sedangkan masalah tersebut tetap dengan keputusannya (lima kali susuan)" [Diriwayatkan oleh Muslim dalam kitab Shahih-nya dan At-Tirmidzi dalam kitab Jami'-nya dan ini lafazhnya]  Fatawa Da'wah Syaikh Bin Baz Juz 1 hal.206]  [Disalin dari Kitab Al-Fatawa Al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Penerjemah Amir Hamzah Fakhruddin, Penerbit Darul Haq]&lt;br /&gt;Sumber: http://www.almanhaj.or.id&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/253/C1570004C2B91E727AD8A7CC2A409039.png" style="border: 0 !important; background: transparent;"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-6674990562689823704?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/6674990562689823704/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2011/04/hukum-menyusukan-diri-sendiri-memeras.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/6674990562689823704'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/6674990562689823704'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2011/04/hukum-menyusukan-diri-sendiri-memeras.html' title='Hukum Menyusukan Diri Sendiri, Memeras Air Susunya Kedalam Gelas Untuk Diminumkan Kepada Seseorang'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-4809632771270854205</id><published>2011-04-29T04:45:00.000-07:00</published><updated>2011-04-29T04:55:20.574-07:00</updated><title type='text'>14 Cara Nabi Muhammad Mendidik Anak</title><content type='html'>Seperti apakah ketika nabi muhammad mendidik anak-anaknya kala itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Praktik pendidikan Nabi Muhammad SAW pada anak-anak dapat di gambarkan di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Rasulullah senang bermain-main (menghibur) dengan anak-anak dan kadang-kadang beliau memangku mereka. Beliau menyuruh Abdullah, Ubaidillah, dan lain-lain dari putra-putra pamannya Al-Abbas r.a. untuk berbaris lalu berkata, “ Siapa yang terlebih dahulu sampai kepadaku akan aku beri sesuatu (hadiah).”merekapun berlomba-lomba menuju beliau, kemudian duduk di pangkuannya lalu Rasulullah menciumi mereka dan memeluknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ketika ja’far bin Abu Tholib r.a, terbunuh dalam peperangan mut’ah, Nabi Muhammad SAW, sangat sedih. Beliau segera datang ke rumah ja’far dan menjumpai isterinya Asma bin Umais, yang sedang membuat roti, memandikan anak-anaknya dan memakaikan bajunya. Beliau berkata, “Suruh kemarilah anak-anak ja’far. Ketika mereka datang, beliau menciuminya. Sambil meneteskan air mata. Asma bertanya kepada beliau karena telah mengetahui ada musibah yang menimpanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. “Wahai rasulullah, apa gerangan yang menyebabkan anda menangis? Apakah sudah ada berita yang sampai kepada anda mengenai suamiku Ja’far dan kawan-kawanya?” Beliau menjawab, “Ya benar, mereka hari di timpa musibah.” Air mata beliau mengalir dengan deras. Asma pun menjerit sehingga orang-orng perempuan berkumpul mengerumuninya. Kemudian Nabi Muhammad SAW. kembali kepada keluarganya dan beliau bersabda, “janganlah kalian melupakan keluarga ja’far, buatlah makanan untuk mereka, kerena sesungguhnya mereka sedang sibuk menghadapi musibah kematian ja’far.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Ketika Rasulullah melihat anak Zaid menghampirinya, beliau memegang kedua bahunya kemudian menagis. Sebagian sahabat merasa heran karena beliau menangisi orang yang mati syahid di peperangan Mut’ah. Lalu Nabi Muhammad SAW. pun menjelaskan kepada mereka bahwa sesungguhnya ini adalah air mata seorang kawan yang kehilangan kawannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Al-Aqraa bin harits melihat Nabi Muhammad SAW. mencium Al-Hasan r.a. lalu berkata, “Wahai Rasulullah, aku mempunyai sepuluh orang anak, tetapi aku belum pernah mencium mereka.” Rasulullah bersabda, “Aku tidak akan mengangkat engkau sebagai seorang pemimpin apabila Allah telah mencabut rasa kasih sayang dari hatimu. Barang siapa yang tidak memiliki rasa kasih sayang, niscaya dia tidak akan di sayangi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Seorang anak kecil dibawa kepada Nabi Muhammad SAW. supaya di doakan dimohonkan berkah dan di beri nama. Anak-anak tersebut di pangku oleh beliau. Tiba-tiba anak itu kencing, lalu orang-orang yang melihatnya berteriak. Beliau berkata, “jangan di putuskan anak yang sedang kencing, biarkanlah dia sampai selesai dahulu kencingnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beliau pun berdoa dan memberi nama, kemudian membisiki orang tuanya supaya jangan mempunyai perasaan bahwa beliau tidak senang terkena air kencing anaknya. Ketika mereka telah pergi, beliau mencuci sendiri pakaian yang terkena kencing tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Ummu Kholid binti kho'id bin sa’ad Al-Amawiyah berkata, “Aku beserta ayahku menghadap Rasululloh dan aku memakai baju kurung (gamis) berwarna kuning. Ketika aku bermain-main dengan cincin Nabi Muhammad SAW. ayahku membentakku, maka beliau berkata, “Biarkanlah dia.” Kemudian beliau pun berkata kepadaku, “bermainlah sepuas hatimu, Nak!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Dari Anas, diriwayatkan bahwa Nabi Muhammad SAW. selalu bergaul dengan kami. Beliau berkata kepada saudara lelakiku yang kecil, “Wahai Abu Umair, mengerjakan apa si nugair (nama burung kecil).”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Nabi Muhammad SAW. melakukan shalat, sedangkan Umamah binti zainab di letakkan di leher beliau. Di kala beliau sujud, Umamah tersebut di letakkanya dan bila berdiri di letakkan lagi dil leher beliau. Umamah adalah anak kecil dari Abu Ash bin Rabigh bin Abdusysyam .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Riwayat yang lebih masyhur menyebutkan, Rasulullah pernah lama sekali sujud. dalam shalatnya, maka salah seorang sahabat bertanya,” Wahai Rasulullah, sesungguhnya anda lama sekali sujud, hingga kami mengira ada sesuatu kejadian atau anda sedang menerima wahyu. Nabi Muhammad SAW, menjawab, “Tidak ada apa-apa, tetaplah aku di tunggangi oleh cucuku, maka aku tidak mau tergesah-gesah sampai dia puas.” Adapun anak yang di maksud ialah Al-Hasan atau Al-Husain Radhiyallahu Anhuma&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Ketika Nabi Muhammad SAW. melewati rumah putrinya, yaitu sayyidah fatimah r.a., beliau mendengar Al-Husain sedang menangis, maka beliau berkata kepada Fatimah, “Apakah engkau belum mengerti bahwa menangisnya anak itu menggangguku.” Lalu beliau memangku Al-Husain di atas lehernya dan berkata, Ya Allah, sesungguhnya aku cinta kepadanya, maka cintailah dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Rasulullah SAW. sedang berada di atas mimbar, Al-Hasan tergelincir. Lalu beliau turun dari mimbar dan membawa anak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Nabi Muhammad SAW. sering bermain-main dngan Zainab binti Ummu Salamah r.a. beliau memanggilnya, “Hai Zuwainib, hai Zuwainib berulang-rulang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Nabi Muhammad SAW. sering berkunjung ke rumah para sahabat Anshar dan memberi salam pada anak-anaknya serta mengusap kepala mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Diriwayatkan, pada suatu hari raya Rasulullah SAW. keluar rumah untuk menunaikan shalat ID. Di tengah jalan, beliau melihat banyak anak kecil sedang berman dengan gembira sambil tertawa-tawa. Mereka mengenakan baju baru, sandal mereka pun tampak mengkilap. Tiba-tiba pandangan beliau tertuju pada salah seorang yang sedang duduk menyendiri dan sedang menangis tersedu-sedu. Bajunya kompang-kamping dan kakinya tiada bersandal. Rasulullah SAW, pun mendekatinya , lalu di usap-usap anak itu mendekapya ke dadabeliau seraya bertanya, “mengapa kau menangis, Nak .” Anak itu hanya menjawab, “biarkanlah aku sendiri.” Anak itu belum tahu bahwa orang yang ada di hadapannya itu adalah Rasulullah SAW. yang terkenal sebagai pengasih. “Ayahku mati dalam suatu pertempuran bersama Nabi,” lanjut anak itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu ibuku kawin lagi. Hartaku habis di makan suami ibuku, lalu aku di usir dari rumahnya. Sekarang, aku tak mempunyai baju baru dan makanan yang enak. Aku sedih meihat kawan-kawanku bermain dengan riangnya itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baginda Rasulullah SAW. lantas membimbing anak tersebut seraya menghiburnya, “Sukakah kamu bila aku menjadi bapakmu, Fatimah menjadi kakakmu, Aisyah menjadi ibumu, Ali sebagai pamanmu, Hasan dan Husain menjadi saudaramu?” Anak itu segera tahu dengan siapa ia berbicara. Maka langsung ia berkata, “mengapa aku tak suka, ya Rasulullah?” kemudian, Rasulullah SAW, pun membawa anak itu ke rumah beliau, dan di berinya pakaian yang paling indah, memandikannya, dan memberinya perhiasan agar ia tampak lebih gagah, lalu mengajak makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesudah itu, anak itu pun keluar bermain dengan kawan-kawannya yang lain, sambil tertawa-tawa sambil kegirangan. Melihat perubahan pada anak itu, kawan-kawannya merasa heran lalu bertanya, “Tadi kamu menagis, mengapa sekarang bergembira?” jawab anak itu, tadi aku kelaparan, sekarang sudah kenyang. Tadi aku tak mempunyai pakaian, sekarang aku mempunyainya, tadi aku tak punya bapak, sekarang bapakku Rasulullah dan ibuku Aisyah.” Anak-anak lain bergumam, Wah, andaikan bapak kita mati dalam perang.” Hari-hari berikutnya, anak itu tetap di pelihara, oleh Rasulullah SAW. hingga beliau wafat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/253/C1570004C2B91E727AD8A7CC2A409039.png" style="border: 0 !important; background: transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-4809632771270854205?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/4809632771270854205/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2011/04/14-cara-nabi-muhammad-mendidik-anak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4809632771270854205'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4809632771270854205'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2011/04/14-cara-nabi-muhammad-mendidik-anak.html' title='14 Cara Nabi Muhammad Mendidik Anak'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-910843747935312467</id><published>2011-01-20T08:16:00.000-08:00</published><updated>2011-01-20T08:20:05.540-08:00</updated><title type='text'>Mengenal Manhaj Salaf</title><content type='html'>Apakah pengertian manhaj salaf? Siapakah mereka para salaf yang dimaksud? Kemudian adakah kewajiban untuk mengikuti manhaj salaf? Marilah kita simak penjelasan berikut yang disarikan dari sebuah buku yang sangat bermanfaat karya Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafidzahullah, semoga semakin memperjelas bagi kita tentang manhaj salaf sesuai pemahaman yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Apakah definisi dari manhaj?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manhaj dalam bahasa artinya jalan yang jelas dan terang. Allah Ta’ala berfirman, yang artinya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Untuk tiap umat diantara kamu, kami berikan aturan dan jalan yang terang…” (Al Maidah: 48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang menurut istilah, Manhaj ialah kaidah-kaidah dan ketentuan-ketentuan yang digunakan bagi setiap pelajaran-pelajaran ilmiyyah, seperi kaidah-kaidah bahasa arab, ushul ‘aqidah, ushul fiqih, dan ushul tafsir dimana dengan ilmu-ilmu ini pembelajaran dalam islam beserta pokok-pokoknya menjadi teratur dan benar. Dan manhaj yang benar adalah jalan hidup yang lurus dan terang dalam beragama menurut pemahaman para sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apakah definisi salaf ?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salaf berasal dari kata salafa-yaslufu-salafun, artinya telah lalu. Kata salaf juga bermakna: seseorang yang telah mendahului (terdahulu) dalam ilmu, iman, keutamaan, dan kebaikan. Karena itu generasi pertama dari umat ini dari kalangan para tabi’in disebut sebagai as-salafush-shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan definisi salaf menurut istilah, salaf adalah sifat yang khusus dimutlakkan untuk para sahabat. Ketika yang disebutkan salaf maka yang dimaksud pertama kali adalah para sahabat. Adapun selain mereka itu ikut serta dalam makna salaf ini, yaitu orang-orang yang mengikuti mereka. Artinya, bila mereka mengikuti para sahabat maka disebut salafiyyin, yaitu orang-orang yang mengikuti salafush shalih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Siapakah salaf yang dimaksud?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, yang artinya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Orang-orang yang terdahulu lagi pertama-tama (masuk islam) dari golongan Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada Allah dan Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya, mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar.” (At- Taubah: 100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam sebuah hadis juga dijelaskan bahwa yang dimaksud dengan salaf pertama kali adalah sahabat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, Sebaik-baik manusia adalah pada masa ku ini (yaitu masa para Sahabat), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’in), kemudian yang sesudahnya (masa Tabi’ut Tabi’in). Demikian juga yang dikatakan oleh para ulama bahwasannya yang dimaksud dengan salaf adalah para sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi pembatasan secara waktu tidaklah mutlak tepat karena kita mengetahui bahwa beberapa sekte bid’ah dan sesat sudah muncul pada masa-masa tersebut. Karena itulah keberadaan mereka pada masa-masa itu (tiga kurun yang dimuliakan) tidaklah cukup untuk menghukumi bahwa dirinya berada diatas Manhaj Salaf, selama dirinya tidak mengikuti sahabat radhiyallahu ‘anhum dalam memahami Al Quran dan Assunnah. Karena itulah ulama memberi batasan As-Salaf Ash-Shalih (pendahulu yang shalih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam al Auza’i rahimahullah (wafat th.157 H) seorang Imam Ahlu Sunnah dari Syam berkata, “Bersabarlah dirimu diatas sunnah, tetaplah tegak sebagaimana para sahabat tegak diatasnya. Katakanlah sebagai mana yang mereka katakan, tahanlah dirimu dari apa-apa yang mereka menahan diri darinya. Dan ikutilah jalan salafush shalih karena akan mencukupimu apa saja yang mencukupi mereka.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan keterangan diatas, menjadi jelaslah bahwa kata salaf muthlak ditujukan untuk para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, semoga Allah Ta’ala meridhai mereka semua. Maka barang siapa yang mengikuti mereka semua dalam agama yang haq ini, maka ia adalah generasi penerus dari sebaik-baik pendahulu yang mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Adakah dalil yang menunjukkan kewajiban untuk mengikuti mereka?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat banyak dalil yang dikemukakan oleh al Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas dalam bukunya Mulia dengan Manhaj Salaf, namun dalam tulisan yang singkat ini kami hanya mengambil beberapa dalil yang mewakili dan dapat digunakan sebagai hujjah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-dalil dari Al Quranul Karim dan As Sunnah yang menunjukkan bahwa Manhaj Salaf adalah hujjah yang wajib diikuti oleh kaum muslimin:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Ta’ala, yang artinya,”Kamu (umat Islam) adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia (karena kamu menyuruh) berbuat yang ma’ruf, dan mencegah dari yang mungkar dan beriman kepada Allah…” (Ali ‘Imran : 10 )Syaikhul Islam IbnuTaimiyah rahimahullah dalam kitabnya Naqdul Mantiq menjelaskan: kaum muslimin telah sepakat bahwa umat ini adalah sebaik-baik umat dan paling sempurna, dan umat yang paling sempurna dan utama adalah generasi yang terdahulu yaitu generasi para Sahabat.&lt;br /&gt;Firman Allah Jalla Jalaaluhu, yang artinya, ”Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya dan mengikuti jalan yang bukan jalan-jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa dalam kesesatan yang Telah dikuasainya itu dan kami masukkan ia kedalam jahannam, dan jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An Nisaa: 115 )Imam Ibnu Abi Jamrah rahimahullah mengatakan, ”Para ulama telah berkata mengenai makna dalam firman Allah, ”Dan mengikuti jalan yang bukan jalan-jalan orang yang beriman” yang dimaksud adalah (jalan) para Sahabat generasi pertama.&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Sahabat al- ‘Irbadh bin sariyah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,”Suatu hari Rasulullah shalallah ‘alaihi wasallam pernah shalat bersama kami kemudian beliau menghadap kepada kami dan memberikan nasehat kepada kami dengan nasehat yang menjadikan air mata berlinang dan membuat hati bergetar, maka seseorang berkata, ‘Wahai Rasulullah, nasehat ini seakan-akan nasehat dari orang yang akan berpisah, maka apa yang engkau wasiatkan kepada kami?’ Maka Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda,‘Aku wasiatkan kepada kalian supaya tetap bertaqwa kepada Allah, tetaplah mendengar dan taat, walaupun yang memerintah kalian adalah seorang budak dari Habasyah. Sungguh orang yang hidup diantara kalian setelahku maka ia akan melihat perselisihan yang banyak, maka wajib atas kalian berpegang teguh kepada Sunnahku dan Sunnah Khulafa-ur Rasyidin yang mendapat petunjuk. Peganglah erat-erat dan gigitlah dia dengan gigi gerahammu. Dan jauhilah oleh kalian perkara-perkara yang diada-adakan (dalam agama), karena sesungguhnya setiap perkara yang diada-adakan itu adalah bid’ah, dan setiap bid’ah itu adalah sesat.” HR Ahmad (IV/126-127), Abu Dawud (no.4607), at-Tirmidzi (no.2676), ad-Darimi (I/44), al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah (I/205), al Hakim (I/95)Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diatas terdapat perintah untuk berpegang teguh dengan Sunnah Rasulullah dan Sunnah Khulafa-ur Rasyidin sepeninggal beliau.&lt;br /&gt;Disarikan dari buku Mulia Dengan Manhaj Salaf karya Ust. Yazid bin Abdul Qadir Jawaz oleh Ummu Maryam Ismiyanti&lt;br /&gt;Murojaah: Ust. Abu Mushlih Ari Wahyudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : muslimah.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/253/C1570004C2B91E727AD8A7CC2A409039.png" style="border: 0 !important; background: transparent;"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-910843747935312467?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/910843747935312467/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2011/01/mengenal-manhaj-salaf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/910843747935312467'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/910843747935312467'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2011/01/mengenal-manhaj-salaf.html' title='Mengenal Manhaj Salaf'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-4232683014477730878</id><published>2011-01-10T19:29:00.000-08:00</published><updated>2011-01-10T19:36:45.844-08:00</updated><title type='text'>Biografi Ustad Armen Halim Naro Lc.</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/TSvPhUnUUXI/AAAAAAAAAJs/X-Oq0Tw6pGQ/s1600/berjiwahanif.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 147px; height: 206px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/TSvPhUnUUXI/AAAAAAAAAJs/X-Oq0Tw6pGQ/s320/berjiwahanif.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5560766336295260530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;B&lt;/span&gt;eliau bernama &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 102, 0); font-weight: bold; font-style: italic; font-family: verdana;"&gt;Armen Halim bin Jasman Naro bin Nazim bin Durin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; رحمه الله. Lahir di Pekanbaru 20 Oktober 1975. Hari Senin sekitar pukul 09.00. Ayahnya bernama Jasman Naro dan Ibunya bernama Suarti.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Beliau masuk sekolah dasar tahun 1981. Lalu tamat sekolah dasar tahun1987. Kemudian Masuk Pesantren Al-Furqan di jalan Bintan, Pekanbaru. Dibawah pimpinan Buya Jufri Effendi Wahab MA. Yang didirikan pada tahun 1987.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pada tahun 1988 Pondok Pesantren Al-Furqan pindah ke jalan Duyung, Pekanbaru. Selama di Pondok Pesantren Al-Furqan Ia belajar lebih kurang 3 tahun. Sehubungan dengan kurangnya guru di pondok pesantren waktu itu, disamping beliau rajin dan tekun belajar, maka guru-gurunya merasa minder untuk mengajarnya. Oleh sebab itu, beliau meminta pada Buya Jufri untuk pindah ke Pondok Pesantren An-Nur (Bantul, Jogjakarta) untuk mempelajari Tahfidz Al-Qur’an (Hafalan Al-Qur’an), maka Buya melepas dan memberi izin untuk ke Jogjakarta mempelajari Al-Qur’an, agar setamatnya nanti dapat mengajarkannya di Pondok Al-Furqan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Maka tahun 1989 akhir, berangkatlah beliau ke Jogjakarta. Di Jogja di samping mempelajari Hafalan Al-Qur’an, Ia juga mengajar dan ikut menjadi pengurus Pondok Pesantren An-Nur. Selama lebih kurang 2 tahun 7 bulan, ia kembali ke Pekanbaru dan kembali mengajar di Al-Furqan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pada tahun 1994 akhir beliau kuliah ke LIPIA (Universitas Muhammad Ibnu Su’ud) Jakarta, mengambil Diploma sampai Tamat, dengan hasil Cumlaude (Istimewa).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Untuk meneruskan pendidikan, pada tahun 1996 beliau berangkat ke Universitas Madinah, Kerajaan Saudi Arabia, Ia menyelesaikannya selama 4 tahun dan tamat pendidikan dengan nilai Cumlaude. Lali kembali ke Pekanbaru, dan memimpin Pondok Tahfidz dan berdakwah selama setahun. Tahun berikutnya ia berdakwah ke luar daerah, seperti Medan, Aceh, Batam, Riau, Padang, Payukumbuh, Pariaman, Solok, dan lainnya. Ia juga berdakwah ke pulau Jawa, seperti Jakarta, Bekasi, Bogor, Purwakarta, Cirebon, Tegal, Pekalongan dan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;_____&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pada hari Senin tanggal 26 Novermber 2007, pukul 07.00 pagi. Ayahandanya memberikan sebuah buku, kiriman dari Al-Ustadz Abu Abdirrahman Abdullah Zaen,Lc yang dikirim dari kota Madinah An-Nabawiyah, beliau diminta mengoreksi buku tersebut, buku tersebut sebelumnya telah di koreksi oleh beberapa Masyaikh Madinah antara lain, Syaikh Prof.Dr.Ibrahim bin ‘Amr ar-Ruhaili Hafizhahullah (Dosen Aqidah Universitas Islam Madinah), Syaikh Dr. Ali bin Ghazi at-Tuwaijiri Hafizhahullah (Dosen Tafsir Universitas Islam Madinah), Syaikh Dr. Muhammad bin Abdul Wahhab al-’Aqil Hafizhahullah (Dosen Aqidah Universitas Islam Madinah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Setelah mandi dan sarapan, beliau pulang kerumahnya, dengan membawa anak bungsunya dari rumah Ayahandanya. Lalu beliau membaca buku yang di berikan ayahandanya di ruang tamu rumahnya. Sekitar pukul 09.00 pagi beliau menghembuskan nafas terakhirnya. Dan buku tersebut masih berada di pangkuannya….&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala merahmati beliau dan memberikan keberkahan ilmunya. Amin…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ya Allah, ampunilah dosa-dosa beliau dan dosa-dosa kami. Jadikanlah amal-amal yang telah beliau lakukan adalah amal yang shâlih, amal yang hanya mengharap wajah-Mu semata, maka terimalah segala amal baik beliau, wahai Dzât yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, wahai Dzât yang Maha Melihat lagi Maha mendengar. Ya Allah, rahmatilah beliau, lapangkanlah kuburnya, terangilah makamnya, dan jauhkan beliau dari siksa-Mu, karena sesungguhnya siksamu amat pedih. Ya Allah, himpunlah beliau bersama hamba-hamba-Mu yang shâlih, para shiddîqîn, syuhadâ’ dan para anbiyâ`, dan jadikanlah surga-Mu yang penuh dengan kenikmatan adalah tempat terakhir beliau. Amîn yâ Robbal ‘Ậlamîn…&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;___________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/253/C1570004C2B91E727AD8A7CC2A409039.png" style="border: 0pt none ! important; background: none repeat scroll 0% 0% transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-4232683014477730878?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/4232683014477730878/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2011/01/biografi-ustad-armen-halim-naro-lc.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4232683014477730878'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4232683014477730878'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2011/01/biografi-ustad-armen-halim-naro-lc.html' title='Biografi Ustad Armen Halim Naro Lc.'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/TSvPhUnUUXI/AAAAAAAAAJs/X-Oq0Tw6pGQ/s72-c/berjiwahanif.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-4055972657398538710</id><published>2010-04-05T06:41:00.000-07:00</published><updated>2010-04-05T07:10:57.000-07:00</updated><title type='text'>ALLAH MENGHENDAKI KEMUDAHAN DAN TIDAK MENGHENDAKI KESUKARAN BAGIMU</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly&lt;br /&gt;Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Musafir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hadits shahih membolehkan musafir untuk tidak puasa, kita tidak lupa bahwa rahmat ini disebutkan di tengah-tengah kitab-Nya yang Mulia, Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka) maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu, pada hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu" [Al-Baqarah : 185]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamzah bin Amr Al-Aslami bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Apakah boleh aku berpuasa dalam safar ?" -dia banyak melakukan safar- maka Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Berpuasalah jika kamu mau dan berbukalah jika kamu mau" [Hadits Riwayat Bukhari 4/156 dan Muslim 1121]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'anhu berkata : "Aku pernah melakukan safar bersama Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam di bulan Ramadhan, orang yang puasa tidak mencela yang berbuka dan yang berbuka tidak mencela yang berpuasa" [Hadits Riwayat Bukhari 4/163 dan Muslim 1118]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits ini menunjukkan bolehnya memilih, tidak menentukan mana yang afdhal, namun mungkin kita (bisa) menyatakan bahwa yang afdah adalah berbuka berdasarkan hadits-hadits yang umum, seperti sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Allah menyukai didatanginya rukhsah yang diberikan, sebagaimana Dia membenci orang yang melakukan maksiat" [Hadits Riwayat Ahmad 2/108, Ibnu Hibban 2742 dari Ibnu Umar dengan sanadnya yang Shahih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain disebutkan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sebagaimana Allah menyukai diamalkannya perkara-perkara yang diwajibkan" [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi mungkin hal ini dibatasi bagi orang yang tidak merasa berat dalam mengqadha' dan menunaikannya, agar rukhshah tersebut tidak melenceng dari maksudnya. Hal ini telah dijelaskan dengan gamblang dalam satu riwayat Abu Said Al-Khudri Radhiyallahu 'anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Para sahabat berpendapat barangsiapa yang merasa kuat kemudian puasa (maka) itu baik (baginya), dan barangsiapa yang merasa lemah kemudian berbuka (maka) itu baik (baginya)" [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah saudaraku seiman -mudah-mudahan Allah membimbingmu ke jalan petunjuk dan ketaqwaan serta memberikan rizki berupa pemahaman agama- sesungguhnya puasa dalam safar, jika memberatkan hamba bukanlah suatu kebajikan sedikitpun, tetapi berbuka lebih utama dan lebih dicintai Allah. Yang mejelaskan masalah ini adalah riwayat dari beberapa orang sahabat, bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Bukanlah suatu kebajikan melakukan puasa dalam safar" [Hadits Riwayat Bukhari 4/161 dan Muslim 1110 dari Jabir]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peringatan :&lt;br /&gt;Sebagian orang ada yang menyangka bahwa pada zaman kita sekarang ini tidak diperbolehkan berbuka, sehingga (berakibat ada yang) mencela orang yang mengambil rukhsah tersebut, atau berpendapat bahwa puasa itu lebih baik karena mudah dan banyaknya sarana transportasi saat ini. Orang-orang seperti ini perlu kita usik ingatan mereka kepada firman Allah Yang Maha Mengetahui perkara ghaib dan nyata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan tidaklah Tuhanmu lupa" [Maryam : 64]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan juga firman-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah mengetahui sedangkan kamu tidak mengetahui" [Al-Baqarah : 232]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firman-Nya di tengah ayat tentang rukhshah berbuka dalam safar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu" [Al-Baqarah : 185]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yakni, kemudahan bagi orang yang safar adalah perkara yang diinginkan, ini termasuk salah satu tujuan syar'iat. Cukup bagimu bahwa Dzat yang mensyari'atkan agama ini adalah pencipta zaman, tempat dan manusia. Dia lebih mengetahui kebutuhan manusia dan apa yang bermanfaat bagi mereka. Allah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Apakah Allah Yang Menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan dan rahasiakan) ; dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui ?" [Al-Mulk : 14]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku bawakan masalah ini agar seorang muslim tahu jika Allah dan Rasul-Nya sudah menetapkan suatu perkara, tidak ada pilihan lain bagi manusia, bahkan Allah memuji hamba-hamba-Nya yang mukmin yang tidak mendahulukan perkataan manusia di atas perkataan Allah dan Rasul-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Kami dengar dan kami taat, (Mereka berdo'a) : "Ampunilah kami yang Tuhan kami dan kepada Engkau-lah tempat kembali" [Al-Baqarah : 285]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Sakit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah membolehkan orang yang sakit untuk berbuka sebagai rahmat dari-Nya, dan kemudahan bagi orang yang sakit tersebut. Sakit yang membolehkan berbuka adalah sakit yang apabila dibawa berpuasa akan menyebabkan suatu madharat atau menjadi semakin parah penyakitnya atau dikhawatirkan terlambat kesembuhannya. Wallahu a'alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Haid dan Nifas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ahlul ilmi telah bersepakat bahwa orang yang haid dan nifas tidak dihalalkan berpuasa, keduanya harus berbuka dan mengqadha, kalaupun keduanya puasa (maka puasanya) tidak sah. Akan datang penjelasannya, insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]. Kakek dan Nenek Yang Sudah Lanjut Usia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma berkata : "Kakek dan nenek yang lanjut usia, yang tidak mampu puasa harus memberi makan setiap harinya seorang miskin"[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh Daruquthni (2/207) dan dishahihkannya, dari jalan Manshur dari Mujahid dari Ibnu Abbas, beliau membaca ayat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Orang-orang yang tidak mampu puasa harus mengeluarkan fidyah makan bagi orang miskin" [Al-Baqarah : 184]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian beliau berkata : "Yakni lelaki tua yang tidak mampu puasa dan kemudian berbuka, harus memberi makan seorang miskin setiap harinya 1/2 gantang gandum" [Lihat ta'liq barusan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Barangsiapa yang mencapai usia lanjut dan tidak mampu puasa Ramadhan, harus mengeluarkan setiap harinya satu mud gandum" [Hadits Riwayat Daruquthni 2/208 dalam sanadnya ada Abdullah bin Shalih dia dhaif, tapi punya syahid]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik (bahwa) beliau lemah (tidak mampu untuk puasa) pada satu tahun, kemudian beliau membuat satu wadah Tsarid dan mengundang 30 orang miskin (untuk makan) hingga mereka kenyang. [Hadits Riwayat Daruquthni 2/207, sanadnya Shahih]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]. Wanita Hamil dan Menyusui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara rahmat Allah yang agung kepada hamba-hamba-Nya yang lemah adalah Allah memberi rukhsah (keringanan) pada mereka untuk berbuka, dan diantara mereka adalah wanita hamil dan menyusui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik [4], ia berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kudanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mendatangi kami, akupun mendatangi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, aku temukan beliau sedang makan pagi, beliau bersabda, "Mendekatlah, aku akan ceritakan kepadamu tentang masalah puasa. Sesungguhnya Allah Tabaraka wa Ta'ala menggugurkan 1/2 shalat atas orang musafir, menggugurkan atas orang hamil dan menyusui kewajiban puasa". Demi Allah, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam telah mengucapkan keduanya atau salah satunya. Aduhai sesalnya jiwaku, kenapa aku tidak (mau) makan makanan Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam" [Hadits Riwayat Tirmidzi 715, Nasa'i 4/180, Abu Daud 3408, Ibnu Majah 16687. Sanadnya Hasan sebagaimana pernyataan Tirmidzi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note.&lt;br /&gt;[1]. Hadits Riwayat Ibnu Hibban 364, Al-Bazzar 990, At-Thabrani dalam Al-Kabir 11881 dari Ibnu Abbas dengan sanad yang Shahih. Dalam hadits -dengan dua lafadz ini- ada pembicaraan yang panjang, namun bukan di sini tempat menjelaskannya&lt;br /&gt;[2]. Hadits Riwayat Tirmidzi 713, Al-Baghawi 1763 dari Abu Said, sanadnya Shahih walaupun dalam sanadnya ada Al-Jurairi, riwayat Abul A'la darinya termasuk riwayat yang paling Shahih sebagaimana dikatakan oleh Al-Ijili dan lainnya.&lt;br /&gt;[3]. Hadits Riwayat Bukhari 4505, Lihat Syarhus Sunnah 6/316, Fathul bari 8/180. Nailul Authar 4/315. Irwaul Ghalil 4/22-25. Ibnul Mundzir menukil dalam Al-Ijma' no. 129 akan adanya ijma (kesepakatan) dalam masalah ini.&lt;br /&gt;[4]. Dia adalah Al-Ka'bi, bukan Anas bin Malik Al-Anshari pembantu Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, tapi ia adalah seorang pria dari bani Abdullah bin Ka'ab, pernah tinggal di Bashrah, beliau hanya meriwayatkan satu hadits saja dari Nabi, yakni hadits di atas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/253/C1570004C2B91E727AD8A7CC2A409039.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: border; -moz-background-origin: padding; -moz-background-inline-policy: continuous;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-4055972657398538710?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/4055972657398538710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2010/04/allah-menghendaki-kemudahan-dan-tidak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4055972657398538710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4055972657398538710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2010/04/allah-menghendaki-kemudahan-dan-tidak.html' title='ALLAH MENGHENDAKI KEMUDAHAN DAN TIDAK MENGHENDAKI KESUKARAN BAGIMU'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-7721235427940354584</id><published>2009-11-12T23:09:00.000-08:00</published><updated>2009-11-12T23:38:25.564-08:00</updated><title type='text'>Selamat Jalan Wahai Penghuni Surga</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://syafiiakrom.files.wordpress.com/2009/02/jalan-ke-surga.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 650px; height: 495px;" src="http://syafiiakrom.files.wordpress.com/2009/02/jalan-ke-surga.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;table align="center" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="95%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="judul-berita"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td&gt; &lt;/td&gt;               &lt;/tr&gt;               &lt;tr&gt;                 &lt;td class="text-content"&gt;                &lt;p align="justify"&gt;&lt;em&gt;"... Karena sesudah kesulitan itu ada kemudahan.  Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan..."(Q.S. Al Insyirah :  5-6)&lt;/em&gt; &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Yakinlah Ibu... Ada hikmah dan rencana Allah yang tidak kita ketahui dibalik semua kejadian ini... Karena kita berasal dari Allah dan kepada-Nya jualah kita akan kembali...&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bulan Pertama&lt;br /&gt;Kami sudah menikah selama hampir sepuluh bulan saat aku menyadari diriku hamil. Betapa bahagianya kami berdua. Saat itu aku masih ingat kami membeli test pack dari sebuah apotik. Saat kutes, diriku positif hamil. Wajah suamiku berseri-seri. Selang beberapa hari, kami pergi ke dokter kandungan untuk memastikan. Subhanallah... ada sebuah titik kecil dirahimku, dia berusia dua minggu... Terima kasih, Ya Allah atas karuniamu yang besar... &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bulan Kedua&lt;br /&gt;Titik itu sudah mulai berbentuk... Anak kami sayang... Aku senang sekali saat ia mulai berkembang. Ibu akan selalu melindungimu, nak... Ibu akan makan makanan yang bergizi untukmu... Kami berjanji akan memberimu yang terbaik... Insya Allah... Cepat besar, ya sayang... Kalau engkau laki-laki, kami akan menamaimu Ammar, seorang sahabat Nabi Muhammad SAW yang teguh pendiriannya, penghuni surga... Dan kalau engkau perempuan akan kami beri nama Zahrah, bunga yang cantik...&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bulan Ketiga&lt;br /&gt;Orang-orang bilang, kehamilan tidak mempengaruhi aktivitasku, aku justru semangat sekali bekerja... Alhamdulillah anakku tidak rewel... Pintar sekali kamu, nak. Tahu ayah ibumu harus bekerja keras... Tak sekalipun rewel...Anak baik... Saat di -usg, dia sudah bertambah besar... Aku lihat gerakannya lincah... Kami sudah tidak sabar ingin menemuimu... Cepat lahir ya...&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bulan Keempat&lt;br /&gt;Saat ini Malaikat dengan izin Allah akan meniupkan ruh kepadamu sayang... Kami mengadakan acara empat bulanan untukmu... Membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Saat di-usg, kamimengetahui bahwa engkau adalah laki-laki... Kami menamakanmu Ammar Hatta Azzurri, semoga menjadi anak yang shaleh dan selalu berbakti pada agama, orangtua, bangsa dan negaramu... Amin... &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bulan Keempat&lt;br /&gt;Saat ini Malaikat dengan izin Allah akan meniupkan ruh kepadamu sayang... Kami mengadakan acara empat bulanan untukmu... Membacakan ayat-ayat suci Al-Qur'an. Saat di-usg, kami dapatkan informasi bahwa engkau adalah laki-laki... Kami menamakanmu Ammar Hatta Azzurri, semoga menjadi anak yang shaleh dan selalu berbakti pada agama, orangtua, bangsa dan negaramu... Amin...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Bulan Kelima&lt;br /&gt;Tahun baru, nak!!! Sebentar lagi engkau lahir ya... Tahun depan kami akan melihat wajahmu... Tadi kami lihat di dokter, engkau sudah bertambah besar... Tulang-tulangmu sudah terbentuk dengan sempurna... Kami senang sekali... Tinggal empat bulan lagi engkau akan mengisi hari-hari kami dengan kelucuanmu.. Pasti engkau lucu sekali ya nak...&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bulan Keenam&lt;br /&gt;Hasil cek lab darahku buruk sekali... Dokter menyatakan Hb ku rendah dan adanya kemungkinan aku menderita Thalasemia yang dapat kuturunkan pada anakku... Ya Allah... Kuatkanlah diriku menerima kenyataan ini... Akhirnya Dokter memintaku untuk cek lab lagi, untuk mengetahui kadar zat besi dalam tubuhku... Alhamdulillah, ternyata aku hanya kekurangan zat besi... Jadi Dokter memberiku vitamin untuk menambah zat besi... Terima kasih, Ya Allah... Anakku... Semoga kamu selalu sehat-sehat saja ya... &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bulan Ketujuh&lt;br /&gt;Kamu sudah semakin besar.... Ibu juga sudah bertambah gemuk... Kaki inipun bertambah besar dan membengkak... Sudah mulai sulit berjalan... Tapi Ibu senang, nak... Ibu tidak khawatir menjadi gemuk, asalkan engkau sehat... Ibu mulai memperhatikan makanan yang Ibu makan, mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi... Supaya kamu sehat... Kami melihatmu di Dokter, engkau sudah bertambah panjang, tulang-tulangmu juga sempurna... Seluruh anggota badanmu sudah terlihat... Tangan dan kaki mungilmu. Tak sabar rasanya ingin memeluk, mencium dan menggendongmu... Anugrah Allah yang terindah yang pernah kami miliki...&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Bulan Kedelapan&lt;br /&gt;Jam tiga pagi, perutku terasa mulas sekali... Allahu Akbar... Inikah yang dinamakan kontraksi? Aku segera membangunkan suamiku... Kami pergi ke Rumah Sakit ditemani oleh Ibu ku... Aku dibawa ke ruang melahirkan... Disana ada Bidan yang mngecek denyut jantung dan gerakan janin... Sepertinya aku masih merasakan gerakanmu&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Lalu aku dibawa keruang perawatan, diagnosa sementara adalah kontraksi dini, dan aku dirawat. Suster mengecek berkali-kali dengan alat untuk mendengar jantumg, tapi tak bisa mendengarkan denyut jantungmu... Anakku, ada apa denganmu???&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dokter datang, dan saat di usg..... engkau sudah terlepas dari plasentamu...  Engkau sudah tak bernafas... tak bergerak!!!&lt;br /&gt;Ya Allah... Anakku sudah tidak ada... Hatta kecilku... Malaikatku sayang.... Dia sudah pergi... Perkiraan dokter, sudah beberapa hari yang lalu... Innalillahi Wa Inna Ilaihi Roji'un...&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Saat itu, aku kehilangan akal sehat... Aku tidak bias menerima kenyataan ini... Tekanan darahku langsung naik hingga 190/130... Saraf mataku terputus... Badanku terasa dingin... &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Dokter memberiku infuse, penurun tensi, lalu aku dipasangi balon dan diinduksi... Aku sudah tidak merasakan apa-apa... Sakit di tubuh ini sudah tidak terasa... Aku tidak mau dipisahkan dengan anakku... Hatta kecilku rupanya mengerti, dia juga tidak berusaha keluar... Allah... Aku pasrah padamu, Ya Rabbi, pemilikku dan semua makhluk di dunia ini...&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Akhirnya, dokter memutuskan untuk caesar... Pagi itu, anakku dipisahkan dari tubuhku... Demi keselamatanku... Karena kalau tidak dia akan meracuniku...&lt;br /&gt;Saat dia sudah dikeluarkan, ibuku menyerahkannya padaku... Ya Allah... Dia tampan sekali... Hidungnya mancung seperti Ayahnya, Rambutnya ikal sepertiku, Jari-jarinya mungil... Replika kami berdua... Aku mencium pipinya... Yang pertama dan yang terakhir...&lt;br /&gt;Sayang, Ibu sangat mencintaimu... Masih ingatkah engkau, lagu yang sering ibu nyanyikan setiap pagi? Cerita yang ibu bacakan? Ciuman dari Ayah? Obrolan kita setiap hari? Belaian sayang Ayah dan Ibu? Dan banyak hal yang kita lakukan bersama?&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Sudah empat puluh hari engkau meninggalkan kami, nak... Hatta, terima kasih sudah memberikan delapan bulan terindah dalam hidup ibu dan ayah ya... Tidak pernah rewel dan meminta yang aneh-aneh... Anak yang sayang sekali pada orangtuanya... Pastilah Allah langsung mengambilmu ke Surga, karena engkau sangat menyayangi kami sehingga Allah pun sangat menyayangimu...&lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Ibu percaya, Allah sedang berbicara pada kami... Mengajari kami untuk sabar dan ikhlas... Untuk menjadi manusia yang lebih baik... Alhamdulillah Ya Allah, engkau memberi kami cobaan, pertanda engkau masih meningat kami... Kuatkanlah kami Ya Allah, Tuhan pemilik semua manusia dimuka bumi...&lt;br /&gt;Semoga Allah memberikan Ibu dan Ayah ketabahan... Membuat kami mempertebal iman kami kepada-Nya. Sehingga kami dapat menemuimu di Surga... Suatu saat nanti, nak... &lt;/p&gt; &lt;p align="justify"&gt;Selamat  jalan wahai penghuni surga, Ammar Hatta Azzurri...&lt;/p&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh : Alia Gunawan&lt;br /&gt;sumber : dudung.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/253/C1570004C2B91E727AD8A7CC2A409039.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-7721235427940354584?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/7721235427940354584/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/11/selamat-jalan-wahai-penghuni-surga.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/7721235427940354584'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/7721235427940354584'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/11/selamat-jalan-wahai-penghuni-surga.html' title='Selamat Jalan Wahai Penghuni Surga'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-3572653006678811294</id><published>2009-10-10T20:51:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T20:58:11.753-07:00</updated><title type='text'>Mengapa kita membaca alQuran walaupun tidak mengerti sama sekali bahasa arab?</title><content type='html'>&lt;div id="datebar"&gt; &lt;div id="datebarleft"&gt; &lt;h2 class="date-header"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/h2&gt; &lt;/div&gt; &lt;div id="datebarright"&gt; &lt;/div&gt; &lt;/div&gt; ini adalah sebuat cerita penuh hikmah. Seorang Kakek Muslim Amerika&lt;br /&gt;hidup di sebuah pertanian di pegunungan bagian timur Kentucky dengan&lt;br /&gt;cucu laki2nya. Setiap shubuh sang Kakek selalu bangun awal, duduk di&lt;br /&gt;meja dapurnya membaca alQuran. Cucunya selalu ingin seperti kakeknya,&lt;br /&gt;dan meniru perbuatan kakenya tersebut sebisanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari&lt;br /&gt;sang cucu bertanya, "kek, aku mencoba membaca alQuran seperti kakek,&lt;br /&gt;tapi aku tidak mengerti, kalaupun ada yang aku mengerti aku langsung&lt;br /&gt;lupa begitu aku menutup alQuran. Apa sih manfaat membaca alQuran?"&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_SwwO7GZlTrI/SgYrNU8KcHI/AAAAAAAABzM/jaOMHLwIAZw/s1600-h/alquran.bmp"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 284px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_SwwO7GZlTrI/SgYrNU8KcHI/AAAAAAAABzM/jaOMHLwIAZw/s320/alquran.bmp" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5333998316626276466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakek pun berbalik perlahan, menghentikan kerjanya memasukkan&lt;br /&gt;batu bara ke tungku dan menjawab. "Ambillah keranjang batu bara ini, dan pergilah ke sungai dan bawakan aku sekeranjang air"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang&lt;br /&gt;cucu melakukan apa yang diperintahkan kepadanya, tapi semua air tumpah&lt;br /&gt;sebelum ia berhasil kembali ke rumah. sang kakek tersenyum dan berkata&lt;br /&gt;"kamu harus bergerak lebih cepat mengangkut airnya" dan menyuruh sang&lt;br /&gt;cucu tuk kembali ke sungai mengambil air. Sang cucu pun berusaha lari&lt;br /&gt;dengan cepat ketika mengantar air, namun tetap saja airnya tumpah.&lt;br /&gt;Sambil kehabisan nafas, ia pun berkata kepada kakeknya bahwa tidak&lt;br /&gt;mungkin mengangkut air dengan keranjang, lalu sang cucu berjalan tuk&lt;br /&gt;mengambil ember sebagai ganti keranjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang kakek berkata,&lt;br /&gt;"aku menginginkan sekeranjang air, bukan seember air. kau kurang&lt;br /&gt;bekerja keras tuk mengambilnya" , dan si kakek pergi ke pintu tuk&lt;br /&gt;melihat si cucu berusaha lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika itu,&lt;br /&gt;sang cucu sudah tahu bahwa perbuatannya tidak ada manfaatnya, tapi dia&lt;br /&gt;ingin menunjukkan kakeknya bahwa secepat apapun dia lari, air dari&lt;br /&gt;keranjang akan tetap tumpah. Dia mengambil air di sungai, lalu berlari&lt;br /&gt;cepat ke kakeknya, namun air tetap tumpah sebelum ia sampai ke tempat&lt;br /&gt;kakeknya. Maka ia pun berkata, "lilhat kek, gak da manfaatnya kan!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"jadi kamu berpikir perbuatanmu tidak ada manfaatnya?" , sang kakek berkata, "lihatlah keranjangnya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sang&lt;br /&gt;cucu melihat ke keranjangnya dan untuk pertama kalinya ia sadar bahwa&lt;br /&gt;keranjangnya telah berubah. Keranjangnya telah berubah dari keranjang&lt;br /&gt;batu bara yang kotor menjadi keranjang yang bersih, luar dalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Cu,&lt;br /&gt;itu yang terjadi ketika kau membaca alQuran. Kamu mungkin tidak&lt;br /&gt;mengerti atau mengingat apa pun, tapi ketika kamu membacanya, kamu akan&lt;br /&gt;berubah, luar dalam. Dan itu adalah kuasa Allah atas diri kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari akhi...&lt;br /&gt;betapapun sibuknya kita...&lt;br /&gt;sempatkanlah waktu untuk tilawah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;semalas2nya seorang mu'min, ia mampu mengkhatamkan al-qur'an dalam sebulan (1juz/hari). .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mari saling mengingatkan dan menguatkan.. .!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;sumber: yudhim.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/253/C1570004C2B91E727AD8A7CC2A409039.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-3572653006678811294?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/3572653006678811294/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/10/mengapa-kita-membaca-alquran-walaupun.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/3572653006678811294'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/3572653006678811294'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/10/mengapa-kita-membaca-alquran-walaupun.html' title='Mengapa kita membaca alQuran walaupun tidak mengerti sama sekali bahasa arab?'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_SwwO7GZlTrI/SgYrNU8KcHI/AAAAAAAABzM/jaOMHLwIAZw/s72-c/alquran.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-6541355893049295275</id><published>2009-09-04T08:19:00.001-07:00</published><updated>2009-09-04T08:46:49.890-07:00</updated><title type='text'>GERAKAN DALAM SHALAT</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bungakehidupan.files.wordpress.com/2009/07/sholat.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 426px; height: 441px;" src="http://bungakehidupan.files.wordpress.com/2009/07/sholat.jpg" border="0" alt="" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Saya mempunyai suatu problem, yaitu saya banyak bergerak ketika sedang shalat. Saya pernah mendengar ada suatu hadits yang maknanya, bahwa gerakan yang lebih dari tiga kali dalam shalat akan membatalkannya. Bagaimana kebenaran hadits ini ? Dan bagaimana cara mengatasi problem banyak melakukan gerakan sia-sia di dalam shalat.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Disunnahkan bagi seorang mukmin untuk menyongsong shalatnya dan khusyu’ dalam melaksanakannya dengan sepenuh jiwa dan raganya, baik itu shalat fardhu ataupun shalat sunnah, berdasarkan firman Allah Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu’ dalam shalatnya” [Al-Mukminun : 1-2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di samping itu ia harus thuma’ninah (tenang dan tidak terburu-buru), yang mana hal ini merupakan rukun dan kewajiban terpenting dalam shalat, berdasarkan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang beliau sampaikan kepada seseorang yang buruk dalam melaksanakan shalatnya dan tidak thuma’ninah, saat itu beliau bersabda, “Kembalilah (ulangilah) dan shalatlah karena sesunguhnya engkau belum shalat”, hal itu beliau ucapkan sampai tiga kali (karena orang tersebut setiap kali mengulangi shalatnya hingga tiga kali, ia masih tetap melakukannya seperti semula), lalu orang tersebut berkata.”Wahai Rasulullah, Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan kebanaran, aku tidak dapat melakukan yang lebih baik daripada ini, maka ajarilah aku”. Maka Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepadanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Jika engkau hendak mendirikan shalat, sempurnakanlah wudhu, lalu berdirilah menghadap kiblat kemudian bertakbirlah (takbiratul ihram), lalu bacalah ayat-ayat Al-Qur’an yang mudah bagimu, kemudian ruku’lah sampai engkau berdiri tegak, kemudian sujudlah sampai engkau tenang dalam posisi duduk. Kemudian, lakukan itu semua dalam semua shalatmu” [Disepakati keshahihannya ; Al-Bukhari, kitab Al-Adzan 757, Muslim kitab Ash-Shalah 397]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat Abu Dawud disebutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Kemudian bacalah permulaan Al-Qur’an (surat Al-Fatihah) dan apa yang dikehendaki Allah” [Abu Dawud, kitab Ash-Shalah 859]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits-hadits ini menunjukkan bahwa thuma’ninah (tenang dan tidak terburu-buru) merupakan salah satu rukun shalat dan merupakan kewajiban yang besar di mana shalat tidak akan sah tanpanya. Barangsiapa yang dalam shalatnya mematuk (seperti burung) berarti shalatnya tidak sah. Kekhusyu’an dalam shalat merupakan jiwanya shalat, maka yang disyariatkan bagi seorang Mukmin adalah memperhatikan hal ini dan memeliharanya. Adapun tentang batasan jumlah gerakan yang menghilangkan thuma’ninah dan kekhusyu’an dengan tiga gerakan, maka hal itu bukan berdasarkan hadits dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi merupakan pendapat sebagian ahlul ilmi, jadi tidak ada dasar dalilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian, dimakruhkan melakukan gerakan sia-sia di dalam shalat, seperti menggerak-gerakan hidung, jenggot, pakaian, atau sibuk dengan hal-hal tersebut. Jika gerakan sia-sia itu sering dan berturut-turut, maka itu membatalkan shalat, tapi jika hanya sedikit dan dalam ukuran wajar, atau banyak tapi tidak berturut-turut, maka shalatnya tidak batal. Namun demikian, disyari’atkan bagi seorang Mukmin untuk menjaga kekhusyu’an dan meninggalkan gerakan sia-sia, baik sedikit maupun banyak, hal ini sebagai usaha untuk mencapai kesempurnaan shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara dalil yang menunjukkan bahwa gerakan-gerakan yang sedikit tidak membatalkan shalat, juga gerakan-gerakan yang terpisah-pisah dan tidak berkesinambungan tidak membatalkan shalat, adalah sebagaimana yang bersumber dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa suatu hari beliau membukakan pintu masuk ‘Aisyah, padahal saat itu beliau sedang shalat [Abu Dawud, kitab Ash-Shalah 922, At-Turmudzi, kitab Ash-Shalah 601, An-Nasa’i, kitab As-Sahw 2/11]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan juga dari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, dalam hadits Abu Qatadah Radhiyallahu ‘anhu, bahwa pada suatu hari beliau shalat bersama orang-orang dengan memangku Umamah bintu Zainab, apabila beliau sujud,beliau menurunkannya, dan saat beliau berdiri, beliau memangkunya lagi [Al-Bukhari, kitab Al-Adab 5996, Muslim kitab Al-Masajid 543]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu waliyut taifiq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Kitab Ad-Da’wah, hal 86-87, Syaikh Ibnu Baz]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini, hal 185-187 Darul Haq]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/253/C1570004C2B91E727AD8A7CC2A409039.png" style="border: 0 !important; background: transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-6541355893049295275?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/6541355893049295275/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/09/gerakan-dalam-shalat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/6541355893049295275'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/6541355893049295275'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/09/gerakan-dalam-shalat.html' title='GERAKAN DALAM SHALAT'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-3925520033423395012</id><published>2009-08-20T18:53:00.000-07:00</published><updated>2011-04-29T02:59:51.570-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etika Islam'/><title type='text'>ITIKAF DAN SYARAT SYARATNYA</title><content type='html'>Pertanyaan.&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Apakah iti'kaf pada bulan Ramadlan termasuk sunnat mu'akkad dan apa syaratnya pada selain Ramadlan .? [Athif Muh.Ali Yusuf, Riyadh]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban.&lt;br /&gt;Iti'kaf pada bulan Ramadlan adalah sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam serta para istrinya setelah beliau tiada. Bahkan ulama sepakat bahwa itikaf disunnatkan. &lt;span id="fullpost"&gt;Tetapi sepatutnya itikaf dilakukan sesuai dengan yang diperintahkan, yakni seseorang selalu berada di masjid untuk ta'at kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala dengan meninggalkan kegiatan duniawinya dan mengerjakan berbagai keta'atan berupa shalat, dzikir atau lainnya. Rasul Shallallahu 'alaihi wa sallam beritikaf dalam rangka menemukan malam kemuliaan (Lailatul Qadar). Yang sedang itikaf itu menjauhi segala aktivitas dunia ; tidak jual atau beli, tidak keluar masjid, tidak mengantar jenazah dan tidak menengok yang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebagian orang beritikaf lalu ditemui beberapa orang pada tengah malam atau di ujung hari dengan diselingi obrolan yang diharamkan, maka cara seperti ini menghilangkan maksud itikaf. Kecuali bila dikunjungi oleh salah seorang keluarganya, seperti Shafiyyah pernah mengunjungi Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam ketika sedang beritikaf dan berbincang-bincang. Yang penting hendaknya seseorang menjadikan itikafnya sebagai cara mendekatkan diri kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BOLEHKAH ITI'KAF SELAIN KETIGA MASJID&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan.&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bolehkah beritikaf pada selain ketiga masjid dan apa dasar hukumnya .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban.&lt;br /&gt;Beritikaf pada selain ketiga masjid (Masjidil Haram, Masjid Nabi dan Masjid Aqsha) adalah boleh berdasarkan makna umum firman Allah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam masjid". [Al-Baqarah : 187]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayat tersebut berlaku untuk segenap kaum muslimin. Jika kita katakan bahwa yang dimaksud masjid dalam ayat di atas hanya ketiga masjid, tentu banyak kaum muslimin yang tidak terpanggil, sebab mayoritas kaum muslimin berada di luar Mekkah, Medinah dan Qadas (Palestina).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, kami katakan bahwa itikaf boleh pada masjid-masjid yang ada. Jika hadits mengatakan bahwa tidak ada itikaf kecuali dalam tiga masjid, maka maksudnya adalah tidak ada itikaf yang lebih sempurna dan lebih utama kecuali tiga masjid. Memang seperti itu kenyataannya. Bahkan bukan sekedar itikaf, nilai shalatnya punya kelebihan tersendiri. Yakni shalat di Masjidil Haram bernilai seratus ribu shalat. Shalat di Masjid Nabawi lebih baik dari seribu shalat kecuali di Masjidil Haram dan shalat di Masjidil Aqsha' bernilai lima ratus shalat. Inilah pahala-pahala yang dapat diraih seseorang dalam ketiga masjid tersebut, seperti melaksanakan shalat berjama'ah, shalat kusuf dan tahiyatul masjid. Sedangkan shalat sunat rawatib (sebelum atau sesudah shalat fardu) lebih baik dilaksanakan di rumah. Karena itu, kami katakan di Mekkah : "Shalat rawatibmu di rumah lebih baik dari pada di Masjidil Haram. Begitu pula yang dilaksanakan di Madinah, karena Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, ketika berada di Madinah bersabda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sebaik-baik shalat sunat seseorang adalah di rumahnya kecuali shalat maktubah (wajib)".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan shalat Tarawih walau sunnat tetap lebih baik dilaksanakan di masjid karena diperintahkan agar dilaksanakan secara berjama'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BOLEHKAH YANG BERITI'KAF MENGAJAR SESEORANG&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan.&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Sahkah orang yang sedang beri'tikaf mengajarkan ilmu kepada seseorang .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban.&lt;br /&gt;Sebaiknya orang yang beritikaf mengkhususkan dirinya untuk melakukan ibadah-ibadah tertentu seperti dzikir, shalat, membaca Al-Qur'an atau hal lainnya. Namun jika dibutuhkan, tak ada halangan baginya mengajari seseorang, sebab inipun termasuk ke dalam makna dzikir kepada Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERKOMUNIKASI DENGAN YANG BERITI'AKF MELALUI TELEPON&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan.&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bolehkah yang sedang beri'tikaf berkomunikasi melalui telpon untuk memenuhi kebutuhan kaum muslimin ..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab :&lt;br /&gt;Memang dibolehkan bagi yang sedang beri'tikaf mengadakan komunikasi melalui telpon dalam memenuhi kebutuhan sebagian kaum muslimin, bila telpon itu berada di dalam masjid tempat i'tikafnya, sebab ia tidak keluar masjid. Kecuali jika telpon itu berada di luar masjid, maka ia tak boleh pergi meninggalkan i'tikafnya. Seseorang tidak boleh beri'tikaf bila sedang mengurus kepentingan kaum muslimin, sebab mengurus kepentingan umum itu lebih penting dari pada i'tikaf, kecuali jika kepentingan umum itu sedikit manfaatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAAT-SAAT YANG BERI'TIKAF MENINGGALKAN ITI'KAF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan.&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Kapan yang beri'tikaf meninggalkan i'tikafnya, apakah sesudah terbenam mentari di malam hari raya atau setelah fajar hari rayanya .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban.&lt;br /&gt;Masalah i'tikaf itu berakhir dengan berakhirnya Ramadhan. Akhir Ramadhan terjadi ketika mentari terbenam di malam hari raya. Misalnya, orang memasuki i'tikaf pada saat matahari terbenam di malam dua puluh Ramadhan, maka sepuluh hari terakhirnya dimulai dari sejak matahari itu terbenam sampai terbenamnya pula di malam hari raya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ORANG TUA YANG TIDAK MENGIZINKAN ANAKNYA BERITI'KAF&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan.&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Bagaimana hukum seseorang yang tak diizinkan beri'tikaf oleh orang tuanya karena sebab-sebab yang tak dapat diterima..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban.&lt;br /&gt;I'tikaf itu sunnat hukumnya. Sedang berbakti kepada kedua orang tua adalah wajib. Perkara sunnat tak bisa menggugurkan yang wajib, sebab yang wajib mesti diutamakan. Dalam hadits Qudsy, Allah berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidaklah hambaku mendekatkan diri kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Ku-senangi kecuali pada apa-apa yang Aku wajibkan kepadanya".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila ayahmu melarangmu beri'tikaf dengan alasan-alasan yang menurutmu untuk tidak beri'tikaf karena kamu dibutuhkan, maka pertimbangannya berada di tangan ayahmu, bukan pada kamu. Sebab bisa jadi pertimbanganmu tak tepat ketika ingin beri'tikaf. Jika alasan ayahmu dapat diterima, maka saya sarankan kamu jangan beri'tikaf. Tetapi jika ayahmu tak menyebutkan alasan yang jelas, maka larangannya tak mesti diikuti agar kamu tak kehilangan suatu manfa'at.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERITIKAF DENGAN MENINGGALKAN TUGAS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan.&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya : Seseorang beri'tikaf selama dua puluh lima hari Ramadlan dengan meninggalkan tugas kewajibannya sebagai pegawai, maka bagaimana hukumnya .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban.&lt;br /&gt;Tidak diragukan bahwa orang yang beri'tikaf dengan meninggalkan kewajibannya sebagai pegawai berarti telah berijtihad. Akan tetapi, ijtihad tanpa hukum syara' adalah perbuatan keliru. Memang seseorang akan diberi pahala bila ia berijtihad dan menginginkan suatu kebenaran, tetapi hendaknya ijtihad itu didasarkan atas Kitab dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang meninggalkan tugas kepegawaiannya karena ambil i'tikaf adalah ibarat yang merobohkan suatu kota dengan mendirikan suatu bangunan, sebab ia telah mengerjakan hal yang dianjurkan dan tak seorangpun dari kaum muslimin yang menganggapnya wajib. Ulamapun sepakat bahwa i'tikaf itu sunnat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan melaksanakan kewajiban sebagai pegawai terkandung dalam ayat :&lt;br /&gt;"Artinya : Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu" [Al-Maidah : 1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman-Nya pula :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan penuhilah janji, sesungguhnya janji itu dipinta pertanggung jawabannya". [Al-Israa : 34]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian, laki-laki seperti yang ditanyakan, termasuk telah meninggalkan hal yang wajib demi yang dianjurkannya. Karena itu, ia wajib menghentikan itikafnya dan kembali ke pekerjaannya semula bila ingin selamat dari dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika tetap pada itikafnya, berarti ia beritikaf pada zaman milik orang lain, sebab pelbagai kaidah ahli fikih menetapkan bahwa itikaf seperti itu tidak sah, sebab dilakukan pada zaman yang dirampas dari orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehubungan dengan hal itu, saya ingatkan kepada saudara-saudara yang ingin berbuat kebaikan hendaklah jangan mengesampingkan dasar-dasar hukum serta dalil-dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah agar ijtihadnya benar dan beribadah kepada Allah berdasarkan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku 257 Tanya Jawab Fatwa-Fatwa Al-Utsaimin, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, hal.230-235, terbitan Gema Risalah Press, alih bahasa Prof.Drs.KH.Masdar Helmy]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/253/C1570004C2B91E727AD8A7CC2A409039.png" style="border: 0 !important; background: transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-3925520033423395012?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/3925520033423395012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/08/itikaf-dan-syarat-syaratnya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/3925520033423395012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/3925520033423395012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/08/itikaf-dan-syarat-syaratnya.html' title='ITIKAF DAN SYARAT SYARATNYA'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-734702923095231329</id><published>2009-08-15T19:03:00.000-07:00</published><updated>2009-08-15T19:39:07.415-07:00</updated><title type='text'>MALAM LAILATUL QADAR</title><content type='html'>&lt;span style="font-style:italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaannya sangat besar, karena malam ini menyaksikan turunnya Al-Qur'an Al-Karim, yang membimbing orang-orang yang berpegang dengannya ke jalan kemuliaan dan mengangkatnya ke derajat yang mulia dan abadi. Umat Islam yang mengikuti sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda tertentu dan tidak pula menancapkan anak-anak panah untuk memperingati malam ini, akan tetapi mereka berloma-lomba untuk bangun di malam harinya dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Inilah wahai saudaraku muslim, ayat-ayat Qur'aniyah dan hadits-hadits nabawiyah yang shahih menjelaskan tentang malam tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;[1]. Keutamaan Malam Lailatul Qadar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan, Allah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur'an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu ? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah melaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala usrusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar" [Al-Qadar : 1-5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui" [Ad-Dukhan : 3-6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;[2]. Waktunya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bahwa malam tersebut terjadi pada tanggal malam 21,23,25,27,29 dan akhir malam bulan Ramadhan. [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syafi'i berkata : "Menurut pemahamanku. wallahu 'alam, Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam menjawab sesuai yang ditanyakan, ketika ditanyakan kepada beliau : "Apakah kami mencarinya di malam ini?", beliau menjawab : "Carilah di malam tersebut" [Sebagaimana dinukil Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah 6/386]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada malam terakhir bulan Ramadhan berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu 'anha, dia berkata Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam beri'tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan dan beliau bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan" [Hadits Riwayat Bukhari 4/225 dan Muslim 1169]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu, janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir, karena riwayat dari Ibnu Umar, (dia berkata) : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya" [Hadits Riwayat Bukhari 4/221 dan Muslim 1165]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini menafsirkan sabdanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Aku melihat mimpi kalian telah terjadi, barangsiapa yang mencarinya carilah pada tujuh hari terakhir" [Lihat Maraji' tadi]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah diketahui dalam sunnah, pemberitahuan ini ada karena perdebatan para sahabat. Dari Ubadah bin Shamit Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam ke luar pada malam Lailatul Qadar, ada dua orang sahabat berdebat, beliau bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Aku keluar untuk mengkhabarkan kepada kalian tentang malam Lailatul Qadar, tapi ada dua orang berdebat hingga tidak bisa lagi diketahui kapannya; mungkin ini lebih baik bagi kalian, carilah di malam 29. 27. 25 (dan dalam riwayat lain : tujuh, sembilan dan lima)" [Hadits Riwayat Bukhari 4/232]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah banyak hadits yang mengisyaratkan bahwa malam Lailatul Qadar itu pada sepuluh hari terakhir, yang lainnya menegaskan, di malam ganjil sepuluh hari terakhir. Hadits yang pertama sifatnya umum sedang hadits kedua adalah khusus, maka riwayat yang khusus lebih diutamakan dari pada yang umum, dan telah banyak hadits yang lebih menerangkan bahwa malam Lailatul Qadar itu ada pada tujuh hari terakhir bulan Ramadhan, tetapi ini dibatasi kalau tidak mampu dan lemah, tidak ada masalah, dengan ini cocoklah hadits-hadits tersebut tidak saling bertentangan, bahkan bersatu tidak terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulannya.&lt;br /&gt;Jika seorang muslim mencari malam lailatul Qadar carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir : 21, 23,25,27 dan 29. Kalau lemah dan tidak mampu mencari pada sepuluh hari terakhir, maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25,27 dan 29. Wallahu 'alam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;[3]. Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar.?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya malam yang diberkahi ini, barangsiapa yang diharamkan untuk mendapatkannya, maka sungguh telah diharamkan seluruh kebaikan (baginya). Dan tidaklah diharamkan kebaikan itu, melainkan (bagi) orang yang diharamkan (untuk mendapatkannya). Oleh karena itu dianjurkan bagi muslimin (agar) bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala-Nya yang besar, jika (telah) berbuat demikian (maka) akan diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Barang siapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" [Hadits Riwayat Bukhari 4/217 dan Muslim 759]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunnahkan untuk memperbanyak do'a pada malam tersebut. Telah diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah Radhiyallahu 'anha, (dia) berkata : "Aku bertanya, "Ya Rasulullah ! Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan ?" Beliau menjawab, "Ucapkanlah :&lt;br /&gt;"Allahumma innaka 'afuwwun tuhibbul afwa fa'fu'annii"&lt;br /&gt;"Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku" [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku -semoga Allah memberkahimu dan memberi taufiq kepadamu untuk mentaati-Nya- engkau telah mengetahui bagaimana keadaan malam Lailatul Qadar (dan keutamaannya) maka bangunlah (untuk menegakkan shalat) pada sepuluh malam terakhir, menghidupkannya dengan ibadah dan menjauhi wanita, perintahkan kepada isterimu dan keluargamu untuk itu, perbanyaklah perbuatan ketaatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah Radhiyallahu 'anha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencanngkan kainnya[3] menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya" [Hadits Riwayat Bukhari 4/233 dan Muslim 1174]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga dari Aisyah, (dia berkata) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir) yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya" [Hadits Riwayat Muslim 1174]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;[4]. Tanda-Tandanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah hamba yang taat -mudah-mudahan Allah menguatkanmu degan ruh dari-Nya dan membantu dengan pertolongan-Nya- sesungguhnya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menggambarkan paginya malam Lailatul Qadar agar seorang muslim mengetahuinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 'Ubay Radhiyallahu 'anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tidak menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi" [Hadits Riwayat Muslim 762]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah, ia berkata : Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan seperti syiqi jafnah" [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu 'anhuma, ia berkata : Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : (Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan" [Tahayalisi 349, Ibnu Khuzaimah 3/231, Bazzar 1/486, sanadnya Hasan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="Apple-style-span" style="font-size: x-small;"&gt;[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly&lt;br /&gt;Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/253/C1570004C2B91E727AD8A7CC2A409039.png" style="border: 0 !important; background: transparent;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-734702923095231329?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/734702923095231329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/08/malam-lailatul-qadar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/734702923095231329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/734702923095231329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/08/malam-lailatul-qadar.html' title='MALAM LAILATUL QADAR'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-3820395278315408460</id><published>2009-08-01T21:12:00.000-07:00</published><updated>2009-08-02T00:33:49.568-07:00</updated><title type='text'>Doa serta Keistimewaan Bulan Ramadhan</title><content type='html'>Bulan ramadhan tinggal beberapa hari lagi.... maka dari itu kita harus menyambutnya dengan penuh keberkahan.&lt;br /&gt;dan di bawah ini saya ketikkan doa tuk menyambut bulan ramadhan. :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Allahummar-zuqna khayrahu wa barakatahu wa nurahu wa na’udzu bika min syarrihi wa syarri ma ba’dahu&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah, berilah kami kebaikannya, keberkahannya, dan cahayanya, dan kami berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan sesudahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan di bawah ini adalah daftar dari keistimewaan malam di bulan ramadhan..&lt;br /&gt;Nah... langsung saja.&lt;br /&gt;Malam Ke...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1&lt;/strong&gt;. Allah menghapuskan dosa Anda, seperti Anda baru lahir dari perut sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2&lt;/strong&gt;. Allah menghapuskan dosa Anda dan dosa kedua orangtua Anda, bila mereka mukmin.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3&lt;/strong&gt;. Malaikat dari Arsy mohon kepada Allah agar diterima ibadah Anda, serla dihapuskan dosa-dosa Anda yang telah lewat.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4&lt;/strong&gt;. Diberikan pahala kepada Anda sebagaimana pahala orang-orang yang telah membaca Taurat, Injil, Zabur, dan AI-Quran.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5&lt;/strong&gt;. Diberikan pahala kepada Anda sebagaimana pahala orang yang menjalankan salat di Masjidilharam Mekah, Masjid Nabawi Medinah, serta Masjidil-Aqsha Jerusalem.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6&lt;/strong&gt;. Diberikan pahala kepada Anda sebagaimana pahala mereka yang tawaf di Baitulmakmur. Serta seluruh batu dan bata pada bangunan itu memintakan ampunan atas dosa-dosa Anda.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7&lt;/strong&gt;. Diberikan pahala kepada Anda seperti pahala orang yang ikut Nabi Musa AS melawan Fir'aun dan Haman.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8&lt;/strong&gt;. Dibenkan pahala kepada Anda seperti yang Allah berikan pahala kepada Nabi Ibrahim AS.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9&lt;/strong&gt;. Akan dibenkan pahala kepada Anda sesuai dengan ibadah seorang nabi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10&lt;/strong&gt;. Allah akan memberikan kebahagiaan di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;11&lt;/strong&gt;. Akan dihapuskan dosa Anda bila Anda meninggal, seperti Anda baru keluar dari perut ibu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;12&lt;/strong&gt;. Pada hari kiamat, Anda akan bangkit dengan muka cemerlang seperti bulan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;13&lt;/strong&gt;. Pada hari kiamat, Anda akan bebas dari ketakutan yang membuat manusia sedih.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;14&lt;/strong&gt;. Para malaikat memberi kesaksian salat Tarawih Anda, dan Allah tidak menghisab Anda lagi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;15&lt;/strong&gt;. Anda akan menerima selawat dari para malaikat, termasuk malaikat penjaga Arsy dan Kursi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;16&lt;/strong&gt;. Anda akan mendapat tulisan "&lt;strong&gt;Selamat&lt;/strong&gt;” dan Allah, Anda bebas masuk surga, dan lepas dari api neraka.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;17&lt;/strong&gt;. Allah akan memberi pahala kepada Anda sesuai pahala para nabi.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;18&lt;/strong&gt;. Malaikat akan memohon kepada Allah agar Anda dan orangtua Anda selalu mendapat restu.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;19&lt;/strong&gt;. Allah akan mengangkat derajat Anda ke Firdaus (surga yang tinggi).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;20&lt;/strong&gt;. Diberikan pahala kepada Anda sesuai pahala para syuhada dan salihin.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;21&lt;/strong&gt;. Allah akan membuatkan sebuah bangunan dari cahaya untuk Anda di surga.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;22&lt;/strong&gt;. Anda akan merasa aman dan bahagia pada hari kiamat, karena Anda terhindar dari rasa takut yang amat sangat.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;23&lt;/strong&gt;. Allah akan membuatkan sebuah kota untuk Anda di dalam surga.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;24&lt;/strong&gt;. Allah akan mengabulkan 24 permohonan Anda selagi Anda masih hidup di dunia.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;25&lt;/strong&gt;. Anda akan bebas dari siksa kubur.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;26&lt;/strong&gt;. Allah akan mengangkat derajat amal kebaikan Anda sebagaimana derajat amal kebaikan Anda selama &lt;strong&gt;40 tahun&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;27&lt;/strong&gt;. Anda akan secepat kilat bila melewati Siratal mustakim nanti.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;28&lt;/strong&gt;. Akan dinaikkan derajat Anda &lt;strong&gt;1.000 kali&lt;/strong&gt; oleh Allah di dalam surga kelak.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;29&lt;/strong&gt;. Allah akan memberi pahala kepada Anda seperti Anda menjalani ibadah haji 1.000 kali yang diterima Allah (haji mabrur).&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;30&lt;/strong&gt;. Allah menyuruh kepada Anda untuk memakan semua buah di surga, minum air kausar, mandi air salsabil (air surga). Karena Allah Tuhan Anda, dan Anda hamba Allah yang setia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Gimana...??? indah bukan keistimewaan malam bulan ramadhan..???&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Mudah-mudahan Allah selalu memberikan hidayahNya,karunia,serta keberkahanNya kepada kita sebagai UmatNya yang selalu bertawakkal kepadaNya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:0;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Amin ya Rabbal 'alamin&lt;/em&gt;...&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-3820395278315408460?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/3820395278315408460/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/08/doa-serta-keistimewaan-bulan-ramadhan.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/3820395278315408460'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/3820395278315408460'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/08/doa-serta-keistimewaan-bulan-ramadhan.html' title='Doa serta Keistimewaan Bulan Ramadhan'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-5118575799648472591</id><published>2009-07-31T06:47:00.000-07:00</published><updated>2011-04-29T02:59:51.571-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etika Islam'/><title type='text'>SUNNAH SUNNAH DALAM MEMAKAI SANDAL/SEPATU</title><content type='html'>Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Apabila diantaramu memakai sandal/sepatu maka mulailah dengan yang kanan dan apabila melepas sandal/sepatu mulailah dengan yang kiri. Dan pakailah sandal/sepatu secara bersamaan (memakai kedua nya) atau melepaskannya secara bersamaan" [Hadits Riwatar Muslim no. 2097]&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sunnah-sunnah tersebut adalah kebiasaan seorang muslim yang terjadi berulang kali dalam sehari semalamnya yaitu ketika ia memakai sandal/sepatu untuk masuk dan keluar menuju masjid, masuk dan keluar kamar mandi, tempat kerja yang berada diluar rumah. Sehingga dapat dikatakan bahwa memakai sandal/sepatu adalah kejadian lumrah yang terjadi berulang kali dalam keseharian seorang muslim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerapkan sunnah tatkala setiap memakai atau melepaskan sandal/sepatu dengan menghadirkan niat (yang sungguh-sungguh untuk mengikuti sunnah) maka baginya akan mendapatkan kebaikan yang sangat besar. Kemudian seluruh gerak-gerik, diamnya (secara otomatis) akan senantiasa berdasarkan sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;[Disalin dari kitab Aktsaru Min Alfi Sunnatin Fil Yaum Wal Lailah, edisi Indonesia Lebih Dari 1000 Amalan Sunnah Dalam Sehari Semalam, Penulis Khalid Al-Husainan, Penerjemah Zaki Rachmawan]from :&lt;br /&gt;Syaikh Khalid al Husainan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-5118575799648472591?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/5118575799648472591/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/07/sunnah-sunnah-dalam-memakai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/5118575799648472591'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/5118575799648472591'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/07/sunnah-sunnah-dalam-memakai.html' title='SUNNAH SUNNAH DALAM MEMAKAI SANDAL/SEPATU'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-1533217148075947649</id><published>2009-07-18T03:13:00.000-07:00</published><updated>2009-08-02T03:17:18.605-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etika Islam'/><title type='text'>MINUMAN KERAS MERAJALELA DAN DIANGGAP HALAL</title><content type='html'>MUKADIMAH&lt;br /&gt;Artikel ini diambil dari sebagian kecil Tanda-Tanda Kiamat Shugro, yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat shugro (kecil) ialah tanda-tandanya yang kecil, bukan kiamatnya. Tanda-tanda ini terjadi mendahului hari kiamat dalam masa yang cukup panjang dan merupakan berbagai kejadian yang biasa terjadi. Seperti, terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, merajalelanya minuman keras, perzinaan, riba dan sejenisnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dan yang penting lagi, bahwa pembahasan ini merupakan dakwah kepada iman kepada Allah Ta'ala dan Hari Akhir, dan membenarkan apa yang disampaiakan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, disamping itu juga merupakan seruan untuk bersiap-siap mencari bekal setelah mati nanti karena kiamat itu telah dekat dan telah banyak tanda-tandanya yang nampak.&lt;br /&gt;________________________________&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah merajalela minum-minuman keras di kalangan umat ini dan diberinya nama (label) lain. Dan yang lebih parah lagi ialah dianggapnya halal minuman keras itu oleh sebagian orang. Hal ini juga termasuk sebagian tanda dekatnya hari kiamat. Imam Muslim meriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Diantara tanda-tanda (telah dekatnya) hari kiamat ialah …., kemudian beliau menyebutkan antara lain “akan diminumnya khamr” [Shahih Muslim, Kitab Al-Ilm, Bab Raf’il Ilmi wa Qabdhihi wa Zhuhuri Jahli Wal Fitan Di Akhiriz Zaman 16 : 121]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian dari hadit-hadits ini telah disebutkan dalam membicarakan Ma’azif (alat-alat musik), yang antara lain disebutkan bahwa di kalangan umat Islam ini akan muncul orang-orang yang menghalalkan minum khamar (minuman keras). Misalnya yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah dari Ubadah bin Ash-Shamit, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Sungguh akan ada segolongan dari umatku yang menghalalkan khamar (minuman keras) dan memberinya nama dengan nama (label) lain” [Musnad Ahmad dan Sunnah Ibnu Majah. Ibnu Hajar mengatakan dalam Fathul Bari 10 : 51. “Sanadnya bagus”. Hadits ini juga dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shagir 5 : 13-14, hadits no 4945]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Khamr ini kini telah diberi nama dengan nama dan atau label yang banyak dan bermacam-macam, hingga ada yang menamainya minuman untuk membangkitkan semangat dan sebagainya. Dan hadits yang mengatakan bahwa di kalangan umat Islam ini akan merajalela minuman keras (khamar) dan akan ada orang-orang yang menghalalkan dan menganggapnya halal. Penghalalan atau penganggapan halal terhadap khamr ini oleh Ibnu ‘Arabi ditafsiri dengan dua penafsiran, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Menganggap halal meminumnya&lt;br /&gt;Kedua : Meminumnya secara bebas seakan-akan meminum-miuman yang halal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan beliau mengatakan bahwa beliau telah mendengar dan melihat sendiri orang yang berbuat demikian (Vide : Fathul Bari 10 :51). Dan pada zaman kita sekarang ini lebih banyak lagi orang yang berbuat demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh ada sebagian orang yang terfitnah dengan meminum minuman keras (khamar). Yang lebih mengerikan lagi ialah dijualnya khamar itu secara terbuka dan diminum secara terang-terangan di beberapa negara Islam, dan telah tersebar sedemikian rupa yang belum pernah terjadi sebelumnya. Padahal, yang demikian itu merupakan bahaya besar dan kerusakan yang amat fatal. Segala urusan kepunyaan Allah, sebelumnya dan sesudahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;[Disalin dari buku Asyraus Sa'ah FasalTanda-Tanda Kiamat Kecil oleh Yusuf bin Abdullah bin Ysusf Al-Wabil MA, edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat hal. 111-112 terbitan Pustaka mantiq, penerjemah Drs A'ad yasin dan Drs Zaini Munir Fadholi.] Oleh&lt;br /&gt;Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-1533217148075947649?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/1533217148075947649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/07/minuman-keras-merajalela-dan-dianggap.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/1533217148075947649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/1533217148075947649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/07/minuman-keras-merajalela-dan-dianggap.html' title='MINUMAN KERAS MERAJALELA DAN DIANGGAP HALAL'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-7361585060825497042</id><published>2009-07-10T20:05:00.000-07:00</published><updated>2009-07-10T20:16:41.949-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><title type='text'>Hukum Suap Menyuap dalam Islam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlgC34P2s5I/AAAAAAAAAHc/DQBNkIs-4QA/s1600-h/suap.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlgC34P2s5I/AAAAAAAAAHc/DQBNkIs-4QA/s320/suap.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5357034915772150674" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa yang Dimaksud Suap Menurut Islam?” ketegori Muslim. Ass…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz, saya pernah mendengar dari teman saya hadist yang kurang lebih berbunyi ‘penerima suap dan pemberi suap sama-sama masuk neraka’, apakah hadist ini benar dan shahih? Terus apakah yang dimaksud suap menurut Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang terakhir ingin saya tanyakan, saya adalah seorang pengusaha bimbingan belajar. Ketika saya melakukan pemasaran saya memberikan bonus fee kepada guru-guru yang mengajar di tempat saya melakukan pemasaran, apakah ini termasuk suap? Demikian pertanyaan saya, apabila ada kata-kata yang kurang berkenan saya mohon maaf dan saya ucapkan banyak terima kasih kepada ustad atas segala perhatiannya.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;WAssalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daddy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Risywah secara terminologis berarti pemberian yang diberikan seseorang kepada hakim atau lainnya untuk memenangkan perkaranya dengan cara yang tidak dibenarkan atau untuk memperoleh kedudukan. .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ulama sepakat mengharamkan risywah yang terkait dengan pemutusan hukum, bahkan perbuatan ini termasuk dosa besar. Sebab sogokan akan membuat hukum menjadi oleng dan tidak adil. Selain itu tata kehidupan yang menjadi tidak jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keharaman Sogokan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat Al-Quran memang tidak disebutkan secara khsusus istilah sogokan atau risywah. Namun Imam al-Hasan dan Said bin Zubair menafsirkan ungkapan Al-Quran yaitu `akkaaluna lissuhti` sebagai risywah atau sogokan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka itu adalah orang-orang yang suka mendengar berita bohong, banyak memakan yang haram&lt;br /&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalimat `akkaaluna lissuhti` secara umum memang sering diterjemahkan dengan memakan harta yang haram. Namun konteksnya menurut kedua ulama tadi adalah memakan harta hasil sogokan atau risywah. Jadi risywah identik dengan memakan barang yang diharamkan oleh Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan kamu membawa harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan dosa, padahal kamu mengetahui&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu ada banyak sekali dalil dari sunnah yang mengharamkan sogokan dengan ungkapan yang sharih dan zahir. Misalnya hadits berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap dalam hukum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hadits berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Laknat Allah bagi penyuap dan yang menerima suap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hadits berikut ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW melaknat penyuap, yang menerima suap dan perantaranya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang Termasuk Diharamkan Terkait dengan Sogokan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau diperhatikan lebih seksama, ternyata hadits-hadits Rasulullah itu bukan hanya mengharamkan seseorang memakan harta hasil dari sogokan, tetapi juga diharamkan melakukan hal-hal yang bisa membuat sogokan itu berjalan. Maka yang diharamkan itu bukan hanya satu pekerjaan yaitu memakan harta sogokan, melainkan tiga pekerjaan sekaligus. Yaitu&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menerima sogokan&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi sogokan&lt;br /&gt;#&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mediator sogokan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab tidak akan mungkin terjadi seseorang memakan harta hasil dari sogokan, kalau tidak ada yang menyogoknya. Maka orang yang melakukan sogokan pun termasuk mendapat laknat dari Allah juga. sebab karena pekerjaan dan inisiatif dia-lah maka ada orang yang makan harta sogokan. Dan biasanya dalam kasus sogokan seperti itu, selalu ada pihak yang menjadi mediator atau perantara yang bisa memuluskan jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab bisa jadi pihak yang menyuap tidak mau menampilkan diri, maka dia akan menggunakan pihak lain sebagai mediator. Atau sebaliknya, pihak yang menerima suap tidak akan mau bertemua langsung dengan si penyogok, maka peran mediator itu penting. Dan sebagai mediator, maka wajarlah bila mendapatkan komisi uang tertentu dari hasil jasanya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketiga pihak itu oleh Rasulullah SAW dilaknat sebab ketiganya sepakat dalam kemungkaran. Dan tanpa peran aktif dari semua pihak, sogokan itu tidak akan berjalan dengan lancar. Sebab dalam dunia sogok menyogok, biasanya memang sudah ada mafianya tersendiri yang mengatur segala sesuatunya agar lepas dari jaring-jaring hukum serta mengaburkan jejak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rupanya sejak awal Islam sudah sangat antisipatif sekali terhadap gejala dan kebiasaan sogok menyogok tak terkecuali yang akan terjadi di masa depan nanti. Sejak 15 Abad yang lalu seolah-olah Islam sudah punya gambaran bahwa di masa sekarang ini yang namanya sogok menyogok itu dilakukan secara berkomplot dengan sebuah mafia persogokan yang canggih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu sejak dini Islam tidak hanya melaknat orang yang makan harta sogokan, tetapi juga sudah menyebutkan pihak lain yang ikut mensukseskannya. Yaitu sebuah mafia persogokan yang biasa teramat sulit diberantas, karena semua pihak itu piawai dalam berkelit di balik celah-celah kelemahan hukum buatan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sogok untuk Memperoleh Hak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun jumhur ulama memberikan pengecualian kepada mereka yang tidak bisa mendapatkan haknya kecuali dengan disyaratkan harus membayar jumlah uang terentu. Intinya, yang minta berdosa karena menghalangi seseorang mendapatkan haknya, sedangkan yang membayar untuk mendapatkan haknya tidak berdosa, karena dia melakukan untuk mendapatkan apa yang jelas-jelas menjadi haknya secara khusus. Maksudnya hak secara khusus adalah untuk membedakan dengan hak secara umum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contohnya adalah bahwa untuk menjadi pegawai negeri merupakan hak warga negara, tapi kalau harus membayar jumlah tertentu, itu namanya risyawah yang diharamkan. Karena menjadi pegawai negeri meskipun hak warga negara, tetapi hak itu sifatnya umum. Siapa saja memang berhak jadi pegawai negeri, tapi mereka yang yang benar-benar lulus saja yang berhak secara khusus. Kalau lewat jalan belakang, maka itu bukan hak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan bila seorang dirampas harta miliknya dan tidak akan diberikan kecuali dengan memberikan sejumlah harta, bukanlah termasuk menyogok yang diharamkan. Karena harta itu memang harta miliknya secara khusus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jumhur ulama membolehkan penyuapan yang dilakukan untuk memperoleh hak dan mencegah kezhaliman seseorang. Namun orang yang menerima suap tetap berdosa .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memberi Bonus Apakah termasuk Suap?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau mengacu kepada pertanyaan dari anda, sebenarnya tidak ada indikasi suap. Sebab bonus yang Anda berikan tidak membuat para pengajar itu melakukan hal-hal yang terlarang, juga tidak ada pihak yang dirugikan. Sebaliknya, dengan adanya bonus itu, Anda menghargai jerih payah mereka dalam upaya bekerja mendapatkan murid sesuai dengan hasilnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prinsipnya, bentuk-bentuk biaya promosi seperti potongan harga, discount besar-besaran, hadiah menarik dan upaya-upaya sejenis dalam rangka meningkatkan profit, tidak termasuk wilayah semesta pembicaraan masalah sogokan. Semua itu hanyalah wilayah proses sebuah pemasaran yang wajar dan sehat, selama tidak melanggar etika dan batas-batas kehalalannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishshawab, wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Apa yang Dimaksud Suap Menurut Islam? : http://assunnah.or.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-7361585060825497042?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/7361585060825497042/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/07/hukum-siap-menyuap-dalam-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/7361585060825497042'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/7361585060825497042'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/07/hukum-siap-menyuap-dalam-islam.html' title='Hukum Suap Menyuap dalam Islam'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlgC34P2s5I/AAAAAAAAAHc/DQBNkIs-4QA/s72-c/suap.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-6117433555255515849</id><published>2009-07-07T01:09:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T02:05:54.577-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><title type='text'>10 orang yang shalatnya tidak diterima Allah SWT</title><content type='html'>&lt;strong&gt;Rasulullah S.A.W.&lt;/strong&gt; telah bersabda yang artinya: "Barang siapa yang memelihara shalat, maka shalat itu sebagai cahaya baginya, petunjuk dan jalan selamat dan barangsiapa yang tidak memelihara shalat, maka sesungguhnya shalat itu tidak menjadi cahaya, dan tidak juga menjadi petunjuk dan jalan selamat baginya." (Tabyinul Mahaarim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Rasulullah S.A.W&lt;/strong&gt; telah bersabda bahwa : "&lt;strong&gt;10&lt;/strong&gt; orang shalatnya tidak diterima oleh &lt;span style="color:#ff6666;"&gt;&lt;strong&gt;Allah S.W.T&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;, yaitu : &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Seorang lelaki&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; yang shalat sendirian tanpa membaca sesuatu.&lt;br /&gt;2&lt;strong&gt;. &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Seorang lelaki&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; yang mengerjakan shalat tetapi tidak mengeluarkan zakat.&lt;br /&gt;3.&lt;strong&gt; &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Seorang lelaki&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; yang menjadi imam, padahal orang yang menjadi makmum membencinya.&lt;br /&gt;4. &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;&lt;strong&gt;Seorang lelaki&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; yang melarikan diri.&lt;br /&gt;5&lt;strong&gt;. &lt;span style="color:#cc0000;"&gt;Seorang lelaki&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; yang minum arak tanpa mau meninggalkannya (Taubat).&lt;br /&gt;6.&lt;strong&gt; &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;Seorang perempuan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; yang suaminya marah kepadanya.&lt;br /&gt;7. &lt;span style="color:#33cc00;"&gt;&lt;strong&gt;Seorang perempuan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; yang mengerjakan shalat tanpa memakai tudung.&lt;br /&gt;8. &lt;strong&gt;Imam&lt;/strong&gt; atau pemimpin yang sombong dan zalim menganiaya.&lt;br /&gt;9. &lt;strong&gt;Seorang-orang yang suka makan riba'&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;10. &lt;strong&gt;Seorang&lt;/strong&gt; yang shalatnya tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan yang keji dan mungkar."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda &lt;strong&gt;Rasulullah S.A.W&lt;/strong&gt; yang artinya : "Barang siapa yang shalatnya itu tidak dapat menahannya dari melakukan perbuatan keji dan mungkar, maka sesungguhnya shalatnya itu hanya menambahkan kemurkaan Allah S.W.T dan jauh dari Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Hassan r.a&lt;/strong&gt; berkata : "Kalau shalatmu itu tidak dapat menahan kamu dari melakukan perbuatan mungkar dan keji, maka sesungguhnya kamu dianggap orang yang tidak mengerjakan shalat. Dan pada hari kiamat nanti shalatmu itu akan dilemparkan semula ke arah mukamu seperti satu bungkusan kain tebal yang buruk."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-6117433555255515849?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/6117433555255515849/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/07/10-orang-yang-shalatnya-tidak-diterima.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/6117433555255515849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/6117433555255515849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/07/10-orang-yang-shalatnya-tidak-diterima.html' title='10 orang yang shalatnya tidak diterima Allah SWT'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-9130696277089857552</id><published>2009-07-05T00:12:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T02:04:55.301-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Senandung Islam'/><title type='text'>Give thanks to Allah Lyiric (Zain Bhikha)</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlBT9owH32I/AAAAAAAAAG0/59cfoaA6XJo/s1600-h/zain_bhikha_mountains_of_makkah.jpg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 236px; height: 236px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlBT9owH32I/AAAAAAAAAG0/59cfoaA6XJo/s320/zain_bhikha_mountains_of_makkah.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5354872275319906146" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Give thanks to Allah,&lt;br /&gt;For the moon and the stars&lt;br /&gt;Prays in all day full,&lt;br /&gt;What is and what was&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Take hold of your iman&lt;br /&gt;Don't givin to shaitan&lt;br /&gt;Oh you who believe please give thanks to Allah.&lt;br /&gt;Allahu Ghofur Allahu Rahim Allahu yuhibbu el Mohsinin,&lt;br /&gt;Hua Khalikhona hua Razikhona whahua 'ala kolli sheiin khadir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah is Ghofur Allah is Rahim Allah is the one who loves the Mohsinin,&lt;br /&gt;He is a creater, he is a sistainer and he is the one who has power over all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Give thanks to Allah,&lt;br /&gt;For the moon and the stars&lt;br /&gt;Prays in all day full,&lt;br /&gt;What is and what was&lt;br /&gt;Take hold of your iman&lt;br /&gt;Don't givin to shaitan&lt;br /&gt;Oh you who believe please give thanks to Allah.&lt;br /&gt;Allahu Ghefor Allahu Rahim Allahu yuhibo el Mohsinin,&lt;br /&gt;Hua Khalikhuna hua Razikhuna whahua 'ala kulli sheiin khadir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah is Ghofur Allah is Rahim Allah is the one who loves the Mohsinin,&lt;br /&gt;He is a creater, he is a sistainer and he is the one who has power over all.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-9130696277089857552?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/9130696277089857552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/07/give-thanks-to-allah-for-moon-and-stars.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/9130696277089857552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/9130696277089857552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/07/give-thanks-to-allah-for-moon-and-stars.html' title='Give thanks to Allah Lyiric (Zain Bhikha)'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlBT9owH32I/AAAAAAAAAG0/59cfoaA6XJo/s72-c/zain_bhikha_mountains_of_makkah.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-4943610147462451234</id><published>2009-06-30T22:24:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T02:02:05.839-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Rahmat Allah</title><content type='html'>&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/Skr2RtMNBfI/AAAAAAAAAGs/pLOm2pUSwo0/s1600-h/untitled.bmp"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 200px; height: 200px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/Skr2RtMNBfI/AAAAAAAAAGs/pLOm2pUSwo0/s200/untitled.bmp" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5353361891132245490" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza wa Jalla tidaklah membutuhkan amal hamba-Nya. Dia memerintah hamba-Nya untuk beramal, adalah agar manusia mengakui bahwa dirinya lemah dan selalu membutuhkan pertolongan. &lt;br /&gt;Pengakuan semacam itu adalah penting. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dikisahkan ada dua orang disiksa di neraka. Kemudian Allah SWT. memerintahkan agar keduanya dikeluarkan. Setelah keduanya itu keluar, Allah Azza wa Jalla bertanya kepada mereka : &lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Apakah yang menyebabkan kalian masuk neraka ?" &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Nafsu kami, " jawab mereka. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Bukankah telah aku larang kalian berbuat maksiat kepada-Ku ? Bukankah aku telah mengutus Rasul-Rasul-Ku dengan bukti-bukti yang nyata lagi jelas ? dan Bukankah telah aku sampaikan melalui lisan para ulama "Barang siapa yang taat akan memperoleh surga, Istana didalamnya, kesenangan, dan bidadari, sebaliknya orang yang bermaksiat akan tinggal di neraka bersama Qarun, Fir'aun, dan Haman ?" &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Benar, tetapi kami tidak taat dan selalu bermaksiat kepada-Mu." &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Kembalilah kalian keneraka dan rasakanlah siksa-Ku," perintah Allah. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Yang satu bergegas kembali, namun yang lain berjalan dengan enggan sambil sesekali menoleh kebelakang. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Mengapa engkau berjalan cepat-cepat ?" Tanya Allah Azza wa Jalla kepada yang pertama. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Ya Tuhan dahulu aku selalu membangkang perintah Engkau, sekarang sudah seharusnya aku taat kepada-Mu dengan kembali masuk ke neraka." jawabnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Dan kamu, mengapa kamu tidak segera kembali ke dalam neraka ? " tanya Allah kepad yang kedua. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Aku sangat mengharap ampunan Engkau, karena tidak mungkin engkau mengembalikan kami kedalam neraka setelah membebaskan kami darinya." jawabnya. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;"Masuklah kalian berdua ke dalam surga-Ku. Masuklah karena kamu telah mentaati perintah-Ku. Dan masuklah karena kamu percaya pada rahmat dan kemurahan-Ku." &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-4943610147462451234?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/4943610147462451234/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/rahmat-allah.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4943610147462451234'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4943610147462451234'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/rahmat-allah.html' title='Rahmat Allah'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/Skr2RtMNBfI/AAAAAAAAAGs/pLOm2pUSwo0/s72-c/untitled.bmp' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-1120644296020180679</id><published>2009-06-25T05:31:00.000-07:00</published><updated>2009-06-25T05:34:36.972-07:00</updated><title type='text'>Pasang Iklan</title><content type='html'>Syarat Yang Harus Anda Penuhi, jika ingin memasang IKLAN:&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;* isi Format di bawah ini.&lt;br /&gt;Nama                :&lt;br /&gt;Alamat              :&lt;br /&gt;Pekerjaan           :&lt;br /&gt;Website             :&lt;br /&gt;No. Telp / Handphone:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan lupa sertakan banner sesuai ukuran 125x125 pixels.&lt;br /&gt;(format gif, jpeg, bmp, png)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Kirim contens IKLAN Anda melalui akhiezz_18@yahoo.com atau dengan mengisi Komentar dengan contens IKLAN Anda.&lt;br /&gt;* IKLAN yang merugikan orang lain, menyangkut SARA, porno, dan kekerasan akan saya tolak.&lt;br /&gt;* Pengajuan dan Persetujuan Kontrak IKLAN via e-mail akhiezz_18@yahoo.com&lt;br /&gt;* Jika terjadi permasalahan yang menyangkut kerugian diselesaikan dengan Musyawarah.&lt;br /&gt;* Administrasi IKLAN Rp.20.000/perBulan transfer ke Rekening BRI 1078-07-000575-50-6 atas Nama Muhammad Al Muqoyyim&lt;br /&gt;* Iklan Anda akan terpampang selama 1 Bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin mengucapkan sesuatu pada saya? memasang iklan, mungkin pertanyaan, kritik, saran, sharing informasi atau apa saja? silahkan isi form kontak di bawah ini. Semua informasi yang Anda berikan adalah bersifat rahasia, dan saya menjamin kerahasiaan Anda.Terima kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;form action="http://kontactr.com/euser.php" method="post"&gt;&lt;br /&gt;&lt;table style="FONT-SIZE: 13px; FONT-FAMILY: Tahoma, Verdana" cellpadding="10" border="0"&gt;&lt;br /&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td align="right"&gt;Your Name : &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;input style="WIDTH: 250px" name="sender_name"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td align="right"&gt;Your Email : &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;input style="WIDTH: 250px" name="sender_email"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td align="right"&gt;Subject : &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;input style="WIDTH: 250px" name="subject"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td valign="top" align="right"&gt;Message : &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;textarea style="PADDING-RIGHT: 3px; PADDING-LEFT: 3px; FONT-SIZE: 13px; PADDING-BOTTOM: 3px; PADDING-TOP: 3px; FONT-FAMILY: Tahoma, Verdana" name="message" rows="10" cols="40"&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td valign="center" align="right"&gt;Image (case-sensitive): &lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;td&gt;&lt;img src="http://kontactr.com/captcha.php" /&gt; &lt;input style="PADDING-RIGHT: 3px; PADDING-LEFT: 3px; FONT-SIZE: 13px; MARGIN-BOTTOM: 10px; PADDING-BOTTOM: 3px; PADDING-TOP: 3px; FONT-FAMILY: Tahoma, Verdana" name="captcha_code"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;tr&gt;&lt;br /&gt;&lt;td align="middle" colspan="2"&gt;&lt;input id="send" style="FONT-SIZE: 18px; WIDTH: 100px; LETTER-SPACING: 5px" type="submit" value="Send" name="send"&gt;&lt;/td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;/form&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-1120644296020180679?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/1120644296020180679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/pasang-iklan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/1120644296020180679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/1120644296020180679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/pasang-iklan.html' title='Pasang Iklan'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-4612542963948400756</id><published>2009-06-24T17:05:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T02:06:20.761-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Mualaf China'/><title type='text'>Wong Fei Hung Adalah Seorang Muslim</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Assalamualikum wr.wb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah banyak orang yang tahu bahwa tokoh bahari legendaris asal Cina, Sam Poo Kong alias Muhammad Cheng Ho adalah seorang Muslim. Namun nampaknya masih banyak yang belum tahu bahwa masih banyak tokoh China legendaris yang ternyata beragama Islam. Dua di antaranya ialah Wong Fei Hung dan Judge Bao.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama ini kita hanya mengenal Wong Fei Hung sebagai jagoan Kung fu dalam film Once Upon A Time in China. Dalam film itu, karakter Wong Fei Hung diperankan oleh aktor terkenal Hong Kong, Jet Li. Namun siapakah sebenarnya Wong Fei Hung?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Wong Fei Hung adalah seorang Ulama, Ahli Pengobatan, dan Ahli Beladiri legendaris yang namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional China oleh pemerintah China. Namun Pemerintah China sering berupaya mengaburkan jatidiri Wong Fei Hung sebagai seorang muslim demi menjaga supremasi kekuasaan Komunis di China.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wong Fei-Hung dilahirkan pada tahun 1847 di Kwantung (Guandong) dari keluarga muslim yang taat. Nama Fei pada Wong Fei Hung merupakan dialek Canton untuk menyebut nama Arab, Fais. Sementara Nama Hung juga merupakan dialek Kanton untuk menyebut nama Arab, Hussein. Jadi, bila di-bahasa-arab-kan, namanya ialah Faisal Hussein Wong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayahnya, Wong Kay-Ying adalah seorang Ulama, dan tabib ahli ilmu pengobatan tradisional, serta ahli beladiri tradisional Tiongkok (wushu/kungfu). Ayahnya memiliki sebuah klinik pengobatan bernama Po Chi Lam di Canton (ibukota Guandong). Wong Kay-Ying merupakan seorang ulama yang menguasai ilmu wushu tingkat tinggi. Ketinggian ilmu beladiri Wong Kay-Ying membuatnya dikenal sebagai salah satu dari Sepuluh Macan Kwantung. Posisi Macan Kwantung ini di kemudian hari diwariskannya kepada Wong Fei Hung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi antara pengetahuan ilmu pengobatan tradisional dan teknik beladiri serta ditunjang oleh keluhuran budi pekerti sebagai Muslim membuat keluarga Wong sering turun tangan membantu orang-orang lemah dan tertindas pada masa itu. Karena itulah masyarakat Kwantung sangat menghormati dan mengidolakan Keluarga Wong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien klinik keluarga Wong yang meminta bantuan pengobatan umumnya berasal dari kalangan miskin yang tidak mampu membayar biaya pengobatan. Walau begitu, Keluarga Wong tetap membantu setiap pasien yang datang dengan sungguh-sungguh. Keluarga Wong tidak pernah pandang bulu dalam membantu, tanpa memedulikan suku, ras, agama, semua dibantu tanpa pamrih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara rahasia, keluarga Wong terlibat aktif dalam gerakan bawah tanah melawan pemerintahan Dinasti Ch’in yang korup dan penindas. Dinasti Ch’in ialah Dinasti yang merubuhkan kekuasaan Dinasti Yuan yang memerintah sebelumnya. Dinasti Yuan ini dikenal sebagai satu-satunya Dinasti Kaisar Cina yang anggota keluarganya banyak yang memeluk agama Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wong Fei-Hung mulai mengasah bakat beladirinya sejak berguru kepada Luk Ah-Choi yang juga pernah menjadi guru ayahnya. Luk Ah-Choi inilah yang kemudian mengajarinya dasar-dasar jurus Hung Gar yang membuat Fei Hung sukses melahirkan Jurus Tendangan Tanpa Bayangan yang legendaris. Dasar-dasar jurus Hung Gar ditemukan, dikembangkan dan merupakan andalan dari Hung Hei-Kwun, kakak seperguruan Luk Ah-Choi. Hung Hei-Kwun adalah seorang pendekar Shaolin yang lolos dari peristiwa pembakaran dan pembantaian oleh pemerintahan Dinasti Ch’in pada 1734.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hung Hei-Kwun ini adalah pemimpin pemberontakan bersejarah yang hampir mengalahkan dinasti penjajah Ch’in yang datang dari Manchuria (sekarang kita mengenalnya sebagai Korea). Jika saja pemerintah Ch’in tidak meminta bantuan pasukan-pasukan bersenjata bangsa asing (Rusia, Inggris, Jepang), pemberontakan pimpinan Hung Hei-Kwun itu niscaya akan berhasil mengusir pendudukan Dinasti Ch’in.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berguru kepada Luk Ah-Choi, Wong Fei-Hung kemudian berguru pada ayahnya sendiri hingga pada awal usia 20-an tahun, ia telah menjadi ahli pengobatan dan beladiri terkemuka. Bahkan ia berhasil mengembangkannya menjadi lebih maju. Kemampuan beladirinya semakin sulit ditandingi ketika ia berhasil membuat jurus baru yang sangat taktis namun efisien yang dinamakan Jurus Cakar Macan dan Jurus Sembilan Pukulan Khusus. Selain dengan tangan kosong, Wong Fei-Hung juga mahir menggunakan bermacam-macam senjata. Masyarakat Canton pernah menyaksikan langsung dengan mata kepala mereka sendiri bagaimana ia seorang diri dengan hanya memegang tongkat berhasil menghajar lebih dari 30 orang jagoan pelabuhan berbadan kekar dan kejam di Canton yang mengeroyoknya karena ia membela rakyat miskin yang akan mereka peras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan keluarga, Allah banyak mengujinya dengan berbagai cobaan. Seorang anaknya terbunuh dalam suatu insiden perkelahian dengan mafia Canton. Wong Fei-Hung tiga kali menikah karena istri-istrinya meninggal dalam usia pendek. Setelah istri ketiganya wafat, Wong Fei-Hung memutuskan untuk hidup sendiri sampai kemudian ia bertemu dengan Mok Gwai Lan, seorang perempuan muda yang kebetulan juga ahli beladiri. Mok Gwai Lan ini kemudian menjadi pasangan hidupnya hingga akhir hayat. Mok Gwai Lan turut mengajar beladiri pada kelas khusus perempuan di perguruan suaminya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada 1924 Wong Fei-Hung meninggal dalam usia 77 tahun. Masyarakat Cina, khususnya di Kwantung dan Canton mengenangnya sebagai pahlawan pembela kaum mustad’afin (tertindas) yang tidak pernah gentar membela kehormatan mereka. Siapapun dan berapapun jumlah orang yang menindas orang miskin, akan dilawannya dengan segenap kekuatan dan keberanian yang dimilikinya. Wong Fei-Hung wafat dengan meninggalkan nama harum yang membuatnya dikenal sebagai manusia yang hidup mulia, salah satu pilihan hidup yang diberikan Allah kepada seorang muslim selain mati Syahid. Semoga segala amal ibadahnya diterima di sisi Alah Swt dan semoga segala kebaikannya menjadi teladan bagi kita, generasi muslim yang hidup setelahnya. Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber&lt;br /&gt;http://m.cybermq.com dari browser ponsel anda!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-4612542963948400756?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/4612542963948400756/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/wong-fei-hung-adalah-seorang-muslim.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4612542963948400756'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4612542963948400756'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/wong-fei-hung-adalah-seorang-muslim.html' title='Wong Fei Hung Adalah Seorang Muslim'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-9221954422144628510</id><published>2009-06-14T22:20:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T02:06:20.761-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etika Islam'/><title type='text'>Etika Membaca Al-Qur'an</title><content type='html'>Sebaiknya orang yang membaca Al-Qur’an dalam keadaan sudah berwudhu, suci pakaiannya, badannya dan tempatnya serta telah bergosok gigi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya memilih tempat yang tenang dan waktunya pun pas, karena hal tersebut lebih dapat konsentrasi dan jiwa lebih tenang.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya memulai tilawah dengan ta`awwudz, kemu-dian basmalah pada setiap awal surah selain selain surah At-Taubah. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Apabila kamu akan mem-baca al-Qur’an, maka memohon perlindungan-lah kamu kepada Alloh dari godaan syetan yang terkutuk”. (An-Nahl: 98).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya selalu memperhatikan hukum-hukum tajwid dan membunyikan huruf sesuai dengan makhrajnya serta membacanya dengan tartil (perlahan-lahan). Alloh berfirman yang Subhanahu wa Ta’ala artinya: “Dan Bacalah Al-Qur’an itu dengan perlahan-lahan”. (Al-Muzzammil: 4).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunnatkan memanjangkan bacaan dan memperindah suara di saat membacanya. Anas bin Malik Radhiallaahu anhu pernah ditanya: Bagaimana bacaan Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam (terhadap Al-Qur’an? Anas menjawab: “Bacaannya panjang (mad), kemudian Nabi membaca “Bismillahirrahmanirrahim” sambil memanjangkan Bismillahi, dan memanjangkan bacaan ar-rahmani dan memanjangkan bacaan ar-rahim”. (HR. Al-Bukhari). Dan Nabi Shallallaahu alaihi wa Sallam juga bersabda: “Hiasilah suara kalian dengan Al-Qur’an”. (HR. Abu Daud, dan dishahih-kan oleh Al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya membaca sambil merenungkan dan menghayati makna yang terkandung pada ayat-ayat yang dibaca, berinteraksi dengannya, sambil memohon surga kepada Alloh bila terbaca ayat-ayat surga, dan berlindung kepada Alloh dari neraka bila terbaca ayat-ayat neraka. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai fikiran.” (Shad: 29). Dan di dalam hadits Hudzaifah ia menuturkan: “……Apabila Nabi terbaca ayat yang mengandung makna bertasbih (kepada Alloh) beliau bertasbih, dan apabila terbaca ayat yang mengandung do`a, maka beliau berdo`a, dan apabila terbaca ayat yang bermakna meminta perlindungan (kepada Alloh) beliau memohon perlindungan”. (HR. Muslim). Alloh berfirman yang artinya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya mendengarkan bacaan Al-Qur’an dengan baik dan diam, tidak berbicara. Alloh Subhanahu wa Ta’ala berfirman yang artinya: “Dan apabila Al-Qur’an dibacakan, maka dengarkanlah baik-baik, dan perhatikanlah dengan tenang agar kamu men-dapat rahmat”. (Al-A`raf: 204).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaklah selalu menjaga al-Qur’an dan tekun membacanya dan mempelajarinya (bertadarus) hingga tidak lupa. Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “Peliharalah Al-Qur’an baik-baik, karena demi Tuhan yang diriku berada di tangan-Nya, ia benar-benar lebih liar (mudah lepas) dari pada unta yang terikat di tali kendalinya”. (HR. Al-Bukhari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya tidak menyentuh Al-Qur’an kecuali dalam keadaan suci. Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah berfirman yang artinya: “Tidak akan menyentuhnya kecuali orang-orang yang disucikan”. (Al-Waqi`ah: 79).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh bagi wanita haid dan nifas membaca al-Qur’an dengan tidak menyentuh mushafnya menurut salah satu pendapat ulama yang lebih kuat, karena tidak ada hadits shahih dari Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam yang melarang hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disunnatkan menyaringkan bacaan Al-Qur’an selagi tidak ada unsur yang negatif, seperti riya atau yang serupa dengannya, atau dapat mengganggu orang yang sedang shalat, atau orang lain yang juga membaca Al-Qur’an. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Termasuk sunnah adalah berhenti membaca bila sudah ngantuk, karena Rasululloh Shallallaahu alaihi wa Sallam bersabda: “?pabila salah seorang kamu bangun di malam hari, lalu lisannya merasa sulit untuk membaca Al-Qur’an hingga tidak menyadari apa yang ia baca, maka hendaknya ia berbaring (tidur)”. (HR. Muslim). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber: Kitab “Etika Kehidupan Muslim Sehari-hari” By : Al-Qismu Al-Ilmi-Dar Al-Wathan)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-9221954422144628510?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/9221954422144628510/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/etika-membaca-al-quran.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/9221954422144628510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/9221954422144628510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/etika-membaca-al-quran.html' title='Etika Membaca Al-Qur&apos;an'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-4028868934302606415</id><published>2009-06-14T21:24:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T02:07:26.777-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><title type='text'>12 golongan yang termasuk didoakan oleh para Malaikat</title><content type='html'>Insya Allah berikut inilah orang-orang yang didoakan oleh para malaikat :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Barangsiapa yang tidur dalam keadaan suci, maka malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa 'Ya Allah, ampunilah hambamu si fulan karena tidur dalam keadaan suci". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Imam Ibnu Hibban meriwayatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/37) &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu shalat&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah salah seorang diantara kalian yang duduk menunggu shalat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali para malaikat akan mendoakannya 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia'" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Muslim no. 469)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Orang-orang yang berada di shaf barisan depan di dalam shalat berjamaah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat kepada (orang - orang) yang berada pada shaf - shaf terdepan" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Imam Abu Dawud (dan Ibnu Khuzaimah) dari Barra' bin 'Azib ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Sunan Abi Dawud I/130)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Orang-orang yang menyambung shaf pada sholat berjamaah (tidak membiarkan sebuah kekosongan di dalam shaf).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat selalu bershalawat kepada orang-orang yang menyambung shaf-shaf" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Para Imam yaitu Ahmad, Ibnu Majah, Ibnu Khuzaimah, Ibnu Hibban dan Al Hakim meriwayatkan dari Aisyah ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhib wat Tarhib I/272)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Para malaikat mengucapkan 'Amin' ketika seorang Imam selesai membaca Al Fatihah&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Jika seorang Imam membaca 'ghairil maghdhuubi 'alaihim waladh dhaalinn', maka ucapkanlah oleh kalian 'aamiin', karena barangsiapa ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, maka ia akan diampuni dosanya yang masa lalu". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Imam Bukhari meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 782)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Orang yang duduk di tempat shalatnya setelah melakukan shalat&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat akan selalu bershalawat ( berdoa ) kepada salah satu diantara kalian selama ia ada di dalam tempat shalat dimana ia melakukan shalat, selama ia belum batal wudhunya, (para malaikat) berkata, 'Ya Allah ampunilah dan sayangilah ia'" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah, Al Musnad no. 8106, Syaikh Ahmad Syakir menshahihkan hadits ini)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Orang-orang yang melakukan shalat shubuh dan 'ashar secara berjama'ah.&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Para malaikat berkumpul pada saat shalat shubuh lalu para malaikat ( yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga shubuh) naik (ke langit), dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu shalat 'ashar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga shalat 'ashar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal, lalu Allah bertanya kepada&lt;br /&gt;mereka, 'Bagaimana kalian meninggalkan hambaku?', mereka menjawab, 'Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan shalat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan shalat, maka ampunilah mereka pada hari kiamat'" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Al Musnad no. 9140, hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Ahmad Syakir)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan orang yang didoakan&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka malaikat tersebut berkata 'aamiin dan engkaupun mendapatkan apa yang ia&lt;br /&gt;dapatkan'" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Ummud Darda' ra., Shahih Muslim no. 2733)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Orang-orang yang berinfak&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Tidak satu hari pun dimana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali 2 malaikat turun kepadanya, salah satu diantara keduanya berkata, 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak'. Dan lainnya berkata, 'Ya Allah, hancurkanlah harta orang yang pelit'" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Imam Bukhari dan Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah ra., Shahih Bukhari no. 1442 dan Shahih Muslim no. 1010)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Orang yang sedang makan sahur&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya Allah dan para malaikat-Nya bershalawat (berdoa ) kepada orang-orang yang sedang makan sahur" Insya Allah termasuk disaat sahur untuk puasa&lt;br /&gt;"sunnah" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Imam Ibnu Hibban dan Imam Ath Thabrani, meriwayaatkan dari Abdullah bin Umar ra., hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At Targhiib wat Tarhiib I/519)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1&lt;strong&gt;1. Orang yang sedang menjenguk orang sakit&lt;/strong&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70.000 malaikat untuknya yang akan bershalawat kepadanya di waktu siang kapan saja hingga sore dan di waktu malam kapan saja hingga shubuh" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Imam Ahmad meriwayatkan dari 'Ali bin Abi Thalib ra., Al Musnad no. 754, Syaikh Ahmad Syakir berkomentar, "Sanadnya shahih")&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;12. Seseorang yang sedang mengajarkan kebaikan kepada orang lain&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW bersabda, "Keutamaan seorang alim atas seorang ahli ibadah bagaikan keutamaanku atas seorang yang paling rendah diantara kalian. Sesungguhnya penghuni langit dan bumi, bahkan semut yang di dalam lubangnya dan bahkan ikan, semuanya bershalawat kepada&lt;br /&gt;orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain" &lt;br /&gt;(Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dari Abu Umamah Al Bahily ra., dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Kitab Shahih At Tirmidzi II/343)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber Tulisan Oleh :&lt;br /&gt;Syaikh Dr. Fadhl Ilahi, Orang-Orang yang Didoakan Malaikat, Pustaka Ibnu Katsir, Bogor, Cetakan Pertama, Februari 2005 &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-4028868934302606415?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/4028868934302606415/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/12-golongan-yang-termasuk-didoakan-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4028868934302606415'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4028868934302606415'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/12-golongan-yang-termasuk-didoakan-oleh.html' title='12 golongan yang termasuk didoakan oleh para Malaikat'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-1503136895573028663</id><published>2009-06-14T17:33:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T17:37:47.395-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Tidak Ada Nabi dari Kalangan Wanita dan Jin</title><content type='html'>Penulis: Al-Ustadz Abu Abdillah Abdurrahman Mubarak Ata  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iman kepada para rasul merupakan salah satu rukun iman yang wajib diimani seorang mukmin. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;لَيْسَ الْبِرَّ أَنْ تُوَلُّوا وُجُوهَكُمْ قِبَلَ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَلَكِنَّ الْبِرَّ مَنْ ءَامَنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ وَالْمَلاَئِكَةِ وَالْكِتَابِ وَالنَّبِيِّينَ&lt;br /&gt;"Bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan barat itu suatu kebajikan, akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah, hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi." (Al-Baqarah: 177)&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, ketika ditanya tentang masalah iman oleh Jibril ‘alaihissalam:&lt;br /&gt;أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ، وَمَلاَئِكَتِهِ، وَكُتُبِهِ، وَرُسُلِهِ، وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ، وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ&lt;br /&gt;"Engkau beriman kepada Allah, kepada malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya, dan engkau beriman kepada hari akhir serta mengimani qadar yang baik dan jeleknya." (HR. Muslim no. 1)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Rasul&lt;br /&gt;Rasul adalah seorang laki-laki yang diutus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan membawa risalah kepada orang-orang yang menyelisihi perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faedah&lt;br /&gt;Seluruh rasul adalah nabi. Namun para ulama menjelaskan perbedaan nabi dengan rasul:&lt;br /&gt;1. Sebagian ulama menjelaskan bahwa nabi adalah laki-laki yang diberi wahyu dan tidak diperintah untuk berdakwah. Adapun rasul, diperintah untuk berdakwah.&lt;br /&gt;2. Sebagian ulama menjelaskan bahwa rasul diutus dengan risalah yang baru, sedangkan nabi melanjutkan syariat rasul sebelumnya. Pendapat ini disebutkan oleh Al-Alusi dan dikuatkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani t.&lt;br /&gt;3. Syaikhul Islam rahimahullahu menyebutkan bahwa rasul adalah seorang yang diberi wahyu oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan diutus kepada orang yang menyelisihi perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Adapun jika mengamalkan syariat rasul sebelumnya dan tidak diutus kepada kaum tertentu, maka dia adalah nabi bukan rasul.&lt;br /&gt;Kesimpulannya adalah apa yang diucapkan Ibnu Abil ‘Izzi rahimahullahu: "Rasul lebih khusus dari nabi. Semua rasul adalah nabi, namun tidak semua nabi adalah rasul." (Lihat Syarh Al-’Aqidah Ath-Thahawiyah, hal 180, Tanbihat Saniyah, hal. 9)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna Iman kepada Rasul&lt;br /&gt;Iman kepada rasul mencakup beberapa perkara:&lt;br /&gt;1. Beriman bahwa risalah mereka adalah haq, benar datangnya dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Barangsiapa yang mengingkari risalah salah seorang dari mereka berarti dia telah kufur kepada seluruh rasul. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوْحٍ الْمُرْسَلِيْنَ&lt;br /&gt;"Kaum Nuh telah mendustakan para rasul." (Asy-Syu’ara`: 105) &lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan mereka mendustakan semua rasul, padahal tidak ada nabi ketika itu selain Nuh ‘alaihissalam. Demikian pula kaum Nasrani yang telah mendustakan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pada hakikatnya mereka telah mendustakan Nabi ‘Isa ‘alaihissalam. Apalagi Nabi ‘Isa ‘alaihissalam telah mengabarkan berita gembira akan kedatangan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;Adapun rasul yang kita tidak tahu namanya, maka kita mengimaninya secara global. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِنْ قَبْلِكَ مِنْهُمْ مَنْ قَصَصْنَا عَلَيْكَ وَمِنْهُمْ مَنْ لَمْ نَقْصُصْ عَلَيْكَ&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya telah kami utus beberapa orang rasul sebelum kamu, di antara mereka ada yang kami ceritakan kepadamu dan di antara mereka ada (pula) yang tidak kami ceritakan kepadamu." (Ghafir: 78)&lt;br /&gt;2. Mengimani nama-nama para rasul yang telah kita ketahui namanya, seperti Nabi Muhammad, Ibrahim, Musa, ‘Isa, dan Nuh ‘alaihimussalam.&lt;br /&gt;3. Membenarkan berita-berita yang benar dari mereka.&lt;br /&gt;4. Mengamalkan syariat rasul yang diutus kepada kita, yaitu Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;فَلاَ وَرَبِّكَ لاَ يُؤْمِنُونَ حَتَّى يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لاَ يَجِدُوا فِي أَنْفُسِهِمْ حَرَجًا مِمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا تَسْلِيمًا&lt;br /&gt;"Maka demi Rabbmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu sebagai hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan. Kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya." (An-Nisa`: 65)&lt;br /&gt;[Lihat Syarh Al-Ushul Ats-Tsalatsah karya Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin t, hal. 97-98]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hikmah Diutusnya Para Rasul&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullahu menjelaskan, hikmah diutusnya para rasul adalah:&lt;br /&gt;1. Menegakkan hujjah. &lt;br /&gt;2. Sebagai rahmat bagi alam ini.&lt;br /&gt;3. Menjelaskan jalan yang akan menyampaikan manusia kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. (Lihat Al-Qaulul Mufid Syarh Kitab At-Tauhid)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Masalah Penting&lt;br /&gt;Seluruh rasul adalah manusia, tidak ada rasul dari kalangan jin. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا وَإِبْرَاهِيمَ وَجَعَلْنَا فِي ذُرِّيَّتِهِمَا النُّبُوَّةَ وَالْكِتَابَ فَمِنْهُمْ مُهْتَدٍ وَكَثِيرٌ مِنْهُمْ فَاسِقُونَ&lt;br /&gt;"Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh dan Ibrahim, dan Kami jadikan kepada keturunan keduanya kenabian dan Al-Kitab. Maka di antara mereka ada yang menerima petunjuk dan banyak di antara mereka yang fasik." (Al-Hadid: 26)&lt;br /&gt;Ibnu Abil ‘Izzi rahimahullahu berkata: "Para rasul adalah dari kalangan manusia saja. Demikian yang dikatakan oleh Mujahid rahimahullahu dan lainnya dari kalangan salaf dan khalaf." (Lihat Syarh Ath-Thahawiyah hal. 191)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua Rasul adalah Laki-laki&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلاَّ رِجَالاً نُوحِي إِلَيْهِمْ فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ&lt;br /&gt;"Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang kami beri wahyu kepada mereka. Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui." (An-Nahl: 43)&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Abdurahman As-Sa’di rahimahullahu berkata: "Maknanya, engkau bukanlah rasul yang baru (pertama). Kami tidak pernah mengutus sebelummu malaikat, namun yang Kami utus adalah laki-laki sempurna, bukan dari kalangan wanita."&lt;br /&gt;Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: "Keyakinan Ahlus Sunnah wal Jamaah –dan ini dinukilkan oleh Abul Hasan Al-Asy’ari dari mereka– bahwa tidak ada nabi dari kalangan perempuan. Yang ada di kalangan mereka adalah shiddiqah, sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan tentang wanita yang paling mulia, Maryam bintu ‘Imran:&lt;br /&gt;مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلاَنِ الطَّعَامَ&lt;br /&gt;"Al-Masih putra Maryam itu hanyalah seorang rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan." (Al-Ma`idah: 75) &lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutnya sebagai shiddiqah (seorang yang sangat benar) dalam kedudukan yang paling mulia. Kalau seandainya dia adalah nabi, niscaya akan disebutkan dalam rangka memuliakan dan mengagungkannya. Dia adalah shiddiqah berdasarkan nash Al-Qur`an." (Tafsir Ibnu Katsir)&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Abdurahman As-Sa’di rahimahullahu ketika menafsirkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:&lt;br /&gt;مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلاَّ رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلاَنِ الطَّعَامَ&lt;br /&gt;"Al-Masih putra Maryam itu hanyalah seorang rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan." (Al-Ma`idah: 75) &lt;br /&gt;Beliau rahimahullahu berkata: "Ini adalah dalil bahwa Maryam bukanlah nabi. Bahkan derajat tertinggi baginya adalah shiddiqah. Cukuplah hal ini sebagai kemuliaan dan keutamaan. Demikian pula seluruh wanita, tidak ada seorangpun dari mereka yang menjadi seorang nabi. Karena Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan bahwa kenabian adalah dari jenis yang paling sempurna yaitu kaum pria. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ إِلاَّ رِجَالاً نُوحِي إِلَيْهِمْ&lt;br /&gt;"Dan Kami tidak mengutus sebelum kamu, kecuali orang-orang lelaki yang kami beri wahyu kepada mereka." (Tafsir As-Sa’di hal. 240)&lt;br /&gt;Ijma’ tentang masalah ini telah dinukil oleh Al-Qadhi Abu Bakr, Al-Qadhi Abu Ya’la, Abul Ma’ali, dan Al-Kirmani serta selain mereka. (Lihat tahqiq Yasin terhadap Syarh Al-Wasithiyyah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak Ada Nabi dan Rasul setelah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam &lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;مَا كَانَ مُحَمَّدٌ أَبَا أَحَدٍ مِنْ رِجَالِكُمْ وَلَكِنْ رَسُولَ اللهِ وَخَاتَمَ النَّبِيِّينَ وَكَانَ اللهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا&lt;br /&gt;"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup nabi-nabi. Dan adalah Allah Maha mengetahui segala sesuatu." (Al-Ahzab: 40)&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Muhammad Nashirudin Al-Albani rahimahullahu berkata: "Aqidah ini (yakni Muhammad adalah nabi terakhir) telah ditetapkan dalam hadits yang masyhur diterima oleh umat." (Ta’liq Ath-Thahawiyyah)&lt;br /&gt;Di antara hadits yang beliau isyaratkan adalah:&lt;br /&gt;1. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:&lt;br /&gt;فُضِّلْتُ عَلَى الْأَنْبِيَاءِ بِسِتٍّ: أُعْطِيتُ جَوَامِعَ الْكَلِمِ، وَنُصِرْتُ بِالرُّعْبِ، وَأُحِلَّتْ لِيَ الْغَنَائِمُ، وَجُعِلَتْ لِيَ الْأَرْضُ طَهُورًا وَمَسْجِدًا، وَأُرْسِلْتُ إِلَى الْخَلْقِ كَافَّةً، وَخُتِمَ بِيَ النَّبِيُّونَ&lt;br /&gt;"Aku diberi keutamaan atas nabi selainku dengan enam hal: aku diberi jawami’ul kalim, ditolong dengan rasa takut, dihalalkan bagiku ghanimah, dijadikan bagiku bumi sebagai masjid dan alat bersuci, aku diutus kepada semua makhluk, dan kenabian ditutup olehku." (HR. Muslim no. 523)&lt;br /&gt;2. Dari Tsauban radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata:&lt;br /&gt;إِنَّهُ سَيَكُونُ فِي أُمَّتِي كَذَّابُونَ ثَلَاثُونَ كُلُّهُمْ يَزْعُمُ أَنَّهُ نَبِيٌّ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّينَ لَا نَبِيَّ بَعْدِي &lt;br /&gt;"Akan ada setelahku 30 orang pendusta, semuanya mengaku sebagai nabi. Padahal aku adalah penutup para nabi, tidak ada nabi setelahku." (HR. Abu Dawud no. 4252, dan Ahmad dengan sanad yang shahih)&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Al-Albani rahimahullahu berkata: "Di antara para dajjal tersebut adalah Mirza Ghulam Ahmad Al-Qadiyani, yang mengaku sebagai nabi." (lihat Ta’liqat Ath-Thahawiyyah)&lt;br /&gt;Al-Imam Ath-Thahawi rahimahullahu berkata: "Semua pengakuan kenabian setelah Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah kesesatan dan hawa nafsu semata."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab-sebab Penyimpangan Aqidah&lt;br /&gt;Masalah aqidah merupakan perkara terpenting yang harus dipelajari, dipahami dan dijaga oleh setiap muslim. Kemungkaran terbesar yang harus diingkari adalah penyimpangan aqidah. Namun sangat disayangkan, munculnya penyimpangan-penyimpangan aqidah di kalangan muslimin bukannya diingkari, namun malah diikuti dan ‘dipelihara’.&lt;br /&gt;Di antara sekian panyimpangan aqidah adalah ucapan yang menyatakan adanya nabi setelah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam, seperti diserukan oleh Ahmadiyah Qadiyaniyyah, juga Al-Qiyadah Al-Islamiyah. Ucapan mereka jelas sesat dan menyesatkan, bertentangan dengan dalil Al-Qur`an dan As-Sunnah yang sebagiannya telah kita sebutkan.&lt;br /&gt;Yang perlu kita cermati adalah, apakah sebab penyimpangan-penyimpangan aqidah? Mengapa sebagian orang tertipu dan terjerumus dalam penyimpangan tersebut?&lt;br /&gt;Penyimpangan dalam aqidah banyak sebabnya. Di antaranya:&lt;br /&gt;1. Kebodohan seseorang akan aqidah yang benar karena tidak mau belajar dan mengajarkannya, serta kurang mementingkan perkara aqidah.&lt;br /&gt;2. Ta’ashub (fanatik) kepada nenek moyang dan orang yang dianggap sesepuh walaupun ajaran mereka adalah batil. Ini adalah penyakit kaum musyrikin. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ اتَّبِعُوا مَا أَنْزَلَ اللهُ قَالُوا بَلْ نَتَّبِعُ مَا أَلْفَيْنَا عَلَيْهِ آبَاءَنَا أَوَلَوْ كَانَ آبَاؤُهُمْ لاَ يَعْقِلُونَ شَيْئًا وَلاَ يَهْتَدُونَ&lt;br /&gt;"Dan apabila dikatakan kepada mereka: ‘Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,’ mereka menjawab: ‘(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami.’ (Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui sesuatupun, dan tidak mendapat petunjuk?" (Al-Baqarah: 170)&lt;br /&gt;3. Taqlid buta, membebek dan mengambil perkataan orang dalam masalah aqidah tanpa mengetahui dalilnya dan tanpa meneliti kebenarannya.&lt;br /&gt;4. Kosongnya rumah-rumah kaum muslimin dari pendidikan Islami dan pengajaran aqidah yang benar. Padahal Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda: &lt;br /&gt;كُلُّ مَوْلُودٍ يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ &lt;br /&gt;"Setiap anak dilahirkan di atas fitrah kedua orangtuanyalah yang akan menjadikan dia Yahudi atau Nasrani atau Majusi."&lt;br /&gt;5. Kurangnya pendidikan aqidah yang benar di sarana-sarana pendidikan dan informasi. Sarana informasi sekarang ini lebih cenderung kepada masalah duniawi, bahkan kebanyakan menjadi alat perusak.&lt;br /&gt;(Lihat Kitab At-Tauhid li shafil awwal ali, Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, hal. 14,)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan untuk Menjaga Diri dari Penyimpangan&lt;br /&gt;Seorang muslim wajib berusaha menyelamatkan dirinya dari penyimpangan. Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah menyatakan:&lt;br /&gt;"Cara-cara untuk menjaga diri dari penyimpangan adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;- Kembali kepada Al-Qur`an dan As-Sunnah dalam menerima masalah aqidah sebagaimana dilakukan para salaf kita yang shalih, karena mereka telah mengambil aqidah dari keduanya. Tidak akan bagus keadaan akhir umat ini kecuali dengan apa yang telah membaguskan generasi awalnya. Hal ini disertai dengan pengetahuan terhadap berbagai keyakinan kelompok-kelompok sesat serta syubhat mereka untuk dibantah, dan agar umat diperingatkan dari mereka. Karena seorang yang tidak tahu kejelekan dikhawatirkan dia akan terjatuh padanya&lt;br /&gt;- Mementingkan pengajaran aqidah shahihah –aqidah shalafus shalih– dalam berbagai jenjang pendidikan serta memberikan alokasi waktu yang cukup untuknya.&lt;br /&gt;- Memasukkan pelajaran kitab-kitab salafiyah yang murni dan menjauhkan kitab-kitab kelompok yang menyimpang.&lt;br /&gt;- Dakwah para dai yang memperbaiki dan memperbarui aqidah, yang mengajari aqidah salaf kepada manusia serta membantah kesesatan orang menyimpang." (Kitab At-Tauhid lishaffil awal ali, Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan, hal.14-15, dengan sedikit perubahan)&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa memberikan taufiq kepada kita menuju shirathal mustaqim dan istiqamah di atasnya.&lt;br /&gt;Walhamdulillahi Rabbil ‘alamin.&lt;br /&gt;Sumber : &lt;a href="http://www.darussalaf.or.id"&gt;http://www.darussalaf.or.id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;         &lt;a href="http://www.asysyariah.com"&gt;http://www.asysyariah.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-1503136895573028663?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/1503136895573028663/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/tidak-ada-nabi-dari-kalangan-wanita-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/1503136895573028663'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/1503136895573028663'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/tidak-ada-nabi-dari-kalangan-wanita-dan.html' title='Tidak Ada Nabi dari Kalangan Wanita dan Jin'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-6673343520454873480</id><published>2009-06-14T17:09:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T02:07:26.777-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum islam'/><title type='text'>Hukum Memakai Emas Sepuhan</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan.&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Apa hukumnya memakai emas sepuhan ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban.&lt;br /&gt;Dihalalkan bagi wanita untuk memakai emas, baik yang sepuhan maupun yang tidak sepuhan, berdasarkan keumuman ayat :&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan apakah patut (menjadi anak Allah) orang yang dibesarkan dalam keadaan berperhiasan sedang dia tidak dapat memberi alasan yang terang dalam pertengkaran" [Az-Zukhrif : 18]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini Allah menyebutkan bahwa berhias merupakan tabi'at wanita yang mencakup berhias dengan emas maupun selainnya. Juga berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud dan An-Nasa'i dengan sanad jayyid, dari Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam mengambil sutera dan memegangnya dengan tangan kanannya, dan mengambil emas serta memegangnya dengan tangan kirinya kemudian beliau berkata :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sesungguhnya kedua barang ini hukumnya haram atas para pria dari umatku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Majah menambahkan dalam riwayatnya, "Dan dihalalkan untuk para wanita umatku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga berdasarkan riwayat Ahmad, An-Nasa'i dan At-Tirmidzi, yang menshahihkannya, juga diriwayatkan oleh Abu Daud, Hakim dan ia menshahihkannya, diriwayatkan pula oleh Ath-Thabrani yang menshahihkannya, diriwayatkan oleh Ibnu Hazm dan Abu Musa Al-Asy'ari Radhiyallahu 'anhu, bahwasanya Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dihalalkan emas dan sutera bagi para wanita dari umatku dan diharamkan bagi para lelaki dari umatku" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Fatawa Mar'ah, 2/87]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Al-Fatawa al-Jami'ah Lil Mar'atil Muslimah edisi Indoensia Fatwa-fatwa Tentang Wanita 3,Darul Haq, hal. 100-101]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-6673343520454873480?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/6673343520454873480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/hukum-memakai-emas-sepuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/6673343520454873480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/6673343520454873480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/hukum-memakai-emas-sepuhan.html' title='Hukum Memakai Emas Sepuhan'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-3864104717312177904</id><published>2009-06-14T16:59:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T02:07:04.663-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>ARTI SEBUAH NIAT</title><content type='html'>Fungsi niat dalam ibadah sangatlah penting. Karena itu setiap muslim harus senantiasa memperbaiki niat dalam ibadahnya, yaitu ikhlas untuk Allah semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umar ibnul Khaththab radliallahu anhu berkata: Aku mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda : &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;"Amalan-amalan itu hanyalah tergantung dengan niatnya. Dan setiap orang hanyalah mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan. Maka siapa yang amalan hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya maka hijrahnya itu karena Allah dan Rasul-Nya. Dan siapa yang hijrahnya karena dunia yang ingin ia peroleh atau karena wanita yang ingin ia nikahi maka hijrahnya itu kepada apa yang dia tujukan/niatkan". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits yang agung di atas diriwayatkan oleh Imam Bukhari rahimahullah dalam beberapa tempat dari kitab shahihnya (hadits no. 1, 54, 2529, 3898, 5070, 6689, 6953) dan Imam Muslim rahimahullah dalam shahihnya (no. 1908). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Al Imam Ibnu Rajab Al Hambali tentang hadits ini : "Yahya bin Said Al Anshari bersendirian dalam meriwayatkan hadits ini dari Muhammad bin Ibrahim At Taimi, dari `Alqamah bin Waqqash Al Laitsi, dari Umar ibnul Khaththab radliallahu anhu. Dan tidak ada jalan lain yang shahih dari hadits ini kecuali jalan ini. Demikian yang dikatakan oleh Ali ibnul Madini dan selainnya”. Berkata Al Khaththabi : "Aku tidak mengetahui adanya perselisihan di kalangan ahli hadits dalam hal ini sementara hadits ini juga diriwayatkan dari shahabat Abu Said Al Khudri dan selainnya”. Dan dikatakan: Hadits ini diriwayatkan dari jalan yang banyak akan tetapi tidak ada satupun yang shahih dari jalan-jalan tersebut di sisi para huffadz (para penghafal hadits). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian setelah Yahya bin Said Al Anshari banyak sekali perawi yang meriwayatkan darinya, sampai dikatakan : Telah meriwayatkan dari Yahya Al Anshari lebih dari 200 perawi. Bahkan ada yang mengatakan jumlahnya mencapai 700 rawi, yang terkenal dari mereka di antaranya Malik, Ats Tsauri, Al Auza`i , Ibnul Mubarak, Al Laits bin Sa`ad, Hammad bin Zaid, Syu`bah, Ibnu `Uyainah dan selainnya. . &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama bersepakat menshahihkan hadits ini dan menerimanya dengan penerimaan yang baik dan mantap. Imam Bukhari membuka kitab Shahihnya dengan hadits ini dan menempatkannya seperti khutbah/mukaddimah bagi kitab beliau, sebagai isyarat bahwasanya setiap amalan yang tidak ditujukan untuk mendapatkan wajah Allah maka amalan itu batil, tidak akan diperoleh buah/hasilnya di dunia terlebih lagi di akhirat. Karena itulah berkata Abdurrahman bin Mahdi: "Seandainya aku membuat bab-bab dalam sebuah kitab niscaya aku tempatkan pada setiap bab hadits Umar tentang amalan itu dengan niatnya”. Beliau juga mengatakan: "Siapa yang ingin menulis sebuah kitab maka hendaknya ia memulai dengan hadits innamal a'malu binniyah. (Jam`iul `Ulum wal Hikam, karya Ibnu Rajab Al Hambali, hal. 59-60. Muassasah Ar Risalah, cet. Ke-4, th. 1413 H/1993 M) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini selain diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim juga diriwayatkan oleh para imam yang lain. Dan komentar tentang hadits ini kami cukupkan dari menukil ucapan Ibnu Rajab Al Hambali di atas karena padanya ada kifayah (kecukupan). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penjelasan Hadits &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hadits di atas kita pahami bahwasanya setiap orang akan memperoleh balasan amalan yang dia lakukan sesuai dengan niatnya. Dalam hal ini telah berkata Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah: "Setiap amalan yang dilakukan seseorang apakah berupa kebaikan ataupun kejelekan tergantung dengan niatnya. Apabila ia tujukan dengan perbuatan tersebut niatan/maksud yang baik maka ia mendapatkan kebaikan, sebaliknya bila maksudnya jelek maka ia mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan". Beliau juga mengatakan: "Hadits ini mencakup di dalamnya seluruh amalan, yakni setiap amalan harus disertai niat. Dan niat ini yang membedakan antara orang yang beramal karena ingin mendapatkan ridla Allah dan pahala di negeri akhirat dengan orang yang beramal karena ingin dunia apakah berupa harta, kemuliaan, pujian, sanjungan, pengagungan dan selainnya". (Makarimul Akhlaq, hal 26 dan 27) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sini kita bisa melihat arti pentingnya niat sebagai ruh amal, inti dan sendinya. Amal menjadi benar karena niat yang benar dan sebaliknya amal jadi rusak karena niat yang rusak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dinukilkan dari sebagian salaf ucapan mereka yang bermakna: "Siapa yang senang untuk disempurnakan amalan yang dilakukannya maka hendaklah ia membaikkan niatnya. Karena Allah ta`ala memberi pahala bagi seorang hamba apabila baik niatnya sampaipun satu suapan yang dia berikan (akan diberi pahala)". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Ibnul Mubarak rahimahullah: "Berapa banyak amalan yang sedikit bisa menjadi besar karena niat dan berapa banyak amalan yang besar bisa bernilai kecil karena niatnya". (Jamiul Ulum wal Hikam, hal. 71) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perlu diketahui bahwasanya suatu perkara yang sifatnya mubah bisa diberi pahala bagi pelakunya karena niat yang baik. Seperti orang yang makan dan minum dan ia niatkan perbuatan tersebut dalam rangka membantunya untuk taat kepada Allah dan bisa menegakkan ibadah kepada-Nya. Maka dia akan diberi pahala karena niatnya yang baik tersebut. Ibnul Qayyim Al Jauziyah rahimahullah mengatakan : "Perkara mubah pada diri orang-orang yang khusus dari kalangan muqarrabin (mereka yang selalu berupaya mendekatkan diri kepada Allah) bisa berubah menjadi ketaatan dan qurubat (perbuatan untuk mendekatkan diri kepada Allah) karena niat". (Madarijus Salikin 1/107) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Nawawi rahimahullah dalam Syarah Muslim (7/92) ketika menjelaskan hadits: &lt;br /&gt;Dan pada kemaluan salah seorang dari kalian (menggauli istri) ada sedekah. &lt;br /&gt;Beliau menyatakan: "Dalam hadits ini ada dalil yang menunjukkan bahwasanya perkara-perkara mubah bisa menjadi amalan ketaatan dengan niat yang baik. Jima’ (bersetubuh) dengan istri bisa bernilai ibadah apabila seseorang meniatkan untuk menunaikan hak istri dan bergaul dengan cara yang baik terhadapnya sesuai dengan apa yang Allah perintahkan, atau ia bertujuan untuk mendapatkan anak yang shalih, atau untuk menjaga kehormatan dirinya atau kehormatan istrinya dan untuk mencegah keduanya dari melihat perkara yang haram, atau berfikir kepada perkara haram atau berkeinginan melakukannya dan selainnya dari tujuan-tujuan yang tidak baik".(Syarh Muslim 3/44) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meluruskan Niat &lt;br /&gt;Seorang hamba harus terus berupaya memperbaiki niatnya dan meluruskannya agar apa yang dia lakukan dapat berbuah kebaikan. Dan perbaikan niat ini perlu mujahadah (kesungguh-sungguhan dengan mencurahkan segala daya upaya). Karena sulitnya meluruskan niat ini sampai-sampai Sufyan Ats Tsauri rahimahullah berkata : "Tidak ada suatu perkara yang paling berat bagiku untuk aku obati daripada meluruskan niatku, karena niat itu bisa berubah-ubah terhadapku". (Hilyatul Auliya 7/5 dan 62) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan niat itu harus ditujukan semata untuk Allah, ikhlas karena mengharapkan wajah-Nya yang Mulia. Ibadah tanpa keikhlasan niat maka tertolak sebagaimana bila ibadah itu tidak mencocoki tuntunan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam. Allah ta`ala berfirman tentang ikhlas dalam ibadah ini : &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidaklah mereka diperintah kecuali untuk beribadah kepada Allah dalam keadaan mengikhlaskan agama bagi-Nya. (Al Bayyinah : 5) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata dalam Majmu` Fatawa (10/49) : "Mengikhlaskan agama untuk Allah adalah pokok ajaran agama ini yang Allah tidak menerima selainnya. Dengan ajaran agama inilah Allah mengutus rasul yang pertama sampai rasul yang akhir, yang karenanya Allah menurunkan seluruh kitab. Ikhlas dalam agama merupakan perkara yang disepakati oleh para imam ahlul iman. Dan ia merupakan inti dari dakwah para nabi dan poros Al Qur'an". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diingat bahwasanya niat itu tempatnya di hati sehingga tidak boleh dilafazkan dengan lisan. Bahkan termasuk perbuatan bid``ah bila niat itu dilafazkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran Yang Dipetik dari Hadits Ini &lt;br /&gt;1. Niat itu termasuk bagian dari iman karena niat termasuk amalan hati. &lt;br /&gt;2. Wajib bagi seorang muslim mengetahui hukum suatu amalan sebelum ia melakukan amalan tersebut, apakah amalan itu disyariatkan atau tidak, apakah hukumnya wajib atau sunnah. Karena di dalam hadits ditunjukkan bahwasanya amalan itu bisa tertolak apabila luput darinya niatan yang disyariatkan. &lt;br /&gt;3. Disyaratkannya niat dalam amalan-amalan ketaatan dan harus dita`yin (ditentukan) yakni bila seseorang ingin shalat maka ia harus menentukan dalam niatnya shalat apa yang akan ia kerjakan apakah shalat sunnah atau shalat wajib, dhuhur, atau ashar, dst. Bila ingin puasa maka ia harus menentukan apakah puasanya itu puasa sunnah, puasa qadha atau yang lainnya. &lt;br /&gt;4. Amal tergantung dari niat, tentang sah tidaknya, sempurna atau kurangnya, taat atau maksiat. &lt;br /&gt;5. Seseorang mendapatkan sesuai dengan apa yang dia niatkan namun perlu diingat niat yang baik tidaklah merubah perkara mungkar (kejelekan) itu menjadi ma'ruf (kebaikan), dan tidak menjadikan yang bid`ah menjadi sunnah. &lt;br /&gt;6. Wajibnya berhati-hati dari riya, sum`ah (beramal karena ingin didengar orang lain) dan tujuan dunia yang lainnya karena perkara tersebut merusakkan ibadah kepada Allah ta`ala. &lt;br /&gt;7. Hijrah (berpindah) dari negeri kafir ke negeri Islam memiliki keutamaan yang besar dan merupakan ibadah bila diniatkan karena Allah dan Rasul-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu ta`ala a`lam bishawwab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Al Ustadz Muslim Abu Ishaq Al Atsari &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-3864104717312177904?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/3864104717312177904/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/arti-sebuah-niat.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/3864104717312177904'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/3864104717312177904'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/arti-sebuah-niat.html' title='ARTI SEBUAH NIAT'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-3442673043677415869</id><published>2009-06-11T01:29:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T18:38:02.911-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum islam'/><title type='text'>Analogi Iblis</title><content type='html'>"Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah."&lt;br /&gt;Umat Islam seluruhnya beriman bahwa Allah subhanahu wa ta'ala adalah Rabbnya, pengaturnya, Dzat yang maha bijaksana, maha mengetahui, maha kuasa, serta maha pengasih lagi maha penyayang, bersamaan dengan itu umat Islam juga beriman bahwa Allah telah mengutus para rosul untuk memberikan petunjuk pada mereka.&lt;span id="fullpost"&gt;Allah telah menurunkan Al Qur'an bersamanya, apa yang telah diberitakan oleh rosul, Allah telah memberitakannya dan apa yang diperintah oleh rosul, Allah telah memerintahkannya. Dialah Allah maha mengetahui lagi maha bijaksana. Di dalam Al Qur'an Allah berfirman, "(Mereka tidak mau mengakui yang diturunkan kepadamu itu), tetapi Allah mengakui Al Qur'an yang diturunkanNya kepadamu. Allah menurunkannya dengan ilmuNya, dan malaikat-malaikat pun menjadi saksi (pula). Cukuplah Allah yang mengakuinya." (QS An Nisaa: 166). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam ayat ini menunjukkan bahwa setiap apa yang telah disampaikan Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam adalah haq, datang dari sisi Allah, menyepakati ilmu Allah dan keinginanNya. Maka yang wajib bagi setiap orang untuk menerima apa yang diberitahukan olehnya dari Rabbnya dengan penerimaan yang qoth'i (pasti) dan penyerahan yang kuat serta menerima apa yang diperintahnya dan yang dilarangnya dengan penuh ketaatan dan ketundukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh kini umat telah kehilangan arah di persimpangan jalan yang dipenuhi dengan kabut, kebingungan di tengah-tengah pergolakan gelapnya pemikiran, dalam keadaan semua menghendaki agar sampai pada kebenaran dan keyakinan. Seorang muslim yang ingin benar-benar menjalankan perintah Allah dan RosulNya berjalan di atas Kitab dan Sunnah, selalu menjadi kambing hitam yang terhina, gara-gara perbuatan sebagian kelompok muslim yang telah merusak kemurnian ajaran Islam itu sendiri. Begitu pula seorang muslimah, merasa takut untuk menampakkan ciri muslimahnya dengan berbusana jilbab yang benar, gara-gara selalu dinisbatkan kepada kaum yang juga berjilbab tetapi berpemahaman sesat dan merusak kemurnian Islam. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mayoritas muslimin sudah tidak menjadikan Al Qur'an dan Sunnah sebagai barometer, mizan kebaikan dan keburukan, kebenaran dan kesesatan, para ahli ilmunya pun terasa kaku tidak lantang menyuarakan yang haq karena mulai masuknya penyakit "banyak pertimbangan" demi menjaga reputasinya dan maslahat untuk dirinya alias sudah kagok melihat kenyataan di tengah-tengah umat seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca -semoga dirahmati Allah- pergolakan gelapnya pemikiran dan kerancuan pemahaman dalam agama adalah racun mematikan ciptaan iblis la'natullah 'alaihi, iblis inilah makhluk yang pertama kali menggunakan analogi sesat, maka dari sinilah bermula, kerancuan dan keraguan pemahaman dalam agama menyebar dengan pesat, sehingga banyak kalangan muslimin termakan dan terpengaruh dengan khitoobussyaithon analogi iblis ini, nampaklah bermunculan para penentang nash dengan ro'yu, para penentang perintah dengan hawa nafsu, sedangkan Allah berfirman, "Mereka tidak lain hanyalah mengikuti sangkaan-sangkaan, dan apa yang diingini oleh hawa nafsu mereka, dan sesungguhnya telah datang petunjuk kepada mereka dari tuhan mereka." (QS An Najm: 23). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian maka setiap yang berbicara dengan ro'yunya, perasaannya, ataupun segala siasatnya di hadapan nash, atau yang menentang nash dengan akal, ia telah menyerupai gaya-gaya retorika iblis!!!, di mana iblis tidak mau tunduk terhadap perintah Rabbnya, malah dengan sombongnya mengatakan, "Saya lebih baik daripadanya, Engkau ciptakan saya dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah." (QS Al A'raaf: 12).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca -semoga dirahmati Allah- dengan kenyataan seperti ini, maka manusia terbagi empat golongan dalam hal sikapnya terhadap petunjuk Allah yang dibawa oleh Rosulullah shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama: mereka orang-orang yang menerima dengan sepenuhnya lahir dan batin, inilah tingkat derajat keimanan terhadap nash-nash yang paling tinggi, mereka adalah orang-orang yang berjalan di muka bumi dengan cahaya petunjuk bermanfaat bagi dirinya dan memberi manfaat bagi yang lain.&lt;br /&gt;Kedua: orang-orang yang menolaknya lahir dan batin, mengingkarinya, bahkan tidak respek sedikitpun terhadapnya, yang ini terbagi menjadi dua golongan. Golongan pertama mengetahui akan petunjuk dan meyakini akan kebenarannya akan tetapi dirinya hanyut dalam kedengkian, kesombongan, cinta popularitas. Mereka seperti para pembesar-pembesar kafir Quraisy, seperti firman Allah, "... karena mereka sebenarnya bukan mendustakan kamu, akan tetapi orang-orang yang dzalim itu mengingkari ayat-ayat Allah." (QS Al An'aam: 33). &lt;br /&gt;Begitulah keadaan orang-orang yang berani menolak nash-nash. Golongan kedua, mereka hanya mau menerima kebenaran dari para pemimpinnya, pembesar-pembesarnya, tokoh-tokohnya saja, kedudukan mereka seperti binatang ternak yang mau digiring ke mana saja oleh para penggembalanya, mereka adalah para muqollid, mereka adalah orang-orang yang berkata pada hari kiamat, "Dan mereka berkata: 'Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah mentaati pemimpin-pemimpin dan pembesar-pembesar kami, lalu mereka menyesatkan kami dari jalan (yang benar)'."&lt;br /&gt;Ketiga: orang-orang yang menerimanya secara lahir dan menentangnya secara batin, mereka tidak lain para munafiqin yang Allah telah memisalkan mereka dengan dua permisalan, yaitu seperti orang yang menyalakan api dan orang yang ditimpa air. Allah berfirman, "Perumpamaan mereka adalah seperti orang yang menyalakan api, maka setelah api itu menerangi sekelilingnya Allah hilangkan cahaya (yang menyinari) mereka, dan membiarkan mereka dalam kegelapan, tidak dapat melihat. Mereka tuli, bisu, dan buta, maka tidaklah mereka akan kembali (ke jalan yang benar). Atau seperti (orang-orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit disertai gelap gulita, guruh, dan kilat; mereka menyumbat telinganya dengan anak jarinya, karena (mendengar suara) petir, sebab takut akan mati. Dan Allah meliputi orang-orang kafir. Hampir-hampir kilat itu menyambar penglihatan mereka. Setiap kali kilat itu menyinari mereka, mereka berjalan di bawah sinar itu, dan bila gelap menimpa mereka, mereka berhenti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jikalau Allah menghendaki niscaya dia melenyapkan pendengaran dan penglihatan mereka. Sesungguhnya Allah berkuasa atas segala sesuatu." (QS Al Baqarah: 17-20). Mereka orang-orang yang dimisalkan dengan penyala api, mereka bimbang dalam kegelapan, sedangkan yang dimisalkan dengan orang yang ditimpa air adalah orang-orang yang apabila mendapatkan / mendengar nash yang bertentangan dengan dirinya, dengan hawa nafsunya, mereka menghindar dan lari darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apabila mendapatkan apa yang memperkuat madzhabnya atau hawa nafsu dan keinginannya, mereka menerimanya dengan senang hati dan bangga seperti yang digambarkan Allah dalam firmanNya, "Tetapi jika keputusan itu untuk (kemaslahatan) mereka, mereka datang kepada rosul dengan patuh." (QS An Nuur: 49).&lt;br /&gt;Keempat: orang-orang yang menerima secara batin tapi menolak secara lahir. Ini kebalikan dari keadaan orang-orang munafiq, keadaan ini menimpa orang-orang yang lemah, seperti firman Allah, "... Dan kalau tidaklah karena laki-laki yang mu'min dan perempuan-perempuan yang mu'min yang tiada kamu ketahui, bahwa kamu akan membunuh mereka..." (QS Al Fath: 25). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan seperti orang-orang mu'min di antara pengikut Fir'aun (lihat kisahnya dalam Al Qur'an surat Ghofir / Al Mu'min dari ayat 28-45), juga seperti raja Najasyi di negeri Habasyah, yang telah turun firman Allah tentang mereka dan semisalnya, "Dan sesungguhnya di antara ahli kitab ada orang yang beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kamu dan yang diturunkan kepada mereka sedang mereka berendah hati kepada Allah dan mereka tidak menukarkan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit. Mereka memperoleh pahala dari sisi Tuhannya. Sesungguhnya Allah amat cepat perhitungannya." (QS Ali Imran: 199).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pembaca -semoga dirahmati Allah-, ahli petunjuk dan agama yang benar adalah mereka orang-orang yang mempunyai ilmu yang bermanfaat dan amal yang saleh, mereka yang membenarkan semua apa yang telah diberitakan oleh rosul shallallahu 'alaihi wa sallam, berkeyakinan akan haqnya / benarnya, tidak sedikitpun mengikuti analogi-analogi iblis yang membuat picik pemikiran manusia, tidak pula mengikuti prasangka-prasangka, tetapi mereka menghadapkan diri-diri mereka pada perintah-perintahnya dan menjauhkan diri-dirinya dari larangan-larangannya. Mereka menerima ketetapan-ketetapannya dengan penuh ketaatan dan ketundukan, mereka tidak menyia-nyiakannya dengan kemaksiatan dan syahwat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti firman Allah, "Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan. Kecuali orang yang bertaubat, beriman, dan beramal saleh, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dianiaya (dirugikan) sedikitpun." (QS Maryam: 59-60).&lt;br /&gt;Wal akhir nas'alullaha tsabaat wal istiqomah, walhamdulillahi robbil 'alamin. Wal 'ilmu 'indallah.&lt;br /&gt;Ditulis oleh Al Ustadz Abu Hamzah Al Atsary.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kiat Memperkokoh Tauhid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya: Saya mau memperkokoh tauhid. Ada solusi: buku atau pengajian yang bisa saya ikuti? Wassalam. (081...@satelindogsm.com)&lt;br /&gt;Jawab: Banyak yang bisa Anda lakukan, Anda bisa membaca buku misalnya Penjelasan Tiga Landasan Utama karya Syaikh Ibnu Utsaimin, Kitab Tauhid karya Syaikh Sholeh bin Fauzan, Al Qoulul Mufid fi Adilati Tauhid, Fathul Majid, dan lain sebagainya. Atau jika Anda banyak waktu, Anda dapat hadir di pengajian-pengajian kami, jika tidak, kami juga menyediakan kaset-kaset yang membahas masalah tauhid. Jazakallahu khoir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Al Ustadz Abu Hamzah Al Atsary &lt;br /&gt;Sumber : Buletin Dakwah Al Wala Wal Bara'.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-3442673043677415869?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/3442673043677415869/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/analogi-iblis.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/3442673043677415869'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/3442673043677415869'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/analogi-iblis.html' title='Analogi Iblis'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-5944318875039907789</id><published>2009-06-11T01:25:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T17:18:45.501-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Keutamaan Azan</title><content type='html'>Dalam As-Sunnah pula Rasulullah S.A.W pernah bersabda dalam suatu hadith&lt;br /&gt;“Seandainya manusia tahu (keutamaan) azan dan saf pertama,kemudian mereka tidak dapat memperolehinya (azan dan saf pertama) kecuali dengan mengundi,maka mereka pasti akan mengundi” [4]&lt;br /&gt;Telah bersabda Rasulullah s.a.w.: &lt;span id="fullpost"&gt;?Tiada seorang jin atau manusia atau benda apapun yang mendengar suara pangilan azan itu, melainkan dia akan menyaksikannya di Hari Kiamat kelak.?&lt;br /&gt;Hadis riwayat Abu Hurairah ra.: &lt;br /&gt;Dari Nabi saw., Beliau bersabda: Sesungguhnya setan, apabila mendengar azan untuk salat, ia berlari sambil terkentut-kentut sampai tidak mendengarnya lagi. Ketika azan telah berhenti, ia kembali menghasut. Apabila mendengar iqamat, ia pergi sampai tidak mendengarnya. Ketika iqamat telah berhenti, ia kembali menghasut lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lebih Utama Jadi Imam Shalat atau Mengumandangkan Adzan?” ketegori Muslim. Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh&lt;br /&gt;Mohon dijelaskan tentang keutamaan melakukan azan untuk shalat jamaah. Apakah termasuk bagian dari ibadah yang besar pahalanya atau tidak? Sebab kebanyakan teman-teman merasa malu kalau diminta melakukannya. Alasannya macam-macam, ada yang bilang suaranya parau, atau lagi sakit tenggorokan atau malah malu.&lt;br /&gt;Bagaimana kedudukan orang yang mengumandangkan adzan dibandingkan dengan orang yang menjadi imam shalat, mana yang lebih tinggi pahala dan kedudukannya?&lt;br /&gt;Atas jawabannya diucapkan terima kasih.&lt;br /&gt;wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh&lt;br /&gt;Suwartandiyono&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,&lt;br /&gt;Azan memiliki keutamaan yang besar sehingga andai saja orang-orang tahu keutamaan pahala yang didapat dari mengumandangkan azan, pastilah orang-orang akan berebutan. Bahkan kalau berlu mereka melakukan undian untuk sekedar bisa mendapatkan kemuliaan itu. Hal itu atas dasar hadits nabi SAW:&lt;br /&gt;Dari Abi Said Al-Khudri ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, Seandainya orang-orang tahu keutamaan adzan dan berdiri di barisan pertama shalat , di mana mereka tidak bisa mendapatkannya kecuali harus mengundi, pastilah mereka mengundinya di antara mereka. Tidaklah jin, manusia atau makhluk apapun mendengar azan seseorang kecuali di hari kiamat akan menjadi saksi baginya. &lt;br /&gt;Selain itu, ada keterangan yang menyebutkan bahwa nanti di akhirat, orang yang mengumandangkan adzan adalah orang yang mendapatkan keutamaan dan kelebihan. Di dalam hadits lainnya disebutkan:&lt;br /&gt;Dari Muawiyah ra. bahwa Rasulullah SAW bersabda, Orang yang azan adalah orang yang paling panjang lehernya di hari kiamat. &lt;br /&gt;Bahkan menurut Asy-syafi`iyah dan Al-Hanabilah, menjadi muadzdzin lebih tinggi kedudukannya dari pada imam shalat. Dalilnya adalah ayat Quran berikut ini:&lt;br /&gt;وَمَنْ أَحْسَنُ قَوْلًا مِمَّنْ دَعَا إِلَى اللَّهِ وَعَمِلَ صَالِحًا وَقَالَ إِنَّنِي مِنَ الْمُسْلِمِينَ &lt;br /&gt;Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata, Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang menyerah diri? &lt;br /&gt;Menurut mereka, makna dari menyeru kepada Allah di dalam ayat ini adalah mengumandangkan adzan. Berarti kedudukan mereka paling tinggi dibandingkan yang lain.&lt;br /&gt;Namun pendapat sebaliknya datang dari Al-Hanafiyah, di mana mereka mengatakan bahwa kedudukan imam shalat lebih utama dari pada kedudukan orang yang mengumandangkan azan.&lt;br /&gt;Alasannya adalah bahwa Nabi Muhammad SAW dan para khulafaurrasyidin dahulu adalah imam shalat dan bukan orang yang mengumandangkan azan . Jadi masuk akal bila kedudukan seorang imam shalat lebih tinggi dari kedudukan seorang muazzin.&lt;br /&gt;Demikian keterangan singkat tentang adzan. Semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish-shawab, Assalamualaikum Warahmatullah Wabarakatuh,&lt;br /&gt;Ahmad Sarwat, Lc.&lt;br /&gt;Sumber Lebih Utama Jadi Imam Shalat atau Mengumandangkan Adzan?&lt;br /&gt; : http://assunnah.or.id&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-5944318875039907789?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/5944318875039907789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/keutamaan-azan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/5944318875039907789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/5944318875039907789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/keutamaan-azan.html' title='Keutamaan Azan'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-2388356349534066708</id><published>2009-06-11T01:20:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T18:38:02.911-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum islam'/><title type='text'>Sihir Melenyapkan Aqidah</title><content type='html'>Di dalam kitab-kitab aqidah, para ulama telah banyak membahas tentang bahaya sihir terhadap aqidah. Mereka menyebutkan, sihir bahkan bisa membatalkan keislaman seseorang sehingga menjadikan dia tidak beraqidah Islam lagi. Kalau hal ini sampai terjadi maka tidak ada lagi harapan bahagia bagi dirinya. Allah menjelaskan di dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;وَلاَ يُفْلِحُ السَّاحِرُ حَيْثُ أَتَى&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;“Dan tidak akan beruntung tukang sihir dari manapun dia datang.” (Thaha: 69)&lt;br /&gt;Menurut Asy-Syinqithi dalam kitab Adhwa Al-Bayan (4/442), makna ayat ini adalah meniadakan seluruh jenis keberuntungan bagi tukang sihir, dan Allah menguatkan hal yang demikian itu dengan firman-Nya: “Dari manapun dia datang.”&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Qurthubi mengatakan dalam Tafsir-nya (4/444): “Tidak akan beruntung dan selamat darimana pun dia datang di muka bumi ini.”&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di dalam Tafsir beliau (hal. 458) mengatakan: “Tipu daya mereka tidak mendatangkan hasil sedikitpun bagi mereka dan mereka tidak akan menang.”&lt;br /&gt;Kalau demikian kedudukan tukang sihir, yang ditiadakan pada dirinya segala bentuk kebahagiaan dunia dan akhirat sekaligus diliputi ancaman dan murka Allah, maka jelas sihir ini memiliki kaitan dengan agama. Kerusakan agama seseorang bisa demikian parah akibat perbuatan sihir tersebut. Maka pantas bila  melarang dengan keras agar manusia tidak mengerjakan perbuatan sihirAllah  ini. Allah tidak akan melarang suatu perkara atau memurkainya melainkan hal tersebut akan membahayakan, baik bagi diri sendiri, agama maupun bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sihir dan Aqidah&lt;br /&gt;Sedikit dari kaum muslimin yang mengetahui bahwa mengerjakan sihir hukumnya adalah haram, termasuk bagian dari perbuatan syirik. Karena persyaratan yang harus dipenuhi oleh seseorang yang akan . Danmempelajari sihir merupakan perbuatan kufur dan syirik kepada Allah  persyaratan-persyaratan itupun sayangnya tidak diketahui oleh kaum muslimin sebagai sesuatu yang haram dan sebagai wujud kesyirikan kepada Allah. &lt;br /&gt;Asy-Syaikh Shalih Fauzan dalam kitab At-Tauhid (hal. 27) mengatakan: “Dinamakan sihir karena terjadi dengan perkara-perkara yang tersembunyi yang tidak bisa dijangkau oleh penglihatan. Sihir itu berbentuk jimat-jimat, jampi-jampi, mantra-mantra, obat-obat atau kepulan asap-asap. Sihir itu hakiki, di antara hakikatnya adalah pengaruhnya terhadap hati dan badan yang menyebabkan sakit, terbunuh, atau memisahkan antara seorang istri dan suaminya. Pengaruh ini .terjadi dengan ketentuan Allah  &lt;br /&gt;Sihir itu adalah perbuatan setan. Kebanyakan dari sihir tersebut tidak bisa dicapai oleh seseorang kecuali ia harus melakukan kesyirikan dan mendekatkan diri kepada ruh-ruh jahat yang persyaratannya adalah syirik kepada Allah. Oleh karena itu Allah  menggandengkan sihir dengan kesyirikan sebagaimana sabda Rasulullah :&lt;br /&gt;اجْتَنِبُوا السَّبْعَ الْمُوْبِقَاتِ. قَالُوْا: وَمَا هِيَ؟ قَالَ: الإِشْرَاكُ بِاللهِ وَالسِّحْرُ.&lt;br /&gt;“Jauhilah tujuh penghancur! (Para shahabat)  bersabda: “Syirik kepadaberkata: “Apakah itu wahai Rasulullah?” Rasulullah  Allah dan sihir...” (HR. Al-Bukhari, 5/294, Muslim no. 89 dari shahabat Abu Hurairah z).&lt;br /&gt;Sihir termasuk dalam kesyirikan dipandang dari dua sisi:&lt;br /&gt;Pertama, sihir mempergunakan setan, menggantungkan diri kepadanya, mendekatkan diri dengan segala apa yang mereka inginkan dalam rangka berkhidmat kepada tukang sihir. Sihir termasuk pengajaran setan sebagaimana firman Allah :&lt;br /&gt;“Akan tetapi setan-setan itu yang kafir yang mengajarkan manusia sihir.” (Al-Baqarah: 102)&lt;br /&gt;Kedua, di dalam sihir terdapat pengakuan mengetahui perkara , dan ini termasuk dari kekufuran danghaib sebagai wujud serikat dengan Allah   berfirman:kesesatan. Allah &lt;br /&gt;“Dan sungguh mereka telah mengetahui bahwa bagi orang yang mempelajari (membeli) ilmu sihir tersebut maka dia tidak memiliki bagian di akhirat.” (Al-Baqarah: 102)&lt;br /&gt;Jika demikian kedudukan sihir, sungguh tidak ada keraguan lagi bahwa sihir adalah perbuatan kekafiran dan kesyirikan yang akan membatalkan aqidah, dan wajib membunuh pelakunya sebagaimana para pembesar shahabat telah melakukannya.&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dalam kitab beliau Masail Al-Jahiliyyah bagian keduapuluh mengatakan: “(Salah satu dari keyakinan jahiliyyah) adalah meyakini bahwa keluarbiasaan yang terjadi melalui tangan tukang sihir dan sejenis mereka sebagai karamah orang-orang shalih, dan (termasuk keyakinan jahiliyyah juga) mengaitkan ilmu sihir itu dengan pengajaran para nabi sebagaimana mereka katakan tentang Nabi Sulaiman .”&lt;br /&gt;Di dalam kitab At-Tauhid, beliau menulis sebuah bab berjudul Perkara-perkara yang Terkait dengan Sihir lalu mengatakan: “Allah  berfirman:&lt;br /&gt;“Dan sungguh mereka telah mengetahui bahwa bagi orang yang mempelajari (membeli) ilmu sihir tersebut maka dia di akhirat tidak memiliki bagian.” (Al-Baqarah: 102)&lt;br /&gt; berfirman:Dan Allah  &lt;br /&gt;يُؤْمِنُوْنَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوْتِ&lt;br /&gt;“Mereka beriman kepada Al-Jibti dan thagut.” (An-Nisa: 51)&lt;br /&gt;‘Umar z berkata: “Al-Jibti adalah sihir dan thagut adalah setan.”&lt;br /&gt;Jabir bin Abdullah berkata: “Thaghut adalah para dukun yang setan turun kepada mereka di suatu daerah.” &lt;br /&gt;Kemudian dalam faidah yang diambil dari bab tersebut, Asy-Syaikh Muhammad bin Abdulwahhab mengatakan: “Faidah keenam: tukang sihir adalah kafir. Ketujuh: dia dibunuh tanpa dimintai taubat. Kedelapan: kalaulah di masa ‘Umar terjadi hal yang demikian maka apalagi setelahnya.”&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di di dalam kitab Al-Qaul As-Sadid (hal. 93) mengatakan: “Sisi dimasukkannya sihir dalam bab tauhid adalah karena kebanyakan dari pembagian (macam-macam) sihir tidak akan bisa terjadi melainkan dengan kesyirikan, dengan perantara ruh-ruh setan kepada tujuan-tujuan tukang sihir tersebut. Maka tidak sempurna tauhid seseorang hamba sehingga dia meninggalkan sihir secara menyeluruh.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam-macam Sihir&lt;br /&gt;Kalau kita coba menggali bentuk-bentuk sihir atau lebih cocok dikatakan macam dan jenisnya maka jumlahnya terlalu banyak, terlebih kalau kita melihat prakteknya di masyarakat Islam. Ilmu sihir adalah ilmu yang sangat digandrungi dan dicari oleh .banyak orang kecuali mereka yang dirahmati Allah  &lt;br /&gt;Asy-Syinqithi dalam kitab Adhwa Al-Bayan (4/452) mengatakan: “Para ahli ilmu telah membagi jenis-jenis sihir, namun pembagian tersebut semuanya bermuara pada delapan macam (yang telah disebutkan oleh Fakhrurrazi dalam tafsirnya).” Di halaman lain (4/457), beliau mengatakan: “Ilmu-ilmu kejahatan itu banyak sekali, dan kita menyebutkan (macam-macam sihir) bertujuan untuk mengingatkan tentang jelek dan jahatnya (sihir) menurut pandangan syariat. Karena di antara jenisnya ada yang jelas-jelas kufur, dan di antaranya ada yang akan mengantar menuju kekufuran dan yang paling ringan hukumnya adalah haram (dengan keharaman) yang keras.”&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin t dalam kitab beliau Al-Qaul Al-Mufid mengatakan: “Macam-macam sihir secara global dibagi menjadi dua, di antaranya ada yang merupakan wujud kekufuran dan ada pula yang merupakan wujud kefasikan.”&lt;br /&gt;1. Al-‘Iyafah&lt;br /&gt;Al-‘Iyafah adalah seseorang mengurungkan niat untuk melakukan sesuatu karena ada perilaku tertentu dari burung. Atau seseorang merasa pesimis atau optimis disebabkan oleh (perilaku) burung. Aqidah orang Arab di masa jahiliyyah yang terkait dengan al-‘iyafah ini bermacam-macam: Pertama, membantu mereka untuk berburu yaitu dengan cara mengajari burung sehingga apabila diperintahkan untuk terbang, dia terbang. Hal ini tidak termasuk sihir. Kedua, menghalau seekor burung sehingga apabila terbang ke arah sebelah kiri maka dia pesimis (lalu tidak jadi melakukan pekerjaan itu –red) dan apabila terbang ke sebelah kanan maka dia optimis (sehingga dia lanjutkan niatnya untuk mengerjakan perbuatan itu –red). Dan bila sang burung terbang ke arah depan, Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin mengatakan: “Saya tidak mengetahui apakah dia berhenti atau mengulangi menghalau burung lagi.” Maka hal yang seperti ini termasuk dari bentuk sihir. Asy-Syaikh Abdurrahman bin Hasan dalam kitabnya Fathul Majid (hal. 346) mengatakan: “Al-’Iyafah adalah rasa pesimis dan optimis (yang muncul dalam diri seseorang –red) karena seekor burung, baik dengan nama burung tersebut, atau suaranya, atau arah terbangnya. Hal ini merupakan kebiasaan orang Arab, bahkan banyak (penyebutan tentang hal ini –red) di dalam syair-syair mereka.”&lt;br /&gt;2. Ath-Tharqu&lt;br /&gt;‘Auf menafsirkan ath-tharqu sebagai suatu garis yang dibuat di tanah. Abu As-Sa’adat mengatakan: “Menggaris dengan kerikil yang dilakukan oleh kaum wanita.” (An-Nihayah, 2/121). Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin mengatakan: “Garis yang dimaksud adalah sesuatu yang sudah masyhur di sisi orang Arab, yang digaris dengan kerikil untuk menyihir dan melakukan praktek perdukunan (atau ramalan -red), dan hal ini banyak dilakukan oleh kaum wanita.” Hal ini termasuk perbuatan sihir.&lt;br /&gt;3. Ash-Sharf dan Al-‘Athaf&lt;br /&gt;Ash-Sharf yaitu sihir yang dipergunakan untuk memisahkan antara dua orang yang saling mencintai supaya salah satu dari keduanya atau kedua-duanya menjadi benci kepada yang lain (lihat Majmu’ Fatawa Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, hal. 156). Di Indonesia sihir jenis ini terkenal dengan istilah ilmu pelet. Hal ini adalah perbuatan haram dan syirik kepada .Allah &lt;br /&gt;Al-‘Athaf adalah jenis sihir untuk menjadikan seseorang cinta kepada yang lain, yang sering terjadi antara suami istri. Hukumnya sama dengan ash-sharfu. &lt;br /&gt;Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab memasukkan sihir sebagai salah satu pembatal keislaman. Dan masih banyak lagi jenis-jenis sihir yang sekarang berkembang di tengah-tengah kaum muslim baik di negeri Arab atau selainnya, seperti memakan api, masuk ke dalam api, ilmu kebal, jimat-jimat, memakan beling, menggambarkan sesuatu yang bukan aslinya dan selainnya. (Lihat pembahasan macam-macam sihir dalam Adhwa Al-Bayan, 4/444-455, Tath-hir Al-I’tiqad karya Al-Imam Ash-Shan’ani, Fathul Majid hal. 345 dan seterusnya, Al-Qaul Al-Mufid karya Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, 2/36-57, Al-Qaul Al-Mufid karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab Al-Wushshabi, hal. 137-148, dan Al-Qaul As-Sadid, hal. 93-95)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu Nujum Termasuk Ilmu Sihir&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab dalam kitab At-Tauhid mengatakan: “Ilmu nujum termasuk :dari ilmu sihir.” Hal ini berdasar sabda Rasulullah &lt;br /&gt;“Barang siapa yang mencari (mempelajari) sebagian ilmu nujum maka dia telah mencari bagian dari sihir.” (HR. Ahmad, 1/227, 311, Abu Dawud, 2/226, Ibnu Majah, 2/1228, Ath-Thabrani, no. 11278, Al-Baihaqi, 8/138, dari hadits Ibnu ‘Abbas c)&lt;br /&gt;Ilmu nujum yang merupakan bagian dari sihir adalah ilmu yang dipakai untuk mengetahui kejadian-kejadian yang ada di bumi dengan bantuan benda-benda langit seperti bintang. Contohnya, bila muncul bintang ini dan itu maka akan terjadi begini dan begitu. Atau bila muncul bintang ini dan itu, maka akan lahir seseorang yang bahagia di dalam hidupnya atau lahir anak yang akan celaka. Tentang hal ini Ibnu  telah bersabda:‘Abbas c berkata, Rasulullah  &lt;br /&gt;مَنِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنَ النُّجُوْمِ فَقَدِ اقْتَبَسَ مِنَ السِّحْرِ زَادَ مَا زَادَ&lt;br /&gt;“Barang siapa mencari sebagian ilmu nujum maka dia telah mencari sebagian ilmu sihir, bertambah dengan bertambahnya.” (Hadits ini dihasankan oleh Asy-Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Sunan Abi Dawud, 2/739 no. 3305 dan di dalam Shahih Sunan Ibnu Majah, 2/305 no. 3002 dan di dalam Ash-Shahihah no. 793) &lt;br /&gt;Ilmu nujum dengan makna ini adalah jelas-jelas bertentangan dengan aqidah yang dibawa oleh seluruh , juga bertentangan dengan Al-Quran dan As-Sunnah.para nabi dan rasul Allah  Seorang shahabat, Zaid bin Khalid z, berkata: &lt;br /&gt;صَلىَّ بِنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلاَةَ الصُّبْحِ بِالْحُدَيْبِيَّةِ فِيْ إِثْرِ سَمَاءٍ كَانَتْ مِنَ اللَّيْلِ فَلَمَّا انْصَرَفَ أَقْبَلَ عَلىَ النَّاسِ فَقَالَ: هَلْ تَدْرُوْنَ مَاذَا قَالَ رَبُّكُمْ؟ قَالُوْا: اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمُ. قَالَ: قَالَ: أَصْبَحَ مِنْ عِبَادِيْ مُؤْمِنٌ بِيْ وَكَافِرٌ، فَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْناَ بِفَضْلِ اللهِ وَرَحْمَتِهِ فَذَلِكَ مُؤْمِنٌ بِيْ كَافِرٌ بِالْكَوَاكِبِ، وَأَمَّا مَنْ قَالَ: مُطِرْنَا بِنَوْءِ كَذَا وَكَذَا فَذَلِكَ كَافِرٌ بِيْ مُؤْمِنٌ بِالْكَوَاكِبِ &lt;br /&gt;Kami shalat subuh  setelah selesai hujan di suatu malam. Setelah selesaibersama Rasulullah  shalat, beliau menghadap manusia dan berkata: “Tahukah kalian apa yang difirmankan oleh Rabb kalian?” Mereka berkata: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih mengetahui.” Rasulullah bersabda: “Allah berfirman: ‘Di pagi hari di antara hambaku ada yang beriman dan kafir kepada-Ku. Barangsiapa yang mengatakan bahwa kami diberikan hujan dengan fadhilah (keutamaan) dan rahmat Allah maka dia beriman kepada-Ku dan kafir kepada bintang-bintang. Adapun orang yang mengatakan bahwa kita diberikan hujan karena waktu (nau’) ini dan itu, maka dia telah kafir kepada-Ku dan beriman kepada bintang-bintang.’” (HR. Al-Bukhari, 2/433-434 dan Muslim, no. 71)&lt;br /&gt;Al-Imam Asy-Syafi’i dalam Al-Umm mengatakan: “Barangsiapa mengatakan kita diberi hujan oleh waktu (nau’1) ini dan itu sebagaimana yang telah dilakukan oleh sebagian musyrikin dengan menyandarkan hujan kepada nau’ .(waktu), maka hal yang demikian itu adalah kafir sebagaimana sabda Rasulullah  Aqidah yang benar adalah bahwa terjadinya hujan karena ijin Allah I dan taqdir-Nya yang telah ditulis limapuluh ribu tahun sebelum diciptakannya langit dan bumi, dan (bahwa hujan) merupakan rahmat dari Allah kepada suatu kaum. Turunnya hujan tidak dipengaruhi munculnya bintang ini dan itu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum Mempelajari Ilmu Nujum&lt;br /&gt;Ilmu nujum oleh para ulama dibagi menjadi dua:&lt;br /&gt;Pertama, apa yang telah disebutkan di atas yaitu ilmu yang dipergunakan untuk menentukan kejadian-kejadian di bumi karena munculnya bintang ini dan itu. Mempelajari ilmu ini adalah haram. Berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbas c di atas.&lt;br /&gt;Kedua, mengetahui peredaran bintang untuk menentukan arah kiblat atau waktu. Hal ini diperbolehkan bahkan terkadang hukumnya wajib. Ulama fiqih mengatakan bahwa apabila masuk waktu shalat maka wajib setiap orang untuk mengetahui arah kiblat, baik dengan bintang-bintang, matahari maupun bulan.  berfirman:Allah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak goncang bersama kamu dan dia menciptakan sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk. Dia menciptakan tanda-tanda penunjuk jalan dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapatkan petunjuk...” (An-Nahl: 15-16) [Lihat Al-Qaulul-Mufid, 2/45]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya Jawab&lt;br /&gt;Tanya: Bila belajar ilmu :sihir itu adalah haram, bagaimana dengan hadits Rasulullah &lt;br /&gt;تَعَلَّمُوا السِّحْرَ وَلاَ تَعْمَلُوْا بِهِ&lt;br /&gt;“Belajarlah kalian ilmu sihir dan jangan kalian mengamalkannya.”&lt;br /&gt;Jawab: Al-Lajnah Ad-Daimah (Lembaga Fatwa Saudi Arabia) mengatakan: “Kita tidak mengenali hadits ini shahih atau lemah, bahkan hadits ini adalah maudhu’ (palsu).” (1/367-368 no. 6289 dan 6970)&lt;br /&gt;Tanya: Apabila tukang sihir itu hukumnya harus dibunuh, bolehkah individu yang melakukan hal demikian?&lt;br /&gt;Jawab: Al-Lajnah Ad-Daimah (Lembaga Fatwa Saudi Arabia (ed)). mengatakan: “Yang memiliki hak dan tanggung jawab untuk menetapkan bahwa ini adalah sihir, serta hukuman bagi pelakunya adalah pemerintah yang mengurusi urusan kaum muslimin. Hal ini untuk menutup pintu-pintu meluasnya kerusakan dan agar tidak terjadi kekacauan dan huru-hara.” (1/369 no. 4804).&lt;br /&gt;:Tanya: Apa yang dimaksud oleh sabda Rasulullah &lt;br /&gt;إِنَّ مِنَ الْبَيَانِ لَسِحْرًا&lt;br /&gt;“Sesungguhnya sebagian dari al-bayan (kefasihan) itu adalah sihir.” (HR. Al-Bukhari dari hadits Ibnu ‘Umar c dan Muslim dari shahabat ‘Ammar bin Yasir c)&lt;br /&gt;Jawab: Al-Bayan dari sisi tinjauan bahasa memiliki dua makna:&lt;br /&gt;Pertama, menjelaskan sesuatu yang harus dijelaskan, maka hal ini boleh dilakukan oleh setiap orang. Kedua, kefasihan dalam berbicara sehingga menakjubkan akal bahkan mengubahnya. Makna yang kedua inilah yang dimaksud  dengan kefasihan pembicaraan, yang menyebabkan kebenaran dalamRasulullah  pandangan pendengarnya menjadi sesuatu yang bathil dan kebathilan menjadi sesuatu yang benar.” (Al-Qaulul Mufid, 2/54)&lt;br /&gt;Tanya: Bolehkah menghilangkan sihir dari orang yang terkena sihir?&lt;br /&gt;Jawab: Menghilangkan sihir dari orang yang terkena sihir disebut dengan an-nusyrah. Apabila menghilangkan sihir tersebut dengan sihir yang lain maka ini adalah perbuatan setan dan hukumnya haram. Dan apabila menghilangkannya dengan bacaan-bacaan yang disyariatkan, doa, ayat-ayat Al Qur’an maka hal yang demikian disyariatkan. Allah berfirman: &lt;br /&gt;وَتَعَاوَنُوْا عَلىَ الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلاَ تَعَاوَنُوْا عَلىَ اْلإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ&lt;br /&gt;“Dan tolong-menolonglah kalian dalam kebaikan dan ketaqwaan, dan janganlah kalian tolong-menolong di dalam dosa dan permusuhan.” (Al-Maidah: 2)&lt;br /&gt; bersabda:Rasulullah  &lt;br /&gt;مَنِ اسْتَطَاعَ أَنْ يَنْفَعَ أَخَاهُ فَلْيَفْعَلْ&lt;br /&gt;“Barang siapa yang mampu memberikan manfaat kepada saudaranya maka lakukanlah.” (Lihat A’lam As-Sunnah Al-Mansyurah, hal. 155) &lt;br /&gt;Wallahu a’lam bishshawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Nau’ adalah tempat singgahnya bulan di setiap malam (lihat Taisir Al-’Azizil Hamid, hal. 454-455, Al-Qaulul Mufid, 2/141-142, ed)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadz Abu Usamah bin Rawiyah An-Nawawi &lt;br /&gt;sumber: http://www.asysyariah.com/&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-2388356349534066708?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/2388356349534066708/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/sihir-melenyapkan-aqidah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/2388356349534066708'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/2388356349534066708'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/sihir-melenyapkan-aqidah.html' title='Sihir Melenyapkan Aqidah'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-9123366950670899639</id><published>2009-06-11T01:18:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T02:09:12.659-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><title type='text'>Tujuh Keajaiban Dunia</title><content type='html'>Menara Pisa, Tembok Cina, Candi Borobudur, Taaj Mahal, Ka’bah, Menara Eiffel, dan Piramida di mesir, inilah semua keajaiban dunia yang kita kenal. Namun sebenarnya semua itu belum terlalu ajaib, karena di sana masih ada tujuh keajaiban dunia yang lebih ajaib lagi. Mungkin para pembaca bertanya-tanya, keajaiban apakah itu?&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Memang tujuh keajaiban lain yang kami akan sajikan di hadapan pembaca sekalian belum pernah ditayangkan di TV, tidak pernah disiarkan di radio-radio dan belum pernah dimuat di media cetak. Tujuh keajaiban dunia itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    1. Hewan Berbicara di Akhir Zaman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maha suci Allah yang telah membuat segala sesuatunya berbicara sesuai dengan yang Ia kehendaki. Termasuk dari tanda-tanda kekuasaanya adalah ketika terjadi hari kiamat akan muncul hewan melata yang akan berbicara kepada manusia sebagaimana yang tercantum dalam Al-Qur’an, surah An-Naml ayat 82,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan apabila perkataan Telah jatuh atas mereka, kami keluarkan sejenis binatang melata dari bumi yang akan mengatakan kepada mereka, bahwa Sesungguhnya manusia dahulu tidak yakin kepada ayat-ayat Kami".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mufassir Negeri Syam, Abul Fida’ Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy berkomentar tentang ayat di atas, "Hewan ini akan keluar diakhir zaman ketika rusaknya manusia, dan mulai meninggalkan perintah-perintah Allah, dan ketika mereka telah mengganti agama Allah. Maka Allah mengeluarkan ke hadapan mereka hewan bumi. Konon kabarnya, dari Makkah, atau yang lainnya sebagaimana akan datang perinciannya. Hewan ini akan berbicara dengan manusia tentang hal itu".[Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/498)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hewan aneh yang berbicara ini akan keluar di akhir zaman sebagai tanda akan datangnya kiamat dalam waktu yang dekat. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya tak akan tegak hari kiamat, sehingga kalian akan melihat sebelumnya 10 tanda-tanda kiamat: Gempa di Timur, gempa di barat, gempa di Jazirah Arab, Asap, Dajjal, hewan bumi, Ya’juj &amp; Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, dan api yang keluar dari jurang Aden, akan menggiring manusia". [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2901), Abu Dawud dalam Sunan-nya (4311), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (2183), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (4041)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    2.  Pohon Kurma yang Menangis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adanya pohon kurma yang menangis ini terjadi di zaman Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- , mengapa sampai pohon ini menangis? Kisahnya, Jabir bin Abdillah-radhiyallahu ‘anhu- bertutur,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jabir bin Abdillah -radhiyallahu ‘anhu- berkata: "Adalah dahulu Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdiri (berkhutbah) di atas sebatang kurma, maka tatkala diletakkan mimbar baginya, kami mendengar sebuah suara seperti suara unta dari pohon kurma tersebut hingga Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- turun kemudian beliau meletakkan tangannya di atas batang pohon kurma tersebut" .[HR.Al-Bukhariy dalam Shohih-nya (876)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Umar-radhiyallahu ‘anhu- berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dulu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- berkhuthbah pada batang kurma. Tatkala beliau telah membuat mimbar, maka beliau berpindah ke mimbar itu. Batang korma itu pun merintih. Maka Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya sambil mengeluskan tangannya pada batang korma itu (untuk menenangkannya)". [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (3390), dan At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (505)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    3.  Untaian Salam Batu Aneh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kalau seekor burung yang pandai mengucapkan salam adalah perkara yang sering kita jumpai. Tapi bagaimana jika sebuah batu yang mengucapkan salam. Sebagai seorang hamba Allah yang mengimani Rasul-Nya, tentunya dia akan membenarkan seluruh apa yang disampaikan oleh Rasul-Nya, seperti pemberitahuan beliau kepada para sahabatnya bahwa ada sebuah batu di Mekah yang pernah mengucapkan salam kepada beliau sebagaimana dalam sabdanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Samurah dia berkata, Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, "Sesungguhnya aku mengetahui sebuah batu di Mekah yang mengucapkan salam kepadaku sebelum aku diutus, sesungguhnya aku mengetahuinya sekarang".[HR.Muslim dalam Shohih-nya (1782)].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    4.  Pengaduan Seekor Onta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk yang memiliki perasaan. Dari perasaan itu timbullah rasa cinta dan kasih sayang di antara mereka. Akan tetapi ketahuilah, bukan hanya manusia saja yang memiliki perasaan, bahkan hewan pun memilikinya. Oleh karena itu sangat disesalkan jika ada manusia yang tidak memiliki perasaan yang membuat dirinya lebih rendah daripada hewan. Pernah ada seekor unta yang mengadu kepada Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- mengungkapkan perasaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdullah bin Ja’far-radhiyallahu ‘anhu- berkata, “Pada suatu hari Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah memboncengku dibelakangnya, kemudian beliau membisikkan tentang sesuatu yang tidak akan kuceritakan kepada seseorang di antara manusia. Sesuatu yang paling beliau senangi untuk dijadikan pelindung untuk buang hajatnya adalah gundukan tanah atau kumpulan batang kurma. lalu beliau masuk kedalam kebun laki-laki Anshar. Tiba tiba ada seekor onta. Tatkala Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- melihatnya, maka onta itu merintih dan bercucuran air matanya. Lalu Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- mendatanginya seraya mengusap dari perutnya sampai ke punuknya dan tulang telinganya, maka tenanglah onta itu. Kemudian beliau bersabda, “Siapakah pemilik onta ini, Onta ini milik siapa?” Lalu datanglah seorang pemuda Anshar seraya berkata, “Onta itu milikku, wahai Rasulullah”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Tidakkah engkau bertakwa kepada Allah dalam binatang ini, yang telah dijadikan sebagai milikmu oleh Allah, karena ia (binatang ini) telah mengadu kepadaku bahwa engkau telah membuatnya letih dan lapar”. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (1/400), Al-Hakim dalam Al-Mustadrak (2/99-100), Ahmad dalam Al-Musnad (1/204-205), Abu Ya’la dalam Al-Musnad (3/8/1), Al-Baihaqiy dalam Ad-Dala’il (6/26), dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqa (9/28/1). Lihat Ash-Shahihah (20)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    5.  Kesaksian Kambing Panggang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau binatang yang masih hidup bisa berbicara adalah perkara yang ajaib, maka tentunya lebih ajaib lagi kalau ada seekor kambing panggang yang berbicara. Ini memang aneh, akan tetapi nyata. Kisah kambing panggang yang berbicara ini terdapat dalam hadits berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Hurairah-radhiyallahu ‘anhu- berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menerima hadiah, dan tak mau makan shodaqoh. Maka ada seorang wanita Yahudi di Khoibar yang menghadiahkan kepada beliau kambing panggang yang telah diberi racun. Lalu Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- pun memakan sebagian kambing itu, dan kaum (sahabat) juga makan. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, "Angkatlah tangan kalian, karena kambing panggang ini mengabarkan kepadaku bahwa dia beracun". Lalu meninggallah Bisyr bin Al-Baro’ bin MA’rur Al-Anshoriy. Maka Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- mengirim (utusan membawa surat), "Apa yang mendorongmu untuk melakukan hal itu?" Wanita itu menjawab, "Jika engkau adalah seorang nabi, maka apa yang aku telah lakukan tak akan membahayakan dirimu. Jika engkau adalah seorang raja, maka aku telah melepaskan manusia darimu". Kemudian Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memerintahkan untuk membunuh wanita itu, maka ia pun dibunuh. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda ketika beliau sakit yang menyebabkan kematian beliau,"Senantiasa aku merasakan sakit akibat makanan yang telah aku makan ketika di Khoibar. Inilah saatnya urat nadi leherku terputus". [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4512). Di-shohih-kan Al-Albaniy dalam Shohih Sunan Abi Dawud (hal.813), dengan tahqiq Masyhur Hasan Salman]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    6.  Batu yang Berbicara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah kita mengetahu adanya batu yang mengucapkan salam, maka keajaiban selanjutnya adalah adanya batu yang berbicara di akhir zaman. Jika kita pikirkan, maka terasa aneh, tapi demikianlah seorang muslim harus mengimani seluruh berita yang disampaikan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, baik yang masuk akal, atau tidak. Karena Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- tidaklah pernah berbicara sesuai hawa nafsunya, bahkan beliau berbicara sesuai tuntunan wahyu dari Allah Yang Mengetahui segala perkara ghaib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi sehingga seorang diantara mereka bersembunyi di balik batu. Maka batu itu berkata, "Wahai hamba Allah, Inilah si Yahudi di belakangku, maka bunuhlah ia". [HR. Al-Bukhoriy dalam Shohih-nya (2767), dan Muslim dalam Shohih-nya (2922)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafizh Ibnu Hajar-rahimahullah- berkata, "Dalam hadits ini terdapat tanda-tanda dekatnya hari kiamat, berupa berbicaranya benda-benda mati, pohon, dan batu. Lahiriahnya hadits ini (menunjukkan) bahwa benda-benda itu berbicara secara hakikat".[Lihat Fathul Bari (6/610)]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    7.  Semut Memberi Komando&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin kita pernah mendengar cerita fiktif tentang hewan-hewan yang berbicara dengan hewan yang lain. Semua itu hanyalah cerita fiktif belaka alias omong kosong. Tapi ketahuilah wahai para pembaca, sesungguhnya adanya hewan yang berbicara kepada hewan yang lain, bahkan memberi komando, layaknya seorang komandan pasukan yang memberikan perintah. Hewan yang memberi komando tersebut adalah semut. Kisah ini sebagaimana yang dijelaskan oleh Al-Qur’an,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan Sulaiman Telah mewarisi Daud, dan dia berkata: "Hai manusia, kami Telah diberi pengertian tentang suara burung dan kami diberi segala sesuatu. Sesungguhnya (semua) Ini benar-benar suatu kurnia yang nyata".Dan dihimpunkan untuk Sulaiman tentaranya dari jin, manusia dan burung lalu mereka itu diatur dengan tertib (dalam barisan). Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari.Maka dia (Sulaiman) tersenyum dengan tertawa Karena (mendengar) perkataan semut itu. dan dia berdoa: "Ya Tuhanku berilah Aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang Telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; dan masukkanlah Aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh". (QS.An-Naml: 16-19).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa perkara yang lebih layak dijadikan "Tujuh Keajaiban Dunia" yang menghebohkan, dan mencengangkan seluruh manusia. Orang-orang beriman telah lama meyakini dan mengimani perkara-perkara ini sejak zaman Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- sampai sekarang. Namun memang kebanyakan manusia tidak mengetahui perkara-perkara itu. Oleh karena itu, kami mengangkat hal itu untuk mengingatkan kembali, dan menanamkan aqidah yang kokoh di hati kaum muslimin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Buletin Jum’at Al-Atsariyyah &lt;br /&gt;Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 46 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-9123366950670899639?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/9123366950670899639/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/tujuh-keajaiban-dunia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/9123366950670899639'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/9123366950670899639'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/tujuh-keajaiban-dunia.html' title='Tujuh Keajaiban Dunia'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-489451865816484176</id><published>2009-06-11T00:47:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T02:09:12.659-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Alam Kubur'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><title type='text'>Misteri Alam Kubur</title><content type='html'>Jika kita memasuki daerah pekuburan dan melayangkan pandangan pada kuburan-kuburan yang tersusun rapi, maka kita akan mendapati keheningan dan sunyi yang berkepanjangan. Tak terdengar sedikitpun suara, meski banyak yang tinggal disitu. Kuburan-kuburan yang berjejer rapat, sementara dahulu mereka tinggal berjauhan, tidak saling mengenal antara satu dengan yang lainnya. Ada anak kecil yang masih menyusui, ada orang kaya, ada juga orang yang tak punya. Ada orang yang tua renta, dan ada pula anak muda. Namun, apakah gerangan yang terjadi pada mereka? Banyak diantara kita tidak mengetahui Misteri Alam Kubur. &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Oleh karena itu, kali ini kami akan mengajak anda untuk menjelajahi alam kubur sebagaimana yang telah dikabarkan oleh rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- berdasaarkan wahyu dari Allah - Subhanahu Wa Ta’ala-, bukan dari takhayyul yang dibuat-buat oleh manusia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Barra’ bin ‘Azib-radhiyallahu ‘anhu- dia berkata, "Kami pernah mengiringi jenazah seorang dari sahabat anshar. Tatkala kami tiba di kuburan, ternyata penggalian lahat belum selesai. Akhirnya Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-duduk (menghadap kiblat), dan kami pun duduk di sekelilingnya. seolah-olah ada burung diatas kepala kami yang hinggap (karena dalam keadaan diam dan tenang). Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- memegang kayu yang beliau pukulkan ke tanah.(Beliau memandang ke langit lalu memandang ke tanah, lalu beliau mendongakkan kepalanya dan menundukkannya tiga kali). Kemudian beliau bersabda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اِسْتَعِيْذُوْا بِاللهِ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berlindunglah kalian kepada Allah dari siksa kubur". Diucapkan dua atau tiga kali. (Kemudian Rasulullah bersabda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَعُوْذُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Allah aku berlindung kepadamu dari azab kubur").tiga kali. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian bersabda, "Sesungguhnya seorang hamba yang mu’min apabila meninggal dunia dan menghadapi akhirat maka turunlah para malaikat dari langit. Wajahnya putih seakan-akan di wajah mereka itu matahari. Mereka membawa kain kafan diantara kafan-kafan surga dan hanuth (parfum) diantara parfum-parfum surga hingga mereka duduk dari tempat yamg jaraknya sejauh mata memandang. Kemudian datanglah malaikat maut -Alaihis Salam- hingga duduk di sisi kepalanya lalu dia berkata, "Wahai jiwa yang baik (dalam sebuah riwayat: yang tenang) keluarlah menuju kepada ampunan Allah dan keridhoan-Nya. (Rasulullah bersabda), "Maka keluarlah ruh itu mengalir seperti tetesan air dari wadahnya, lalu malaikat itu mengambilnya. Apabila malaikat maut telah mengambilnya, maka para malaikat itu tidak membiarkannya berada di tangan malaikat maut sekejap mata pun hingga mereka mengambilnya, lalu mereka meletakkan di dalam kafan dan parfum tersebut.(Maka itulah makna firman Allah -Ta’ala-, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dia diwafatkan oleh malaikat-malaikat kami; dan malaikat-malaikat kami itu tidak melalaikan kewajibannya". (QS. Al An’am:61) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semerbak bau wangi seperti misik paling wangi yang didapati di muka bumi. Lalu mereka membawanya naik. Tidaklah mereka melewatkan ruh itu di hadapan sekumpulan para malaikat melainkan para malaikat itu mengatakan, Siapakah ruh yang wangi ini? Mereka menjawab, Fulan bin Fulan -disebut dengan nama-nama terbaik yang dulu mereka menyebutnya ketika di dunia- hingga mereka sampai di langit dunia. Lalu mereka minta agar pintu dibukakan untuk ruh itu. Maka dibukakan untuk mereka. Lalu para malaikat muqarrabun dari semua sisi langit itu mengantarkannya sampai ke langit yang berikutnya hingga berakhir di langit yang ke tujuh. Maka Allah -Ta’ala- berfirman, "Tulislah untuk hamba-Ku di ‘Illiyyin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tahukah kamu apakah ‘Illiyyin itu? (yaitu) Kitab yang bertulis. Yang disaksikan oleh malaikat-malaikat yang didekatkan (kepada Allah)". (QS. Al-Muthoffifin:19-21). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ditulislah kitabnya di Illiyyin. (Kemudian Allah berfirman lagi), "Kembalikanlah ia ke bumi. sesungguhmya Aku (berjanji kepada mereka bahwa) dari bumilah Aku menciptakan mereka dan dari sana Aku kembalikan mereka, dan dari sana pula Aku mengeluarkan mereka lagi di kali yang lain". Maka (ia dikembalikan ke bumi, dan) dikembalikan ruhnya itu ke dalam jasadnya.(Kata beliau -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, sesungguhnya ia mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarnya, apabila mereka pulang meninggalkannya). Lalu ia didatangi oleh dua malaikat (yang keras hardikannya) seraya menghardiknya dan mendudukkannya. Lalu kedua malaikat itu bertanya kepadanya, "Siapa Rabbmu?" Maka ia menjawab, "Rabbku adalah Allah". Keduanya bertanya lagi, "Apa agamamu?" Dia menjawab, "Agamaku Islam". Lalu keduanya bertanya lagi, "Siapakah orang yang diutus oleh Allah kepada kalian itu?" Dia menjawab, "Beliau adalah utusan Allah". Lalu keduanya bertanya lagi kepadanya, "Apa saja amalanmu?"Dia menjawab, "Aku membaca Kitabullah, lalu aku beriman kepadanya, dan membenarkannya". Lalu malaikat itu bertanya lagi, "Siapa Rabbmu? dan apa agamamu? dan siapa nabimu?" Itulah akhir fitnah (ujian) atau pertanyaan yang diajukan kepada seorang mu’min. Maka itulah makna firman Allah -Ta’ala-, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat". (QS.Ibrahim: 27)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu ia menjawab, "Rabbku adalah Allah; agamaku Islam, dan nabiku adalah Muhammad -Shollallahu ‘alaihi wasallam-". Maka ada Penyeru (Allah) yang menyeru dari langit dengan mengatakan, "Telah benar hamba-Ku. maka bentangkanlah permadani dari jannah (surga) dan kenakanlah untuknya dari pakaian jannah, serta bukakanlah untuknya pintu ke jannah". Lalu sampai kepadanya hawa jannah dan bau wanginya, dan diluaskan kuburnya sejauh mata memandang. Datanglah kepadanya (di dalam sebuah riwayat: didatangkan kepadanya dalam bentuk) seorang laki-laki yang tampan wajahnya bagus pakaiannya, dan wangi baunya, lalu orang itu mengatakan, "Berbahagialah dengan apa yang membuatmu senang, (berbahagialah dengan keridhan dari Allah -Ta’ala-dan jannah yang di dalamnya ada nikmat-nikmat yang abadi). Ini adalah hari yang dijanjikan kepada engkau". Lalu ia mengatakan kepadanya, "(Engkau telah diberi kabar gembira oleh Allah dengan kebaikan) Siapakah engkau ini? wajahmu menunjukkan wajah orang yang datang dengan kebaikan". Orang itu menjawab, "Aku adalah amalanmu yang shalih (Demi Allah tidaklah aku mengetahuimu, kecuali engkau orang yang bersegera melakukan ketaatan kepada Allah. Maka Allah membalasmu dengan yang terbaik)". Kemudian dibukakanlah untuknya pintu jannah dan pintu neraka. Lalu dikatakan kepadanya, "Inilah tempat tinggalmu jika engkau durhaka kepada Allah. Kemudian Allah menggantikanmu dengan yang itu (jannah)". Saat ia melihat apa yang ada di dalam jannah, ia mengatakan, "Ya Rabbi, segerakanlah datangnya hari kiamat agar aku pulang lagi kepada keluargaku dan hartaku". (Lalu dikatakan kepadanya:tenanglah). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lanjut beliau -Shollallahu ‘alaihi wasallam- bersabda , "Sesungguhnya seorang hamba yang kafir (di dalam sebuah riwayat, "yang fajir/durhaka") apabila ia meninggal dunia dan menghadapi akhirat, turunlah kepadanya para malaikat dari langit (yang keras lagi kejam) yang berwajah hitam-hitam. Mereka membawa pakaian kasar (dari neraka). lalu mereka duduk dari tempatnya sejauh mata memandang. kemudian datanglah malaikat maut hingga duduk di sisi kepalanya lalu ia berkata, "Wahai jiwa yang jelek! Keluarlah menuju kemurkaan Allah dan kemarahannya!" Maka tercerai-berai ruh itu di dalam jasadnya, kemudian dicabut seperti dicabutnya besi berduri (banyak cabangnya) dari bulu yang basah lalu tertarik putus bersamanya urat-urat dan pembuluhnya. (Kemudian ia dilaknat oleh setiap malaikat yang ada di antara langit dan bumi dan semua malaikat yang ada di langit; ditutuplah pintu-pintu langit. Tidak ada di antara malaikat penjaga pintu itu, kecuali mereka memohon kepada Allah agar ruh itu jangan dinaikkan melalui tempat mereka). Lalu malaikat maut mangambilnya. Apabila malaikat maut telah mengambilnya, maka para malaikat itu tidak membiarkannya berada di tangannya sekejap mata pun hingga mereka mengambilnya, lalu mereka meletakkannya di dalam kafan tersebut. Maka keluarlah dari ruh itu bau busuk seperti bangkai paling busuk yang didapati di muka bumi. Kemudian mereka membawanya naik. Tidaklah mereka melewatkan ruh itu di hadapan sekumpulan para malaikat, melainkan para malaikat itu mangatakan, "Siapakah ruh yang sangat busuk ini?" Mereka menjawab, Fulan bin Fulan – disebut dengan nama-nama terburuk yang dulu mereka menyebutnya ketika di dunia– hingga mereka sampai di langit dunia. Lalu mereka minta agar pintu dibukakan untuk ruh itu. Namun tidak dibukakan untuknya. Kemudian Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- membaca ayat, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langitdan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan. (QS. Al-A’raf:40) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, "Tulislah kitabnya di Sijjin, di bumi yang paling bawah". (Kemudian Allah berfirman lagi), "Kembalikanlah ia ke bumi. Sesungguhmya Aku (berjanji kepada mereka bahwa) dari bumilah Aku menciptakan mereka dan dari sana Aku kembalikan mereka, dan dari sana pula Aku mengeluarkan mereka lagi di kali yang lain". Maka dilemparkan ruh (dari langit) dengan lemparan (yang membuat ruh itu kembali ke dalam jasadnya). Kemudian Rasulullah membaca, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah, Maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit, lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh". (QS. Al-Hajj: 31) &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu dikembalikan ruh itu ke dalam jasadnya. (Kata beliau -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, "Sesungguhnya ia mendengar suara sandal orang-orang yang mengantarkannya apabila mereka pulang meninggalkannya). Lalu ia didatangi oleh dua malaikat (yang keras hardikannya), lalu keduanya menghardiknya dan mendudukkannya. Kemudian kedua malaikat itu bertanya kepadanya, "Siapa Rabbmu?" Maka ia menjawab, "Haah…hah, saya tidak tahu". Keduanya bertanya lagi, "Apa agamamu?" Dia menjawab, "Haah hah, saya tidak tahu". Lalu keduanya bertanya lagi, "apa komentarmu tentang orang yang diutus oleh Allah kepada kalian itu?" Dia tidak tahu namanya. Lalu dikatakan kepadanya, "Muhammad!?" Maka ia menjawab, "Haah…hah, saya tidak tahu (saya mendengar orang mengatakan begitu". Lalu dikatakan kepadanya, "Engkau tidak tahu, dan tidak membaca?" Maka ada penyeru yang menyeru dari langit dengan mengatakan, "Dia dusta. Maka bentangkanlah permadani dari neraka dan bukakanlah untuknya pintu ke neraka". Lalu sampailah kepadanya panas neraka dan hembusan panasnya. Disempitkan kuburnya hingga bertautlah tulang rusuknya karenanya. Datanglah kepadanya (di dalam sebuah riwayat: didatangkan kepadanya dalam bentuk) seorang laki-laki yang buruk wajahnya buruk pakaiannya dan busuk baunya. Lalu orang itu mengatakan, "Aku kabarkan kepadamu tentang sesuatu yang membuatmu menderita. Inilah hari yang dijanjikan kepadamu". Lalu ia mengatakan kepadanya, "(Engkau telah diberikan kabar jelek oleh Allah)". Siapakah engkau ini? Wajahmu menunjukkan wajah orang yang datang dengan kejelekan". Orang itu menjawab, "Aku adalah amalanmu yang buruk. (Demi Allah, tidaklah aku mengetahuimu, kecuali engkau adalah orang yang berlambat-lambat dari melakukan ketaatan kepada Allah dan bergegas kepada kemaksiatan kepada Allah. Maka Allah membalasmu dengan yang terburuk)". Kemudian didatangkan kepadanya seorang yang buta, tuli lagi bisu dengan membawa sebuah palu besar di tangannya! Kalau saja palu itu dipukulkan kepada gunung, tentu gunung itu menjadi debu. maka orang itu memukulkan palu itu kepadanya hingga ia menjadi debu. Kemudian Allah mengembalikannya lagi seperti semula. Lalu orang itu memukulnya sekali lagi hingga ia memekik keras dengan teriakan yang bisa didengar oleh segala yang ada, kecuali manusia dan jin. Kemudian dibukakan pintu neraka untuknya dan dibentangkan permadani dari neraka). Maka ia berkata:"Ya Rabbi! janganlah Engkau datangkan hari kiamat itu!" [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (4753), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (107), Ath-Thoyalisiy dalam Al-Musnad (753), dan Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushonnaf (12059). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (1630)] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah perjalanan kita kali ini. Semoga bisa menjadi nasihat bagi kita sebagai calon penghuni kubur yang akan segera menyusul orang-orang yang ada dalam liang lahat. Maka persiapkanlah imanmu dan amal sholihmu dengan mempelajarilah agamamu sehingga engkau menjadi orang-orang yang selamat dari hardikan malaikat, dan himpitan kubur yang gelap. Ingatlah dunia dan umurmu singkat !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Buletin Jum’at Al-Atsariyyah&lt;br /&gt;Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 55 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-489451865816484176?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/489451865816484176/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/misteri-alam-kubur.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/489451865816484176'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/489451865816484176'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/misteri-alam-kubur.html' title='Misteri Alam Kubur'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-7660706409410023080</id><published>2009-06-11T00:36:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T02:09:12.660-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Kisah Teladan'/><title type='text'>Mencela Makhluk, Mencela Allah</title><content type='html'>Ucapan terkadang ringan dimulut, seakan-akan angin yang berhembus tanpa ada yang menghalanginya, sehingga ada sebagian orang yang membuat hamba Allah tersakiti, dan murka, bahkan "menyakiti" Allah ketika mencela makhluk-Nya. Sebab, mencela makhluk sama dengan mencela Allah. Karenanya, Allah -Ta’ala- mengajarkan kepada kita melalui lisan Nabi-Nya -Shollallahu ‘alaihi wasallam- cara menjaga lisan dari "hobi mencela", karena ini akan mendatangkan dosa . &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Jangan Mencela Masa &lt;br /&gt;Masa adalah salahsatu makhluk ciptaan Allah -Ta’ala-. Seorang ketika mencela makhluk ibaratnya mencela Pembuat, dan Penciptanya. Si pencela ini seakan tak menghormati, dan menghargai si Pencipta; seakan makhluk yang dicelanya, tak ada gunanya. Padahal Allah menciptakannya berdasarkan hikmah yang amat tinggi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- melarang kita mencela masa dalam sabdanya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَا تَسُبُّوْا الدَّهْرَ فَإِنَّ اللهَ هُوَ الدَّهْرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah kamu mencela masa, karena Allah adalah masa!" [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2246), dan Ahmad dalam Al-Musnad (9126)] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencela masa dan mengembalikan kesialan kepada masa berarti menyakiti Allah -Ta’ala- . Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ يُؤْذِيْنِيْ ابْنُ آدَمَ يَقُوْلُ يَا خَيْبَةَ الدَّهْرِ فَلَا يَقُوْلَنَّ أَحَدُكُمْ يَا خَيْبَةَ الدَّهْرِ فَإِنِّيْ أَنَا الدَّهْرُ أُقَلِّبُ لَيْلَهُ وَنَهَارَهُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah Azza wa Jalla berfirman: " Anak adam manyakiti-Ku; anak Adam berkata, "Wah, Celaka karena masa". Janganlah seorang diantara kalian berkata, "Wah, Celaka karena masa", karena Aku dalah masa, Aku membolak-balikkan malam dan siang". [HR. Bukhariy dalam Shohih-nya (4826), Muslim dalam Shohih-nya (2246)]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Al-Baghowiy-rahimahullah- berkata, "Sabda Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, " janganlah seseorang mangatakan : "Wah, celaka karena masa!", maknanya bahwa diantara kebiasaan orang Arab adalah mencela masa, yaitu pada waktu kejadian-kejadian (musibah), karena menisbatkan musibah-musibah dan perkara-perkara yang tidak disukai kepada masa. Mereka biasa mengatakan (tentang orang yang tertimpa musibah), "Masa-masa sial telah menimpa mereka; mereka telah dibinasakan oleh masa". Allah -Subhanahu wa -Ta’ala-’ telah menyebutkan tentang mereka di dalam kitab-Nya seraya berfirman, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَقَالُوْا مَا هِيَ إِلَّا حَيَاتُنَا الدَّنْيَا نَمُوْتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَا إِلَّا الدَّهْرُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Mereka berkata, "Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja; kita mati dan kita hidup. Tidak ada yang akan membinasakan kita selain masa". ((QS.Al-Jatsiyah :24 ). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika mereka menisbatkan kesusahan yang menimpa mereka kepada masa, berarti mereka mencela pelaku yang membuat kesusahan-kesusahan itu, sehingga celaan mereka tertuju kepada Allah -Ta’ala, karena Dia adalah Pelaku sebenarnya terhadap perkara-perkara yang mereka nisbatkan kepada masa. Oleh karena inilah, mereka dilarang mencela masa". [Lihat Syarhus Sunnah 12/357, cet. Al-Maktab Al-Islamiy, dengan tahqiq Syu’aib Al-Arna’uth1398 H] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah-rahimahullah- berkata, "Pencela masa akan berkisar dalam dua perkara; ia harus terkena oleh salahsatunya: entah ia mencela Allah, ataukah ia musyrik (memperserikatkan Allah), karena jika ia meyakini bahwa masa adalah pelaku bersama Allah, maka ia adalah musyrik. Jika ia meyakini bahwa Allah saja yang melakukan hal itu, sedang ia mencela yang melakukannya, maka sungguh ia telah mencela Allah". [Lihat Zaadul Ma’ad (2/323), dengan tahqiq Al-Arna’uth, cet. Mu’assasah Ar-Risalah, 1407 H] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faedah: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan dipahami dari hadits ini bahwa Allah adalah masa, sebab masa adalah makhluk. Abu Sulaiman Al-Khoththobiy-rahimahullah- berkata ketika me-syarah hadits di atas, "Maknanya: Aku adalah pemilik masa, dan pengatur segala urusan yang kalian nisbahkan kepada masa. Barangsiapa yang mencela masa, karena dia adalah pelaku bagi urusan-urusan ini, maka celaannya kembali kepada-Ku, karena Aku adalah Pelakunya. Masa itu hanyalah waktu dan zaman yang aku jadikan sebagai wadah waktu terjadinya urusan-urusan". [Lihat Al-Qowa’id Al-Mutsla (hal.27), dengan Ta’liq Asyrof bin Abdil Maqshud, cet. Adhwa’ As-Salaf ] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Mencela Demam &lt;br /&gt;Jika orang diuji dengan penyakit, seringkali dia tidak bersabar, bahkan berkeluh kesah atau mencela penyakit yang dia derita. Padahal semua yang dialami seorang mukmin itu baik baginya. Jika dia menyikapinya seperti yang dituntunkan oleh Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam-, ini akan membersihkan seorang mukmin dari dosa-dosanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jabir bin abdullah -radhiyallahu ‘anhu- berkata, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَخَلَ عَلَى أُمِّ السَّائِبِ أَوْ أُمِّ الْمُسَيَّبِ فَقَالَ مَالَكِ ؟ يَا أُمَّ السَّائِبِ أَوْ يَا أُمَّ الْمُسَيَّبِ تُزَفْزِفِيْنَ ؟ قَالَتْ الْحُمَّى لَا بَارَكَ اللهُ فِيْهَا فَقَالَ لَا تَسُبِّيْ الْحُمَّى فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِيْ آدَمَ كَمَا يُذْهِبُ الْكِيْرُ خَبَثَ الْحَدِيْدِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Rasulullah -Shollallahu ‘alaihi wasallam- menemui Ummu Saib atau Ummu Musayyab, lalu beliau bersabda: "kenapa engkau wahai ummu saib", atau " Wahai Ummul Musayyab engkau gemetar". Dia menjawab: "Demam, semoga Allah tidak memberkahinya". Maka beliau bersabda: "janganlah engkau mencela demam, sesungguhnya demam itu akan menghilangkan dosa-dosa anak Adam sebagaiman tungku api pandai besi membersihkan kotoran besi". [HR.Muslim (2575)] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beginilah terapi Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- dalam mengobati hati dan lisan seseorang sehingga seorang mukmin bersih dari segala perkara yang merusak citra dirinya di hadapan Allah dan para hamba-hamba-Nya. Inilah keistimewaan Islam; ia mengajarkan akhlaq yang mulia dalam segala perkara. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Mencela Binatang &lt;br /&gt;Binatang –walaupun rendah dalam pandangan kita- juga tak boleh dicela, karena ia adalah nikmat ciptaan Allah yang membantu, dan memudahkan urusan dunia, dan akhirat kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Barzah Al-Aslamiy -radhiyallahu ‘anhu- berkata, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;بَيْنَمَا جَارِيَةٌ عَلَى نَاقَةٍ عَلَيْهَا بَعْضُ مَتَاعِ الْقَوْمِ إِذْ بَصُرَتْ بِالنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَتَضَايَقَ بِهِمْ الْجَبَلُ فَقَالَتْ حَلْ اللَّهُمَّ الْعَنْهَا قَالَ فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تُصَاحِبُنَا نَاقَةٌ عَلَيْهَا لَعْنَةٌ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"ketika seorang budak wanita berada diatas seekor onta tunggangan, dan di atas onta itu terdapat barang milik orang-orang lain. Ketika onta itu melihat nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- sedangkan (jalan) gunung menjadi sempit dengan mereka. Maka budak wanita itu berkata: "yak cepatlah hai onta, wahai Allah laknatlah onta ini! " maka Nabi bersabda: "onta yang dilakanat itu tidak boleh menemani kami". [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2596)]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Husain Al-Awayisyah-hafizhahullah- berkata, "Alangkah agung dan indahnya agama ini, yang melarang celaan terhadap binatang. Sebuah agama yang berusaha membersihkan hati; agama yang berusaha membersihkan lidah. Sesungguhnya manusia yang terbiasa mencela binatang, akan mudah baginya mencela manusia. Sesungguhnya manusia yang terbiasa menjaga lidahnya dari mencela binatang, akan mudah baginya menjaga lidahnya di dalam segala yang diridhoi oleh Allah -Ta’ala-, InsyaAllah". [Lihat Hasho’id Al-Alsun (hal.157), cet. Darul Hijrah]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Mencela Ayam Jantan &lt;br /&gt;Mungkin ada diantara kita tak pernah berpikir kalau ayam yang kita lihat sehari-hari, ternyata ia memiliki keutamaan membantu manusia dalam beribadah, karenanya Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- memuji ayam jantan, dan melarang kita mencelanya. Nabi -Shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda melarang kita mencela ayam jantan, karena ayam jantan itu berkokok untuk membangunkan manusia agar beribadah kepada penciptanya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَا تَسُبُّوْا الدِّيْكَ فّإِنَّهُ يُوْقِظُ لِلصَّلَاةِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Janganlah kamu mencela ayam, karena ayam jantan itu membangunkan (orang) untuk shalat". [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya(5101). Di-shohih-kan oleh syaikh Al-Albaniy dalam Takhrij Misykah Al-Mashobih (4136)]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Husain bin Al-Hasan Al-Hulaimiy-rahimahullah- berkata, "Dalam hadits ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa segala sesuatu yang diambil suatu faedah darinya, tak pantas untuk dicela, dan direndahkan, bahkan haknya untuk dimuliakan, dan disyukuri; dihadapai (dipergauli) dengan baik". [Lihat Faidhul Qodir Syarh Al-Jami’ Ash-Shoghir (1/1327/no.9786) karya Abdur Ra’uf Al-Munawiy] &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun kebiasaan sebagian orang yang suka menghina ayam jantan, bahwa itu hanyalah binatang, maka ini merupakan perbuatan sia-sia, dan tolol. Justru perbuatannya tersebut yang pantas dicela. Lebih konyol lagi, jika ayam jantan ini tidak sekedar dihina, tapi disakiti tubuhnya ketika atraksi judi "Sabung Ayam" !!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan Mencela Angin &lt;br /&gt;Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- juga melarang mencela angin, karena sesungguhnya angin itu berhembus dengan perintah Penciptanya, bukan atas kemauannya sendiri, maka mencela angin berarti mencela Allah -Ta’ala- . Tapi hendaknya seseorang jika melihat hembusan angin yang menakutkannya hendaklah dia berdo’a dengan do’a yang dituntunkan oleh nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- sebagaimana hadits berikut ini: &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;لَا ت َ سُبُّوْا الرِّيْحَ فَإِذَا رَأَيْتُمْ مَا تَكْرَهُوْنَ فَقُوْلُوْا اللَهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنْ خَيْرِ هَذِهِ الرِّيْحِ وَخَيْرِ مَا فِيْهَا وَخَيْرِ مَا أُمِرَتْ بِهِ وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ هَذِهِ الرِّيْحِ وَشَرِّ مَا فِيْهَا وَشَرِّ مَا أُمِرَتْ بِهِ &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Janganlah kamu mencela angin! Jika kamu melihat apa yang kamu tidak suka dari angin itu maka berkatalah: wahai Allah, kami mohon kepadamu kebaikan angin ini, dan berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, dan dari keburukan yang ada pada angin ini, dan dari keburukan yang angin ini dikirim". [HR. At-Tirmidzy dalam Sunan-nya(2252), Ahmad dalam Al-Musnad (5/123/no.21176)Hadits ini di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (2756)]. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdur Rahman bin Hasan Alusy Syaikh-rahimahullah- berkata, "Angin itu berhembus dengan penciptaan Allah -Ta’ala-’ dan perintah-Nya, karena Allah yang menciptakannya dan memerintahkannya. Maka mencelanya berarti mencela Pelakunya, yaitu Allah -Ta’ala-, sebagaimana telah berlalu tentang larangan mencela masa, dan ini menyerupainya. Tak ada yang melakukannya, kecuali orang yang bodoh terhadap Allah dan agama-Nya,dan terhadap perkara yang Dia syariatkan kepada hamba-hamba-Nya. Jadi, Nabi -Shollallahu ‘alaihi wasallam- melarang orang-orang yang beriman dari perkara yang dikatakan oleh orang-orang yang bodoh dan kasar. Beliau membimbing mereka kepada perkara yang disukai untuk dikatakan pada saat angin berhembus, yaitu beliau bersabda, " Jika kamu melihat apa yang kamu tidak sukai dari angin itu maka katakanlah, "Ya Allah, kami mohon kepada-Mu dari kebaikan angin ini, dan dari kebaikan yang ada pada angin ini, dan dari kebaikan yang angin ini dikirim. Kami berlindung kepada-Mu dari keburukan angin ini, dan dari keburukan yang ada pada angin ini, dan dari keburukan yang angin ini dikirim". Di dalam do’a ini terdapat peribadahan kepada Allah, ketaatan kepada-Nya dan kepada Rasul-Nya, dan menolak keburukan-keburukan; menyebut karunia dan nikmat Allah. Inilah keadaan orang-orang yang bertauhid dan beriman. Berbeda dengan keadaan orang-orang yang fasik dan penuh dengan maksiat, orang-orang yang dihalangi dari mencicipi rasa tauhid yang merupakan hakikat iman". (Lihat Fathul Majid Syarh Kitab Tauhid (hal. 559), cet. Dar Alam Al-Kutub, 1417 H)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Buletin Jum’at Al-Atsariyyah &lt;br /&gt;Sumber : Buletin Jum’at Al-Atsariyyah edisi 36 Tahun I. Penerbit : Pustaka Ibnu Abbas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-7660706409410023080?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/7660706409410023080/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/mencela-makhluk-mencela-allah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/7660706409410023080'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/7660706409410023080'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/mencela-makhluk-mencela-allah.html' title='Mencela Makhluk, Mencela Allah'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-7677326189743084105</id><published>2009-06-11T00:27:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T17:18:45.501-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>Fatwa Para Ulama Tentang Bom Bunuh Diri</title><content type='html'>Penulis: Ulama Saudi Arabia (Hai'ah Kibaril Ulama) &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Segala puji hanyalah bagi Allah sendiri, semoga Shalawat dan Salam atas nabi terakhir Muhammad Shalallahu 'alaihi wassalam, keluarganya dan para shahabatnya. &lt;br /&gt;Amma Ba'du,&lt;br /&gt;Hai'ah Kibarul Ulama telah mengadakan pertemuan khusus pada hari Rabu, tanggal 13 Rabi'ul Awal 1424, yang pertemuan itu membahas mengenai ledakan di kota Riyadh yang terjadi pada hari Senin, tanggal 11 Rabi'ul Awwal, yang peristiwa itu mengakibatkan adanya korban terbunuh, penghancuran, teror dan kerusakan yang ditimbulkannya di masyarakat, baik itu dari kalangan Muslimin dan selainnya.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sudah diketahui bahwa Syari'ah Islam telah datang untuk melindungi lima hal penting dan melarang untuk melanggar lima hal itu, lima hal itu adalah :&lt;br /&gt;1. Agama,&lt;br /&gt;2. Kehidupan,&lt;br /&gt;3. Harta benda,&lt;br /&gt;4. Kehormatan,&lt;br /&gt;5. Akal budi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslimin dilarang untuk melanggar hal tersebut di atas terhadap orang-orang yang berhak dilindungi. Orang-orang tersebut mempunyai hak-hak yang dilindungi berdasar pada syari'ah Islam yakni :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Muslimin, adalah tidak diperbolehkan untuk melanggar hak setiap muslimin atau membunuhnya tanpa adanya sebab yang membolehkannya. Barangsiapa melakukannya, Maka ia telah melakukan dosa besar, bahkan merupakan salah satu dosa besar yang paling besar ! Dan Allah Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barangsiapa yang membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannnya ialah jahannam, Kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan azab yang besar baginya". (QS An Nisa 93)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oleh karena itu kami tetapkan (suatu hukum) bagi bani Israel, bahwa: barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, ataubukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh seluruhnya". (QS Al Maidah 32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mujahid rahimahullah berkata,"Dosanya (artinya dosanya membunuh seseorang adalah sama beratnya dengan membunuh seluruh umat manusia), ini menunjukkan bahwa besarnya dosa membunuh seseorang tanpa alasan yang dibenarkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada yang berhak untuk disembah selain Allah dan bahwa aku adalah Rasulullah adalah tidak diperkenankan (untuk ditumpahkan darahnya) kecuali berdasarkan pada tiga hal, (1) balasan karena telah membunuh seseorang (qishash, red), (2) menghukum pezina (rajam, red), (3) seseorang yang meninggalkan agamanya (murtad, red), meninggalkan dari al Jama'ah" (Bukhari dan Muslim, dan ini adalah lafadznya Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Aku telah diperintahkan untuk memerangi manusia sampai mereka bersaksi bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan jika mereka melakukan hal tersebut, maka darah mereka dan hartanya adalah dilindungi dariku, kecuali dikarenakan hak Islam atasnya, dengan sebab itu mereka bersama Allah" (Muttafaq 'alaih, dari Ibnu'Umar radhiyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam Sunan An Nasa'i, dari Abdullah bin 'Amr radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Runtuhnya dunia adalah lebih baik di hadapan Allah, daripada membunuh seorang muslim" .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari Ibnu Umar melihat ke Ka'bah dan berkata (ditujukan pada Ka'bah),"Begitu besarnya kamu, dan begitu besarnya kesucianmu, tapi orang-orang yang beriman itu lebih besar kesuciannya di hadapan Allah dibanding kamu" (Artinya Al Haram itu dilindungi dan aman dari peperangan dan pertumpahan darah, tapi orang-orang yang beriman itu lebih dilindungi dan diamankan dari mengalirnya darah mereka)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan nash-nash itu dan yang lainnya menunjukkan tentang kenyataan yang sangat besar bilainya yaitu tentang kesucian darah muslimin, dan dilarang untuk membunuh muslim tanpa adanya alasan yang membenarkannya dari Syari'ah, maka tidak diperbolehkan untuk melanggar setiap muslim tanpa ada alasan (yang dibenarkan Syariat, red).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usamah bin Zaid berkata "Rasulullah mengutus kita ke Al Huruqa, dan pada pagi harinya kami menyerang mereka dan mengalahkan mereka. Aku dan seseorang dari kalangan Anshar mengikuti salah seorang dari mereka dan ketika kami akan menangkapnya, dia berkata:'La Ilaha Ilallah'. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi mendengar hal ini orang dari Anshar itu menahan diri, tapi aku membunuhnya dengan menebasnya dengan pedangku. Ketika kami kembali, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam datang untuk menanyakan hal tersebut dan kemudian berkata,'Wahai Usamah apakah kamu membunuhnya setelah dia berkata 'La Ilaha Ilallah'? Aku (Usamah) berkata,'Tapi dia berkata itu karena dia ingin dirinya selamat'. Beliau mengulang-ngulang pertanyaan ini berkali-kali sampai aku merasa bahwa aku belum pernah masuk Islam sebelumnya"(Muttafaq 'Alaih, dan lafadznya dari Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini menunjukkan, dan mengindikasikan dengan sangat jelas, tentang ketinggian nilai dari kehidupan. Riwayat ini menceritakan seorang musyrikin yang ikut berperang dengan kaumnya, dan mereka berjihad melawan kaum musyrikin, dan ketika mereka (Usamah bin Zaid dan seorang dari Anshar) hendak menangkapnya, dia berkata dengan (ungkapan) Tauhid, tapi Usamah bin Zaid membunuhnya, dan menyatakan bahwa apa yang dia katakan itu hanyalah dalam rangka untuk melindungi dari kematiannya, namun Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam tidak menerima pernyataan dan penjelasan Usamah tentang kondisi sebenarnya. Ini merupakan sesuatu hal yang sangat besar, yang menunjukkan sucinya darah kaum muslimin dan dosa besar bagi siapa saja yang melakukan pembunuhan terhadap kaum muslimin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dari darah kaum muslimin, maka harta bendanya pun juga dilindungi. Berdasarkan pada sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam,"Darahmu dan hartamu adalah suci dari orang lain, seperti sucinya harimu ini, dan sucinya kota kalian (Mekkah), dan bulanmu" (Diriwayatkan oleh Muslim, dan ini adalah merupakan dari khutbah Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pada saat hari Arafah, Al Bukhari dan meriwayatkan yang semisalnya pada bab Yaumun Nahr)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sini, maka larangan dari membunuh nyawa yang telah dilindungi tanpa alasan yang diperbolehkan telah jelas.&lt;br /&gt;Dari orang-orang yang hidup yang dilindungi selain Muslim adalah:&lt;br /&gt;1. Mereka (non muslim) yang mengadakan perjanjian,&lt;br /&gt;2. Dzimmi,&lt;br /&gt;3. Mereka (non muslim) yang mencari perlindungan dari kaum muslimin. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 'Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash radhiyallahu 'anhuma, dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau bersabda,"Barangsiapa yang membunuh seseorang yang telah mempunyai perjanjian dengan kaum muslimin, maka dia tidak akan mencium bau surga, walaupun baunya itu tercium dari jarak 40 tahun" (Riwayat Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan terhadap siapa saja yang Waliyul 'Amr telah membolehkannya masuk ke wilayahnya dengan perjanjian dan menjanjikan jaminan keamanan baginya, maka hidupnya dan hartanya adalah dilindungi, tidak dibolehkan untuk mengganggunya, dan barangsiapa membunuhnya maka dia adalah sesuai dengan apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, "Dia tidak akan mencium bau surga". Dan hal ini adalah merupakan peringatan keras terhadap siapa saja yang melawan mereka yang telah mengadakan perjanjian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan telah diketahui bahwa pelindung kaum muslimin adalah satu kesatuan, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Darah kaum mukminin adalah satu, dan ada beberapa orang dari mereka yang melindungi keamanan mereka".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Ummu Hani' memberikan perlindungan pada seorang musyrikin pada tahun penaklukan (Fathu Makkah), maka Ali bin Abi Tahlib ingin membunuhnya, lalu Ummu Hani' pergi ke Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam dan memberitahukan tentang hal tersebut, maka Beliau shallallahu 'alaihi wa sallam berkata,"Kami memberikan perlindungan terhadap siapa saja yang kau memberikan perlindungan padanya, wahai Ummu Hani'" (Riwayat Al Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya disini adalah bahwa seseorang yang masuk ke suatu daerah (muslim) dengan berdasarkan pada perjanjian untuk mendapatkan jaminan keamanannya, atau seseorang yang telah diberikan janji oleh seseorang yang memegang kekuasaan berdasarkan pada adanya maslahah yang dia (pemegang kuasa) lihat dari orang itu, maka tidak diperbolehkan untuk melanggar dan tidak boleh untuk mengganggu hidup dan hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan setelah menjelaskan tentang hal ini dengan sejelas-jelasnya, maka apa yang terjadi yaitu peristiwa pemboman (bom bunuh diri) di kota Riyadh adalah sesuatu yang dilarang, yang dinul Islam tidak menyetujui hal tersebut, dan hal ini adalah haram berdasarkan pada beberapa hal :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kegiatan ini merupakan pelanggaran terhadap sucinya wilayah muslimin dan hal ini dapat menakut-nakuti siapa saja yang dilindungi dan keamanan didalamnya&lt;br /&gt;2. Kegiatan ini mengandung sifat membunuh orang-orang yang hidup, yang syari'ah Islam melindunginya&lt;br /&gt;3. Kegiatan ini mengakibatkan kerusakan di bumi&lt;br /&gt;4. Kegiatan ini mengandung unsur perusakan harta benda dan apa-apa yang dimiliki, sementara hal itu dilindungi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Hai'ah Kibarul Ulama menjelaskan hal ini dalam rangka memberi peringatan kepada kaum muslimin supaya tidak melakukan penghancuran terhadap hal-hal yang dilarang untuk dihancurkan, dan dalam rangka memberi peringatan kepada kaum muslimin dari usaha-usaha syaithan, yang dia tidak akan pernah berhenti untuk mengganggu hamba Allah sampai dia masuk kepada hal-hal yang merusak, dengan melalui cara-cara yang ekstrim, melampaui batas dalam beramgama, atau tidak senang pada agama, dan menentang aturan agama dan sebaik-baik untuk meminta perindungan adalah Allah. Dan Syaithan tidak akan memperdulikan pada cara apapun selama dia dia (syaithan) dapat menang terhadap hamba Allah, sebab dengan jalan-jalan itu, yaitu ekstrem dan tidak senang pada agama adalah merupakan jalannya syaithan yang dapat membuat seseorang jatuh ke dalam murka dan hukuman dari Ar Rahman (Allah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan apa-apa yang telah dilakukan oleh mereka yang melakukan perbuatan (bom bunuh diri) ini, adalah merupakan usaha membunuh diri-diri mereka sendiri dengan meledakkan diri mereka sendiri, yang perbuatannya itu akan menyebabkan dia secara umum masuk pada sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wa salllam, "Barangsiapa membunuh dirinya sendiri di dunia dengan cara apapun, maka Allah akan menghukum dia dengan hal yang sama (yang dia lakukan yang menyebabkan dia terbunuh) di hari kiamat" (Diriwayatkan oleh Abu 'Awanah dalam Mustakhraj-nya, dari Tsabit bin Ad Dhahak radhiyallahu 'anhu)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda,"Dia yang melakukan bunuh diri dengan menikam dirinya dengan besi (pedang) yang ada ditangannya, maka dia akan ditikam dengan pedang dengan pedang itu pada tubuhnya di neraka, dan dia tetap didalamnya (di neraka) selamanya. Dan barangsiapa yang mengambil racun dan membunuh diri dengannya, maka dia akan meminum racun itu di neraka, dan dia tetap berada didalamnya (di neraka) selamanya. Dan barangsiapa melemparkan dirinya dari atas gunung dan membunuh dirinya dengannya, maka dia akan jatuh di dalam neraka, dan dia tetap didalamnya (di neraka) selamanya" (Riwayat Al Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketahuilah, bahwa musuh-musuhmu, dari setiap sisi, telah membentuk umat Islam demi kekuasaan mereka. Mereka bergembira dengan semua cara-cara yang dapat membenarkannya pada kekuasaan mereka, di atas umat Islam. Padahal hal itu untuk membenarkan mereka dalam menghina umat Islam, dan mengambil keuntungan dari sumber penghasilan dan kekayaan umat Islam. Maka barangsiapa mendukung mereka dalam mencapai tujuannya itu, dan membukakan untuk mereka jalan kepada kaum muslimin dan wilayahnya, maka dia telah mendukungnya dalam rangka membawa kesusahan di atas kaum muslimin dan dalam rangka menguasai wilayahnya. Ini merupakan perbuatan kesewenang-wenangan yang amat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka wajib untuk mendasarkan diri pada ilmu yang didasari oleh Al Qur'an dan As Sunnah dengan mengikuti pemahaman Salaful Ummah, yang hal ini dapat ditemukan di sekolah-sekolah, univeristas-universitas, masjid-masjid dan media informasi lainnya. Seperti juga wajib untuk mendasarkan diri pada 'amar ma'ruf nahi munkar dan saling memberikan nasehat satu sama lain di atas al haq. Hal ini sangat diperlukan, bahkan sangat diperlukan, dan mendakwahkan hal ini pada saat ini lebih diperlukan daripada pada waktu-waktu yang telah lampau. Dan sudah seharusnya para pemuda-pemuda Islam untuk selalu mendasarkan pada pendapat-pendapat yang baik yang berasal dari ulama mereka dan mengambilnya dari mereka, maka mereka akan tahu siapa musuh agama mereka sebenarnya, yang mereka-mereka (musuh agama) itu berusaha keras dalam mencaci maki para pemuda dan Ulama serta penguasa. Sebab dengan hal itu mereka ingin agar kekuatan para pemuda itu lemah dan akhirnya mereka dapat mengambil kendali pada diri-diri para pemuda dengan sangat muda. Oleh karena itu, wajib untuk berhati-hati dari hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah melindungi setiap orang dari usaha-usaha musuh, dan supaya kaum muslimin takut pada Allah baik secara lahir dan batin, dan selalu beramal shalih, serta benar-benar bertaubat dari segala dosa. Tak ada malapetaka yang akan turun kecuali karena dosa, dan tak ada malapetaka akan dimunculkan kecuali dengan bertaubat. Kami meminta kepada Allah untuk mengembalikan keadaan kaum muslimin, dan menjauhkan wilayah kaum muslimin dari setiap kejahatan dan hal-hal yang tidak disukai. Sholawat dan salam atas Nabi Muhammad, keluarganya dan para shahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hai'ah Kibarul Ulama (Majelis Ulama Senior)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diketuai oleh ‘Abdul-Azeez bin Abdullaah bin Muhammad Aal ash-Shaykh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggota :&lt;br /&gt;Salih bin Muhammad al-Lahaidaan&lt;br /&gt;Abdullah bin Sulaiman al-Muni’&lt;br /&gt;Abdullah bin Abdurahman al-Ghudayan&lt;br /&gt;Dr. Salih bin Saalih al-Fauzaan&lt;br /&gt;Hasan bin Ja’far al-’Atami&lt;br /&gt;Muhammad bin Abdullah as-Subayyil&lt;br /&gt;Dr. Abdullah bin Muhammad bin Ibrahim Alus-Syaikh&lt;br /&gt;Muhammad bin Sulaiman al-Badr&lt;br /&gt;Dr. Abdullah bin Muhsin al-Turki&lt;br /&gt;Muhammad bin Zaid as-Sulaiman&lt;br /&gt;Dr. Bakr bin Abdullaah Abu Zaid (tidak hadir karena sakit)&lt;br /&gt;Dr. Abdul-Wahhab bin Ibrahim as-Sulaiman (tidak hadir)&lt;br /&gt;Dr. Salih bin Abdullah al-Humaid&lt;br /&gt;Dr. Ahmad bin Sair al-Mubaraki&lt;br /&gt;Dr. Abdullaah bin ‘Ali ar-Rukban&lt;br /&gt;Dr. Abdullaah bin Muhammad al-Mutlaq&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diterjemahkan dalam bahasa Inggris oleh Abul-'Abbaas dan Abu 'Iyaad (UK), &lt;br /&gt;URL asal http://www.fatwa-online.com/news/0030518.htm. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-7677326189743084105?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/7677326189743084105/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/fatwa-para-ulama-tentang-bom-bunuh-diri.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/7677326189743084105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/7677326189743084105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/fatwa-para-ulama-tentang-bom-bunuh-diri.html' title='Fatwa Para Ulama Tentang Bom Bunuh Diri'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-4891519122740656989</id><published>2009-06-10T19:36:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T02:10:11.873-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum islam'/><title type='text'>Hukum Memakai Susuk pada Tubuh</title><content type='html'>Penulis: Al-Ustadz Abdul Qadir Abu Fa’izah &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanya : Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi, ana mau nanya.. mudah-mudahan dijawab langsung oleh ustadz karena ini sangat penting bagi ana atau mungkin ada orang lain yang senasib. Tahun 1997 ana merantau ke jakarta, disana ana terjebak syirik yakni dengan memasang susuk pada tubuh. setelah itu pada saat tidur ana sering merasa diganggun oleh makhluk halus (mimpi buruk dan menyeramkan), malas beribadah dsb..Yang ana tanyakan:&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;1. Mungkinkah dosa ana diampuni, bagaimana cara ana bertobat?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Bila ana meninggal dunia sementara susuk yang ana pasang masih ada (berpengaruh), apakah kematian ana kafir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Bolehkan ana minta tolong orang untuk ruqyah, atau mungkinkah susuk itu bisa hilang sendiri?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sudah beberapa bulan ini ana mengikuti kajian salaf/salafy, apakah ana terkategori sebagai orang munafik bila saat ini kadang kadang masih menggunakan pakaian isbal terutama bila di masyarakat umum. Soalnya ana takut di kira orang alim bila berpakaian diatas mata kaki sementara ana masih sangat awam. Ana sangat membutuhkan jawabannya. ana ingin meninggal dunia sebagai muslim. Jazakummullah Khairon wa barrokallahu fiik &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab : Wa’alaykumussalam warohmatullah wabarokatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. InsyaAllah dosa antum akan diampuni, jika antum jujur dalam bertaubat, meninggalkan dosa, dan tidak mengulanginya. JIka antum mengulangi dosa syirik itu, dan antum meninggal diatasnya maka dosa antum tidak akan diampuni dan kelak akan dimasukkan dalam neraka. Allah Ta’aala berfirman :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa selain (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barang siapa mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (An Nisaa: 48)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Adapun masalah susuk, maka antum berusaha menghilangkannya dengan cara meruqyah diri sendiri dengan membaca ayat-ayat Al-Quran, dan dzikir-dzikir pagi dan sore yang ada dalam hadits yang shahih. Jika susuk itu tidak bisa hilang, sedangkan antum sudah bertaubat dan menyesali perbuatan tersebut, lalu antum meninggal, maka antum&lt;br /&gt;insyaAllah akan meninggal diatas tauhid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tidak usah meminta ruqyah kepada orang lain, dan cukup meruqyah diri sendiri dan dengan izin Allah dan usaha dari antum niscaya susuk itu akan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Pakailah pakaian yang sunnah yaitu pakaian yang tidak melewati mata kaki, sekalipun orang-orang sekitar kita menganggap kita aneh, karena itulah sunnatullah bagi para penegak sunnah; mereka akan dicemooh, dianggap asing, dijauhi. Namun bersabarlah diatas sunnah, niscaya Anda termasuk dalam sabda Nabi Shalallaahu ‘alaihi wasallam : “Islam ini awal kali munculnya dalam keadaan asing, dan akan kembali asing sebagaimana awal munculnya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing.” (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain disebutkan bahwa mereka adalah orang-orang yang sholeh (baik) ketika manusia rusak. Maksudnya, mereka (orang-orangasing karena melaksanakan sunnah) tetap dalam keadaan baik aqidahnya,&lt;br /&gt;ibadahnya, dan akhlaknya bagus di tengah manusia yang rusak akidahnya, Ibadahnya, dan akhlaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi seseorang yang menapaki manhaj salaf di akhir zaman ini, harus bersabar ditengah manusia-manusia rusak yang menganggap para penegak sunnah sebagai orang yang asing, dan musuhnya. Inilah yang dikabarkan&lt;br /&gt;oleh Nabi Shalallaahu ‘alaihi wasallam :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya di belakang kalian ada hari-hari di mana orang yang sabar ketika itu seperti memegang bara api. Mereka yang mengamalkan sunnah pada hari itu akan mendapatkan pahala lima puluh kali dari kalian yang mengamalkan amalan tersebut. Para Shahabat bertanya:&lt;br /&gt;“Mendapatkan pahala lima puluh kali dari kita atau dari mereka?”&lt;br /&gt;Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam menjawab: “Bahkan lima puluh kali pahala dari kalian”.(HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Hakim. Dan dishahihkan oleh Imam Hakim dan disepakati oleh Dzahabi; lihat Dlaruratul Ihtimam, Syaikh Abdus Salam bin Barjas, hal.49)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dibawah naungan cahaya hadits ini, kita mendapatkan petunjuk dan bimbingan bahwa orang-orang asing yang melaksanakan sunnah akan menghadapi kondisi yang susah antara mengikuti sunnah ataukah meninggalkan sunnah. Disinilah seorang membutuhkan kesabaran agar dia tetap berada dalam sunnah. InsyaAllahu Ta’aala, kesabaran inilah yang akan mengumpulkan kita bersama Nabi Shallallaahu ‘alaihi wasallam di akhirat kelak. Allahumma Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijawab oleh Al-Ustadz Abdul Qadir Abu Fa’izah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-4891519122740656989?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/4891519122740656989/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/hukum-memakai-susuk-pada-tubuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4891519122740656989'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4891519122740656989'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/hukum-memakai-susuk-pada-tubuh.html' title='Hukum Memakai Susuk pada Tubuh'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-6356447549508503497</id><published>2009-06-10T19:08:00.000-07:00</published><updated>2009-06-24T18:43:59.312-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Dajjal'/><title type='text'>Adakah Dajjal...?</title><content type='html'>Keberadaan Dajjal merupakan salah satu topik yang menarik dan layak kaji. Pasalnya, masalah yang satu ini sering menjadi ‘isu kondisional’ sejak dahulu kala. Simpang siur pendapat pun sering kali bergulir di tengah umat, tentunya dengan berbagai macam persepsi dan landasan berpikir yang berbeda. Tak ayal, kontroversi ini menjadikan bingung banyak orang yang notabene awam.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;Sebelum menelusuri kontroversi sikap seputar Dajjal, tentunya amat penting untuk didudukkan terlebih dahulu hakikat Dajjal yang sedang dipermasalahkan ini. Karena hukum terhadap sesuatu, merupakan cabang dari penggambarannya. Bagaimana mungkin seseorang bisa menghukumi bahwa Dajjal itu ada atau tidak, sementara belum jelas baginya hakikat Dajjal yang sedang dipermasalahkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakikat Dajjal yang Dipermasalahkan&lt;br /&gt;Dajjal yang sedang dipermasalahkan keberadaannya itu adalah seseorang dari bangsa manusia yang Allah Subhanahu wa Ta’ala munculkan di akhir zaman (dengan segala kekuasaan dan hikmah-Nya), sebagai fitnah (ujian) besar bagi umat manusia di muka bumi ini1, dan sebagai salah satu pertanda kuat semakin dekatnya hari kiamat2. Bentuk fisik Dajjal adalah: matanya buta sebelah (yang dengannya disebut Al-Masih), pada dahinya tertulis huruf (ك ف ر) yang berarti kafir di mana tulisan itu bisa dibaca oleh siapa saja yang di hatinya ada keimanan3, berambut sangat keriting4, bertubuh besar, dan sudah ada saat ini di sebuah pulau yang ada di tengah lautan (arahnya sebelah timur kota Madinah), dalam keadaan dibelenggu dengan belenggu besi yang amat kuat5.&lt;br /&gt;Ketika muncul, dia mengaku sebagai Allah Subhanahu wa Ta’ala (padahal sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak buta sebelah seperti dia) dan menyeru umat manusia untuk menyembah dirinya. Allah Subhanahu wa Ta’ala kuasakan bagi Dajjal untuk membawa sesuatu seperti Jannah (surga) dan Naar (neraka). Jannah Dajjal hakikatnya adalah Naar Allah, dan Naar Dajjal hakikatnya adalah Jannah Allah6.&lt;br /&gt;Tempat kemunculannya kelak dari sebuah jalan yang terletak antara negeri Syam dan Irak. Dia pun akan tinggal di muka bumi ini selama 40 hari; hari pertama lamanya satu tahun, hari kedua lamanya satu bulan, hari ketiga lamanya satu pekan, hari keempat dan seterusnya lamanya seperti hari-hari biasa (24 jam). Allah Subhanahu wa Ta’ala kuasakan pula baginya kemampuan untuk mengelilingi dunia dengan sekejap seiring dengan berhembusnya arah angin (kecuali kota Makkah dan Madinah, tak mampu dimasukinya karena dijaga oleh para malaikat Allah Subhanahu wa Ta’ala). Sebagaimana pula Allah Subhanahu wa Ta’ala kuasakan baginya hal-hal aneh lainnya yang tak dimampui oleh manusia biasa.&lt;br /&gt;Kemudian terjadilah pertempuran yang dahsyat antara Dajjal berikut pengikutnya melawan pasukan Islam yang dipimpin oleh Al-Imam Mahdi yang diperkuat oleh Nabi ‘Isa ‘alaihissalam yang Allah Subhanahu wa Ta’ala turunkan dari langit. Akhirnya Dajjal tewas dibunuh oleh Nabi ‘Isa ‘alaihissalam di daerah Bab Ludd, Palestina7. Demikianlah hakikat Dajjal yang dipersoalkan eksistensinya itu. Untuk mengetahui lebih rinci tentang Dajjal dan hakikatnya, silakan membaca rubrik Kajian Utama pada edisi ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rambu-rambu Penting dalam Perselisihan dan Perbedaan Pendapat&lt;br /&gt;Para pembaca yang mulia, dalam Al-Qur`anul Karim, Allah Subhanahu wa Ta’ala Yang Maha Rahman telah memberikan bimbingan-Nya sekaligus solusi bagi segala perselisihan, perbedaan pendapat, dan kontroversi yang mengitari kehidupan para hamba-Nya. Termasuk perkara Dajjal yang tengah dipermasalahkan ini. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوْهُ إِلَى اللهِ وَالرَّسُوْلِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُوْنَ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيْلاً&lt;/strong&gt;“Dan jika kalian berselisih dalam suatu perkara, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama dan lebih baik akibatnya.” (An-Nisa`: 59)&lt;br /&gt;Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata: “(Kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya), maksudnya: kembalikanlah keputusan permasalahan tersebut kepada Kitabullah (Al-Qur`an) dan kepada Rasul-Nya dengan bertanya kepada beliau semasa hidupnya atau dengan merujuk kepada Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam sepeninggal beliau. Demikianlah keterangan dari Mujahid, Al-A’masy, dan Qatadah rahimahumullah, dan memang benar apa yang mereka katakan itu. Barangsiapa tidak sepakat dengan (apa yang Allah Subhanahu wa Ta’ala bimbingkan, pen.) ini, maka telah cacat keimanannya karena Allah Subhanahu wa Ta’ala telah nyatakan dalam ayat tersebut; (jika kalian beriman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan hari akhir).” (Tafsir Al-Qurthubi juz 5, hal. 261)&lt;br /&gt;Kembali (merujuk) kepada Al-Qur`an dan Sunnah Rasul-Nya dalam setiap permasalahan yang diperselisihkan amat besar hikmahnya. Sebagaimana yang dikatakan Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah ketika menafsirkan surat Ali ‘Imran ayat 103: “Allah mewajibkan kepada kita agar berpegang teguh dengan Kitab-Nya (Al-Qur`an) dan Sunnah Nabi-Nya, serta merujuk kepada keduanya di saat terjadi perselisihan. Ia (juga) memerintahkan kepada kita agar bersatu di atas Al-Qur`an dan As-Sunnah secara keyakinan dan amalan. Itulah sebab keselarasan kata dan bersatunya apa yang tercerai-berai, yang dengannya akan teraih maslahat dunia dan agama serta selamat dari perselisihan…” (Tafsir Al-Qurthubi juz 4, hal. 105)&lt;br /&gt;Lain halnya dengan akal (semata) yang di-Tuhan-kan oleh sebagian orang serta lebih diutamakan daripada Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (syariat)8. Padahal fenomena akal ini amat memilukan. Tak sedikit dari para pemujanya yang menyesal dan bingung akibat jalan yang ditempuhnya itu.&lt;br /&gt;Abu Abdillah Ar-Razi, tokoh Mu’tazilah yang telah menyelami lautan akal tersebut pernah mengatakan:&lt;br /&gt;“Kesudahan mengedepankan akal adalah belenggu.9&lt;br /&gt;Dan kebanyakan upaya (hasil pemikiran) para intelektual itu adalah kesesatan&lt;br /&gt;Ruh-ruh kami terasa amat liar di dalam tubuh-tubuh kami&lt;br /&gt;Dan hasil dari kehidupan dunia kami adalah gangguan dan siksaan (batin)&lt;br /&gt;Tidaklah didapat dari penelitian yang kami lakukan sepanjang masa&lt;br /&gt;melainkan kumpulan pernyataan-pernyataan (yang tak menentu)&lt;br /&gt;Aku (Ar-Razi) telah memerhatikan dengan saksama berbagai seluk-beluk ilmu kalam dan metodologi filsafat. Maka kulihat semua itu tidaklah dapat menyembuhkan orang yang sakit serta tidak pula memuaskan orang yang dahaga. Dan (ternyata) metode yang paling tepat adalah metode Al-Qur`an.” (Lihat Dar`u Ta’arudhil ‘Aqli wan Naqli, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah, juz 1, hal. 160)&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata: “Engkau akan mendapati kebanyakan para pakar di bidang ilmu kalam, filsafat, dan bahkan tasawuf yang tidak mengindahkan apa yang dibawa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, adalah orang-orang yang bingung. Sebagaimana yang dikatakan Asy-Syahrastani rahimahullah:&lt;br /&gt;‘Sungguh aku telah keliling ke ma’had- ma’had (filsafat) tersebut&lt;br /&gt;dan seluruh pandanganku tertuju kepada mercusuar-mercusuarnya&lt;br /&gt;Namun, tak kulihat padanya kecuali orang yang bingung sambil bertopang dagu&lt;br /&gt;dan orang yang menyesal sambil menggemertakkan giginya’.” (Dar`u Ta’arudhil Aqli Wan Naqli, juz 1, hal. 159)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kontroversi Seputar Dajjal&lt;br /&gt;Secara garis besar, ada tiga pendapat dalam permasalahan ini:&lt;br /&gt;Pertama: Dajjal dengan gambaran di atas tidak ada sama sekali. Ini merupakan pendapat kelompok Khawarij, Jahmiyyah, dan sebagian Mu’tazilah. (Lihat Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Hajjaj, karya Al-Imam An-Nawawi rahimahullah juz. 18, hal. 263)&lt;br /&gt;Dalilnya:&lt;br /&gt;1. Masalah Dajjal tidak disebutkan dalam Al-Qur`an. Kalaulah Dajjal tersebut benar adanya niscaya akan disebutkan dalam Al-Qur`an.&lt;br /&gt;2. Hadits-hadits seputar Dajjal bertentangan dengan akal. Mana mungkin ada manusia (yang bukan nabi) mempunyai kemampuan seperti itu?! Lebih-lebih lagi hari pertama, kedua, dan ketiganya tidak 24 jam. Belum pernah ada kejadian seperti itu sepanjang sejarah umat manusia.&lt;br /&gt;3. Ketetapan adanya Dajjal akan mengundang orang untuk mengaku-ngaku sebagai Dajjal. Tentunya yang demikian ini termasuk membuka pintu kejelekan bagi umat.&lt;br /&gt;Kedua: Dajjal dengan gambaran di atas benar adanya. Hanya saja semua yang dipertontonkan Dajjal di hadapan umat manusia tidak ada hakikatnya, layaknya sulap. Ini merupakan pendapat Ibnu Hazm, Ath-Thahawi, Abu ‘Ali Al-Jubba’i, dan sebagian Jahmiyyah. (Lihat At-Tadzkirah, karya Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah hal. 552 dan An-Nihayah Fil Fitan wal Malahim, karya Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah juz 1, hal 164/dinukil dari Majalah At-Tau’iyah Al-Islamiyyah no. 223, tahun ke-25/1420 H hal. 95-96)&lt;br /&gt;Dalilnya: Jika semua yang ditampilkan Dajjal itu ada hakikatnya, niscaya akan menjadi rancu antara pendusta dan yang jujur. Demikian pula antara seorang nabi dengan yang mengaku nabi. (Lihat At-Tadzkirah, hal. 552)&lt;br /&gt;Ketiga: Dajjal dengan gambaran di atas benar adanya, dan segala apa yang ditampilkannya di hadapan umat manusia adalah nyata bukan khayal ataupun sulap. Ini merupakan pendapat Ahlus Sunnah wal Jamaah, seluruh ahli hadits dan ahli fiqh. (Lihat Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Hajjaj, juz 18, hal. 263) &lt;br /&gt;Dalilnya:&lt;br /&gt;1. Al-Qur`anul karim, yaitu firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:&lt;br /&gt;يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا &lt;br /&gt;“Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Rabbmu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya.” (Al-An’am: 158)10&lt;br /&gt;2. Hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang amat banyak jumlahnya, hingga mencapai derajat mutawatir.&lt;br /&gt; Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah berkata {ketika membantah para pengingkar (adanya) Dajjal}: “Dengan pendapat tersebut akhirnya mereka keluar dari apa yang dinyatakan para ulama. Hal itu disebabkan penolakan mereka terhadap hadits-hadits shahih yang dinukil secara mutawatir dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Lihat Iqamatul Burhan, karya Asy-Syaikh Hamud bin Abdillah At-Tuwaijiri rahimahullah/Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyyah no.13, tahun 1405 H, hal. 103)&lt;br /&gt; Asy-Syaikh Hamud bin Abdillah At-Tuwaijiri rahimahullah berkata: “Telah mutawatir hadits-hadits seputar Dajjal dari jalan (sanad) yang berbeda-beda, sebagaimana yang telah saya sebutkan dalam kitab Ithaful Jama’ah. Jika saja tidak ada hadits-hadits tersebut kecuali hadits yang memerintahkan untuk berlindung kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari fitnah Dajjal pada (penutupan) setiap shalat, yang demikian itu sudah cukup sebagai bukti akan adanya Dajjal dan bantahan bagi yang mengingkarinya.” (Iqamatul Burhan/ Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyyah no. 13, tahun 1405 H, hal. 103)&lt;br /&gt;3. Keberadaan Dajjal merupakan hal yang disepakati Ahlus Sunnah wal Jamaah dari kalangan ahli hadits dan ahli fiqih. Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata: “Pasal: Iman akan adanya Dajjal dan (berita, pen.) kemunculannya adalah benar. Ini merupakan pendapat Ahlus Sunnah wal Jamaah, seluruh ahli hadits dan ahli fiqih.” (At-Tadzkirah, hal. 552)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diskusi Pendapat&lt;br /&gt;1. Pendapat pertama&lt;br /&gt; Pendapat ini bersumber dari Khawarij, Jahmiyyah, dan sebagian Mu’tazilah yang notabene ahlul bid’ah wal furqah. Sementara setiap muslim diperintah untuk mengikuti jejak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya, serta menjauhi bid’ah dan para pengusungnya.&lt;br /&gt; Pernyataan mereka bahwa masalah Dajjal tidak disebutkan dalam Al-Qur`an, tidak bisa dibenarkan sebagaimana keterangan Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berikut ini:&lt;br /&gt;a) Bahwasanya Dajjal (secara tersirat, pen.) masuk dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;يَوْمَ يَأْتِي بَعْضُ آيَاتِ رَبِّكَ لاَ يَنْفَعُ نَفْسًا إِيْمَانُهَا &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Rabb-mu tidaklah bermanfaat lagi iman seseorang bagi dirinya.” (Al-An’am: 158)&lt;br /&gt;Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi rahimahullah dan dishahihkannya dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu secara marfu’ (disandarkan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam):&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;ثَلَاثَةٌ إِذَا خَرَجْنَ لَمْ يَنْفَعْ نَفْسًا إِيْمَانُهَا لَمْ تَكُنْ آمَنَتْ مِنْ قَبْلُ: الدَّجَّالُ وَالدَّابَّةُ وَطُلُوْعُ الشَّمْسِ مِنْ مَغْرِبِهَا&lt;/strong&gt;“Tiga hal apabila telah muncul (terjadi) maka tiada bermanfaat lagi sebuah keimanan bagi seorang jiwa yang belum beriman (sebelumnya): Dajjal, daabbah, dan terbitnya matahari dari arah barat.” (Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ no. 3023)&lt;br /&gt;b) Telah ada sinyal dalam Al-Qur`an tentang turunnya Nabi ‘Isa ‘alaihissalam (di akhir zaman, pen.) sebagaimana dalam firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلاَّ لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُوْنُ عَلَيْهِمْ شَهِيْدًا&lt;/strong&gt;“Tiada seorang pun dari ahli kitab, kecuali akan beriman kepadanya (‘Isa) sebelum kematiannya (di akhir zaman, pen.). Dan di hari Kiamat nanti ‘Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” (An-Nisa`: 159)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلاَ تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُوْنِ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيْمٌ &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya ‘Isa itu benar-benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat. Karena itu janganlah kamu ragu-ragu tentang hari kiamat itu dan ikutilah Aku, inilah jalan yang lurus.” (Az-Zukhruf: 61)&lt;br /&gt;Sebagaimana pula telah sah (dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen.) bahwa Nabi ‘Isa ‘alaihissalam lah yang membunuh Dajjal, sehingga cukuplah disebutkan salah satunya (Nabi ‘Isa ‘alaihissalam, pen.) untuk menunjukkan keberadaan yang lainnya (Dajjal, pen.). Demikian pula karena keduanya dijuluki Al-Masih (sehingga cukup disebutkan salah satunya saja, pen.), hanya saja Dajjal Al-Masih yang sesat sedangkan Nabi ‘Isa Al-Masih yang membawa petunjuk.&lt;br /&gt;c) Disebutkan dalam Tafsir Al-Baghawi, bahwa penyebutan Dajjal ada dalam Al-Qur`an, sebagaimana dalam firman-Nya:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;لَخَلْقُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ أَكْبَرُ مِنْ خَلْقِ النَّاسِ وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لاَ يَعْلَمُوْنَ&lt;/strong&gt;“Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (Al-Mu`min: 57)&lt;br /&gt;Yang dimaksud manusia di sini adalah Dajjal, disebutkan secara umum (manusia, pen.) sedangkan yang dituju adalah khusus (Dajjal, pen.). Bila hal ini benar, maka ia merupakan jawaban yang paling tepat dalam permasalahan ini, dan sebagai penyebutan global bagi apa yang dirinci Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam (perihal Dajjal tersebut, pen.). Wal ‘ilmu ‘indallahi ta’ala.” (Fathul Bari juz 13, hal. 98)&lt;br /&gt; Pernyataan mereka bahwa hadits-hadits seputar Dajjal bertentangan dengan akal, maka akal siapakah yang dijadikan pijakan?! Padahal akal manusia itu berbeda-beda baik latar belakang maupun kemampuan nalarnya. Lebih dari itu, akal manusia amat terbatas kemampuannya, sehingga ia tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk menetapkan atau menolak suatu berita yang sah dalam agama ini.&lt;br /&gt;Al-Imam Asy-Syathibi rahimahullah berkata: “Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan batasan kemampuan akal yang tak bisa dilampaui, dan Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak memberikan kemampuan bagi akal untuk mengetahui segala sesuatu yang diinginkan.” (Al-I’tisham juz 2, hal. 318)&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin rahimahullah berkata: “Berbagai macam berita yang diriwayatkan secara shahih dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka benar keberadaannya dan wajib dipercayai, baik dapat dirasakan oleh panca indera kita maupun yang bersifat ghaib, baik yang dapat dijangkau oleh akal kita maupun tidak.” (Syarh Lum’atul I’tiqad, hal. 101)&lt;br /&gt;Asy-Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah berkata: “Hakikat iman adalah keyakinan yang sempurna terhadap segala yang diberitakan para rasul, yang mencakup ketundukan anggota tubuh kepadanya. Iman yang dimaksud di sini bukanlah yang berkaitan dengan perkara yang bisa dijangkau panca indera, karena dalam perkara yang seperti ini tidak berbeda antara muslim dengan kafir. Akan tetapi permasalahannya berkaitan dengan perkara ghaib yang tidak bisa kita lihat dan saksikan (saat ini). Kita mengimaninya, karena (adanya) berita yang datang dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Inilah keimanan yang membedakan antara muslim dengan kafir, yang mengandung kemurnian iman kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya. Maka, seorang mukmin (wajib) mengimani semua yang diberitakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya baik yang dapat disaksikan oleh panca inderanya maupun yang tidak. Baik yang dapat dijangkau oleh akal dan nalarnya, maupun yang tidak dapat dijangkaunya. Hal ini berbeda dengan kaum zanadiqah (yang menampakkan keislaman dan menyembunyikan kekafiran, -pen.) serta para pengingkar perkara ghaib (yang telah diberitakan Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya). Dikarenakan akalnya yang bodoh lagi dangkal serta jangkauan ilmunya yang pendek, akhirnya mereka dustakan segala apa yang tidak diketahuinya. Maka rusaklah akal-akal (pemikiran) mereka itu, dan bersihlah akal-akal (pemikiran) kaum mukminin yang selalu berpegang dengan petunjuk Allah Subhanahu wa Ta’ala.” (Taisir Al-Karimirrahman hal. 23)&lt;br /&gt;Berikutnya, Allah Maha Kuasa lagi Maha segala-galanya untuk memunculkan manusia (selain nabi) yang mempunyai kemampuan semacam itu. Sebagaimana pula Dia Maha Mampu untuk menjadikan hari-hari Dajjal seperti yang diberitakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt; Pernyataan mereka bahwa ketetapan adanya Dajjal akan mengundang orang untuk mengaku sebagai Dajjal sehingga ditiadakan saja, maka tidak bisa dibenarkan, karena berita yang sah dari Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya tidaklah boleh ditolak dengan kemungkinan-kemungkinan semacam ini. Bahkan semua itu wajib diimani dan diterima dengan lapang dada, walaupun ada orang yang terfitnah dengan apa yang dipropagandakannya. (Lihat Iqamatul Burhan/ Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyyah no.13, tahun 1405 H, hal. 112)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pendapat kedua&lt;br /&gt;Pendapat kedua adalah pendapat yang lemah berdasarkan uraian berikut ini:&lt;br /&gt; Semua yang diberitakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seputar Dajjal dan segala kemampuannya (dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala) bukanlah khayal ataupun sulap. Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah berkata: “Pernyataan mereka bahwa apa yang ditampilkan oleh Dajjal itu hanyalah sulap dan khayal merupakan pernyataan yang lemah dan tidak bisa diterima. Karena semua yang diberitakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam seputar Dajjal dan segala kemampuannya merupakan sesuatu yang nyata (bisa terjadi) dan akal/nalar pun bisa menerimanya. Sehingga wajib difahami sesuai dengan hakikat/zhahirnya (yang diberitakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam).” (At-Tadzkirah, hal. 553)&lt;br /&gt; Pernyataan mereka: “Jika semua yang ditampilkan Dajjal di hadapan umat manusia itu ada hakikatnya, niscaya akan menjadi rancu antara pendusta dan yang jujur, dan tidak ada bedanya antara seorang nabi dengan yang mengaku nabi,” tidaklah bisa dibenarkan.&lt;br /&gt;Al-Qadhi ‘Iyadh rahimahullah berkata: “(Asumsi) yang demikian merupakan suatu kesalahan dari mereka. Karena Dajjal dengan segala kemampuannya (dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala) tidaklah mengaku sebagai nabi, akan tetapi justru mengaku sebagai Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berhak diibadahi. Padahal realita keadaannya, baik dari segi sepak terjangnya, adanya ciri makhluk pada dirinya, kondisinya yang cacat fisik, tidak mampu mengubah matanya yang buta sebelah menjadi normal, dan tidak mampu pula menghilangkan tanda kafir yang ada pada dahinya, merupakan bukti kuat bahwa dia pendusta.” (Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim bin Hajjaj, juz 18, hal. 243)&lt;br /&gt;Jawaban senada juga disampaikan Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah, sebagaimana dalam kitabnya At-Tadzkirah (hal. 552).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Pendapat ketiga:&lt;br /&gt; Adapun pendapat ketiga, maka dasarnya cukup kuat. Di samping dari Al-Qur`an sebagaimana yang diulas oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah di atas, hadits-hadits mutawatir sebagaimana yang dinyatakan Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah dan Asy-Syaikh Hamud At-Tuwaijiri rahimahullah, serta kesepakatan Ahlus Sunnah dari kalangan ahli hadits dan ahli fiqih sebagaimana yang dijelaskan Al-Imam Al-Qurthubi rahimahullah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Manakah yang Kuat (Rajih)?&lt;br /&gt;Maka pendapat yang kuat dalam permasalahan ini tentunya pendapat ketiga yang menyatakan bahwa Dajjal benar adanya, dan segala apa yang ditampilkannya di hadapan umat manusia adalah nyata, bukan khayal ataupun sulap. Dasar tarjihnya sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Pendapat ini didasari dalil-dalil yang kuat baik dari Al-Qur`an, hadits mutawatir, dan juga kesepakatan Ahlus Sunnah wal Jamaah. Sementara pendapat pertama dan kedua tidak demikian adanya.&lt;br /&gt;2. Segala berita yang sah (bersumber) dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam wajib diterima dan diyakini kebenarannya. Apalagi bila berita tersebut diriwayatkan secara mutawatir yang merupakan tingkatan tertinggi dari suatu hadits. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُوْلُ فَخُذُوْهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا وَاتَّقُوا اللهَ إِنَّ اللهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ&lt;/strong&gt;“Apa yang diberitakan Rasul kepada kalian maka terimalah dia, dan apa yang dilarangnya maka tinggalkanlah; dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah sangat keras hukuman-Nya.” (Al-Hasyr: 7)&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُوْلَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيْلِ الْمُؤْمِنِيْنَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيْرًا&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;“Dan barangsiapa menentang Rasul setelah jelas baginya kebenaran, dan mengikuti selain jalannya orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa bergelimang dalam kesesatan dan Kami masukkan ia ke dalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruk tempat kembali.” (An-Nisa`: 115)&lt;br /&gt;Hal itu karena segala apa yang datang dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah wahyu yang turun dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى. إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْيٌ يُوْحَى&lt;/strong&gt;“Dan tiadalah yang diucapkannya itu menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).” (An-Najm: 3-4)&lt;br /&gt;3. Tidak adanya dalil dari Al-Qur`an, hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, ijma’ ataupun perkataan sahabat yang mengingkari adanya Dajjal, bahkan semuanya menunjukkan bahwa Dajjal itu ada.&lt;br /&gt;4. Ingkar terhadap keberadaan Dajjal merupakan pendapat ahlul bid’ah wal furqah dari kalangan Khawarij, Jahmiyyah, dan sebagian Mu’tazilah. Dilihat dari narasumbernya saja (yakni ahlul bid’ah wal furqah) sudah tidak layak, apalagi nyata-nyata bertentangan dengan hadits mutawatir dan kesepakatan ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah dari kalangan ahli fiqih dan ahli hadits.&lt;br /&gt;5. Keimanan akan adanya Dajjal termasuk masalah aqidah (prinsip), sehingga disebutkan oleh para ulama dalam kitab-kitab aqidah mereka. Di antaranya:&lt;br /&gt; Al-Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah berkata: “(Di antara prinsip Ahlus Sunnah, pen.) beriman akan kemunculan Al-Masih Dajjal (di akhir zaman, pen.) yang pada dahinya tertulis huruf yang bermakna kafir, beriman dengan hadits-hadits seputar Dajjal dan mengimani keberadaannya, serta beriman bahwa Nabi ‘Isa ‘alaihissalam akan turun (ke muka bumi) dan membunuh Dajjal di Bab Ludd.” (Ushul As-Sunnah, hal. 33-34)&lt;br /&gt; Al-Imam Al-Barbahari rahimahullah berkata: “Mengimani (berita) kemunculan Al-Masih Dajjal (di akhir zaman, pen.) dan turunnya Nabi ‘Isa bin Maryam ‘alaihissalam (ke muka bumi) lalu membunuh Dajjal.” (Syarhus Sunnah hal. 75)&lt;br /&gt; Al-Imam Ath-Thahawi Al-Hanafi rahimahullah berkata: “Kami beriman akan adanya tanda-tanda hari kiamat seperti munculnya Dajjal dan turunnya Nabi ‘Isa ‘alaihissalam dari langit.” (Lihat Syarh Al-’Aqidah Ath-Thahawiyyah, karya Al-Imam Ibnu Abil ‘Izz rahimahullah hal. 754)&lt;br /&gt; Al-Imam Abu Muhammad ibnul Husain, yang lebih dikenal dengan sebutannya Ibnul Haddad Asy-Syafi’i rahimahullah berkata: “Bahwa tanda-tanda yang akan muncul menjelang hari kiamat seperti munculnya Dajjal, turunnya Nabi Isa ‘alaihissalam, asap tebal, daabbah, terbitnya matahari dari arah barat, dan lain sebagainya dari tanda-tanda yang terdapat dalam hadits-hadits shahih adalah benar.” (‘Aqidah Ibnil Haddad, dinukil dari Iqamatul Burhan/Majalah Al-Buhuts Al-Islamiyyah no. 13, tahun 1405 H, hal. 109)&lt;br /&gt; Al-Imam Ibnu Qudamah Al-Maqdisi Al-Hanbali rahimahullah berkata: “Wajib (bagi setiap muslim, -pen.) untuk beriman kepada semua yang diberitakan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan apa yang dinukil secara shahih dari beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam, baik perkara tersebut dapat dilihat mata maupun yang bersifat ghaib. Kami meyakini bahwa semua itu benar dan dapat dipercaya… (hingga perkataan beliau)... di antaranya adalah yang berkaitan dengan tanda-tanda hari kiamat, seperti munculnya Dajjal, turunnya Nabi ‘Isa ‘alaihissalam dan akhirnya membunuh Dajjal, munculnya Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari arah barat, keluarnya daabbah, dan lain sebagainya yang telah shahih penukilannya (dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, pen.).” (Lum’atul I’tiqad, lihat syarah Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin, hal. 101)&lt;br /&gt;Akhir kata, semoga sajian seputar Dajjal dan keberadaannya ini dapat difahami sebaik-baiknya, khususnya poin diskusi pendapat dan tarjihnya. Dengan suatu harapan yang mulia, agar kita semua berpegang teguh dengan Al-Qur`an dan Sunnah Rasul-Nya serta keterangan para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah dalam permasalahan ini, sehingga mempunyai satu kesimpulan yang sama; bahwa keberadaan Dajjal (di akhir zaman) benar adanya, dan segala apa yang ditampilkannya di hadapan umat manusia adalah nyata bukan khayal ataupun sulap.&lt;br /&gt;Wallahu a’lam bish-shawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1 Sebagaimana riwayat Muslim dari hadits ‘Imran bin Hushain radhiyallahu ‘anhu no. 2946.&lt;br /&gt;2 Sebagaimana riwayat Muslim dari hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu no. 2947.&lt;br /&gt;3 Sebagaimana riwayat Muslim dari hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu no. 2933 dan Hudzaifah no. 2934.&lt;br /&gt;4 Sebagaimana riwayat Muslim dari hadits An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu no. 2137.&lt;br /&gt;5 Sebagaimana riwayat Muslim dari hadits Tamim Ad-Dari radhiyallahu ‘anhu no. 2942.&lt;br /&gt;6 Sebagaimana riwayat Muslim dari hadits Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu no. 2938, Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu no. 2933, dan Hudzaifah radhiyallahu ‘anhu no. 2934.&lt;br /&gt;7 Sebagaimana riwayat Muslim dari hadits An-Nawwas bin Sam’an radhiyallahu ‘anhu no. 2137.&lt;br /&gt;8 Ini merupakan prinsip yang batil. Karena, kalaulah akal itu lebih utama dari syariat niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala akan perintahkan kita untuk merujuknya ketika terjadi perselisihan. Namun kenyataannya Allah Subhanahu wa Ta’ala justru memerintahkan kita untuk merujuk kepada Al-Qur`an dan As-Sunnah, sebagaimana yang terdapat dalam Surat An-Nisa` ayat 59 di atas. Jika akal itu lebih utama dari syariat niscaya Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan mengutus para rasul pada tiap-tiap umat dalam rangka membimbing mereka menuju jalan yang benar sebagaimana yang terdapat dalam surat An-Nahl ayat 36. Kalaulah akal itu lebih utama dari syariat, lantas akal siapakah yang dijadikan sebagai tolok ukur?! Dan banyak hujjah-hujjah lain yang menunjukkan batilnya kaidah ini. Untuk lebih rincinya lihat kitab Dar`u Ta’arudhil ‘Aqli wan Naqli, karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah dan kitab Ash-Shawa’iq Al-Mursalah ‘Alal Jahmiyyatil Mu’aththilah, karya Al-Imam Ibnul Qayyim rahimahullah.&lt;br /&gt;9 Yakni tidak menemukan solusi dari masalah yang dibahasnya.&lt;br /&gt;10 Lihat keterangan Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah tentang ayat ini pada sub judul Diskusi Pendapat (pendapat pertama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penulis: Al-Ustadz Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc. &lt;br /&gt;Sumber : http://www.asysyariah.com&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-6356447549508503497?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/6356447549508503497/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/adakah-dajjal.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/6356447549508503497'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/6356447549508503497'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/adakah-dajjal.html' title='Adakah Dajjal...?'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-5109881162208929288</id><published>2009-06-01T20:25:00.000-07:00</published><updated>2009-08-01T21:50:49.703-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN</title><content type='html'>Ramadhan adalah bulan kebaikan dan barokah, Allah memberkahinya dengan banyak keutamaan sebagaimana dalam penjelasan berikut ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Bulan Al-Qur'an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah menurunkan kitab-Nya yang mulia sebagai petunjuk bagi manusia, obat bagi kaum mukminin, membimbing kepada yang lebih lurus, menjelaskan jalan petunjuk. (Al-Qur'an) diturunkan pada malam Lailatul Qadar, suatu malam di bulan Ramadhan. Allah berfirman.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur'an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya, dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur" [Al-Baqarah : 185]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah saudaraku -mudah-mudahan Allah meberkatimu- sesungguhnya sifat bulan Ramadhan adalah sebagai bulan yang diturunkan padanya Al-Qur'an, dan kalimat sesudahnya dengan huruf (fa) yang menyatakan illat dan sebab : "Barangsiapa yang melihatnya hendaklah berpuasa" Memberikan isyarat illat (penjelas sebab) yakni sebab dipilihnya Ramadhan adalah karena bulan tersebut adalah bulan yang diturunkan padanya Al-Qur'an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Dibelengunya Syaithan, Ditutupnya Pintu-Pintu Neraka dan Dibukanya Pintu-Pintu Surga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan ini kejelekan menjadi sedikit, karena dibelenggu dan diikatnya jin-jin jahat dengan salasil (rantai), belenggu dan ashfad. Mereka tidak bisa bebas merusak manusia sebagaimana bebasnya di bulan yang lain, karena kaum muslimin sibuk dengan puasa hingga hancurlah syahwat, dan juga karena bacaan Al-Qur'an serta seluruh ibadah yang mengatur dan mebersihkan jiwa. Allah berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa" [Al-Baqarah : 183]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dari itu ditutupnya pintu-pintu jahannam dan dibukanya pintu-pintu surga, (disebabkan) karena (pada bulan itu) amal-amal shaleh banyak dilakukan dan ucapan-ucapan yang baik berlimpah ruah (yakni ucapan-ucapan yang mengandung kebaikan banyak dilafadzkan oleh kaum mukminin-ed).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Jika datang bulan Ramadhan, maka dibukalah pintu-pintu surga [dalam riwayat Muslim : 'Dibukalah pintu-pintu rahmat"] dan ditutup pintu-pintu neraka dan dibelenggu syetan" [Hadits Riwayat Bukhari 4/97 dan Muslim 1079]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semuanya itu sempurna di awal bulan Ramadhan yang diberkahi, berdasarkan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Jika telah datang awal malam bulan Ramadhan, diikatlah para syetan dan jin-jin yang jahat, ditutup pintu-pintu neraka, tidak ada satu pintu-pintu yang dibuka dan dibukalah pintu-pintu surga, tidak ada satu pintu-pun yang tertutup, berseru seorang penyeru ; "Wahai orang yang ingin kebaikan lakukanlah, wahai orang yang ingin kejelekan kurangilah. Dan bagi Allah mempunyai orang-orang yang dibebaskan dari neraka, itu terjadi pada setiap malam" [Diriwayatkan oleh Tirmidzi 682 dan Ibnu Khuzaimah 3/188 dari jalan Abi Bakar bin Ayyasy dari Al-A'masy dari Abu Hurairah. Dan sanad hadits ini Hasan]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Malam Lailatul Qadar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Engkau telah mengetahui, wahai hamba yang mukmin bahwa Allah Jalla Jallaluhu memilih bulan Ramadhan karena diturunkan padanya Al-Qur'an, dan mungkin untuk mengetahui hal ini dibantu qiyas dengan berbagai cara, diantaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[a] Hari yang paling mulia di sisi Allah adalah pada bulan diturunkannya Al-Qur'an hingga harus dikhususkan dengan berbagai macam amalan. Hal ini akan dijelaskan secara terperinci dalam pembahasan malam Lailatul Qadar, Insya Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[b] Sesungguhnya jika satu nikmat dicapai oleh kaum muslimin, mengharuskan adanya tambahan amal sebagai wujud dari rasa syukur kepada Allah. Hal ini berdasarkan firman Allah setelah menceritakan sempurnanya nikmat bulan Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya, dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur" [Al-Baqarah : 185]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Tabaraka wa Ta'ala setelah selesai (menyebutkan) nikmat haji.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Apabila kamu telah menyelesaikan ibadah hajimu, maka berdzikirlah (dengan menyebut) Allah. Sebagaimana kamu menyebut-nyebut (membangga-banggakan) nenek moyangmu, atau (bahkan) berdzikir lebih banyak dari itu" [Al-Baqarah : 200]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly&lt;br /&gt;Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-5109881162208929288?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/5109881162208929288/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/keutamaan-bulan-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/5109881162208929288'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/5109881162208929288'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/06/keutamaan-bulan-ramadhan.html' title='KEUTAMAAN BULAN RAMADHAN'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-1483173573508392264</id><published>2009-05-31T21:29:00.000-07:00</published><updated>2009-07-07T02:10:11.873-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum islam'/><title type='text'>Adab Berjalan Ke Masjid Dan Bacaan Sewaktu Masuk Dan Keluarnya</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Pertama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dari Abu Qatadah, ia berkata : Tatkala kami sedang shalat bersama Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, tiba-tiba beliau mendengar suara berisik orang-orang (yang datang). Maka ketika Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah selesai shalat, ia bertanya : "Ada apa dengan kamu tadi (berisik) ?". Mereka menjawab : "Kami terburu-buru untuk turut (jama'ah)", Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata : "Janganlah kamu berbuat begitu !. Apabila kamu mendatangi shalat, hendaklah kamu berlaku tenang ! Apa yang kamu dapatkan (dari shalatnya Imam), maka shalatlah kamu (seperti itu) dan apa yang kamu ketinggalan, sempurnakanlah !" [Hadits Shahih Riwayat : Bukhari, Muslim dan Ahmad]&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hadits Kedua&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dari Abu Hurairah dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam beliau bersabda : "Apabila kamu mendengar qamat, maka pergilah kamu ke tempat shalat itu, dan kamu haruslah berlaku tenang dan bersikap sopan/terhormat, dan janganlah kamu tergesa-gesa, apa yang kamu dapatkan (dari shalatnya Imam), maka shalatlah kamu (seperti itu) dan apa yang kamu ketinggalan sempurnakanlah". [Hadits Riwayat : Bukhari, Muslim, Abu Dawud, Ibnu Majah, Nasa'i dan Ahmad]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua hadits ini mengandung beberapa hukum :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Kita diperintah berlaku tenang dan bersikap sopan/terhormat apabila mendatangi tempat shalat (masjid).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Kita dilarang tergesa-gesa/terburu-buru apabila mendatangi tempat shalat, seperti berlari-lari, meskipun qamat telah dikumandangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Kita dilarang berisik apabila sampai di tempat shalat, sedang shalat (jama'ah) telah didirikan. Ini dapat mengganggu orang-orang yang sedang shalat jama'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]. Imam masjid perlu menegur (memberikan pelajaran/nasehat) kepada para jama'ah (ma'mum) yang kelakuannya tidak sopan di masjid, seperti berisik, mengganggu orang shalat, melewati orang yang sedang shalat, shaf tidak beres, berdzikir dengan suara keras, yang dapat mengganggu orang yang sedang shalat atau belajar atau lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]. Apa yang kita dapatkan dari shalatnya Imam, maka hendaklah langsung kita shalat sebagaimana keadaan shalat imam waktu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6]. Setelah imam selesai memberi salam ke kanan dan ke kiri, barulah kita sempurnakan apa-apa yang ketinggalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara hikmahnya kita diperintahkan tenang dan sopan serta tidak boleh tergesa-gesa, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Karena sesungguhnya salah seorang diantara kamu, apabila menuju shalat, maka berarti dia sudah dianggap dalam shalat". [Hadits Shahih Riwayat : Muslim].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periksa : Shahih Muslim 2 : 99,100. Shahih Bukhari 1 : 156. Subulus Salam (Syarah Bulughul Maram) 2 : 33, 34. Nailul Authar (Terjemahan) 2 : 781. Koleksi Hadits Hukum, Ustadz Hasbi 4 : 27. Fiqih Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Ketiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;".Artinya : ....Kemudian muadzin adzan (Shubuh), lalu Nabi keluar ke (tempat) shalat (masjid), dan beliau mengucapkan : "ALLAHUMMAJ 'AL FI QALBY NUURAN dan seterusnya (yang artinya) : "(Ya Allah, jadikanlah di dalam hatiku cahaya, dan didalam ucapakanku cahaya, dan jadikanlah pada pendengaranku cahaya, dan jadikanlah pada penglihatanku cahaya, dan jadikanlah dari belakangku cahaya dan dari depanku cahaya, dan jadikanlah dari atasku cahaya, dan dari bawahku cahaya, ya Allah berikanlah kepadaku cahaya". [Hadits Riwayat : Muslim dan Abu Dawud]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterangan :&lt;br /&gt;[1]. Hadits ini diriwayatkan dari jalan Ibnu Abbas yang menerangkan tentang shalat Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam diwaktu malam (shalat lail). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Hadits ini menyatakan : Disukai kita mengucapkan do'a di atas di waktu pergi ke Masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periksa : Tuhfatudz Dzakirin halaman : 93, Imam Syaukani. Al-Adzkar halaman : 25, Imam Nawawi. Fat-hul Bari' 11 : 116, Ibnu Hajar. Aunul Ma'bud (Syarah Abu Dawud) 4 : 232. Syarah Shahih Muslim 5 : 51, Imam Nawawi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Keempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dari Abi Humaid atau dari Abi Usaid, ia berkata : Telah bersabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam : "Apabila salah seorang kamu masuk masjid, maka ucapkanlah : "ALLAHUMMAF TAHLII ABWAABA RAHMATIKA (Ya Allah, bukakanlah bagiku pintu-pintu rahmat-Mu)". Dan apabila keluar (dari masjid), maka ucapkanlah : "ALLAHUMMA INNI AS ALUKA MIN FADLIKA (Ya Allah, sesungguhnya aku minta kepada-Mu dari karunia-Mu) ".[Hadits Shahih Riwayat : Muslim, Ahmad dan Nasa'i].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menyatakan : Disunatkan kita mengucapkan do'a di atas apabila masuk ke masjid dan keluar dari masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periksa : Shahih Muslim 2 : 155. Sunan Nasa'i 2: 41. Fat-hur Rabbani 3 : 51,52 Nomor hadits 314. Al-Adzkar hal : 25.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits Kelima&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya :Dari Abdullah bin Amr bin Ash dari Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwasanya Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallm, apabila masuk masjid, beliau mengucapkan : "AUDZU BILLAHIL 'AZHIMI WABIWAJHIHIL KARIIMI WA SULTHANIHIL QADIIMI MINASY SYAITHANIR RAJIIM" (Aku berlindung kepada Allah yang Maha Agung dan dengan wajah-Nya yang Mulia serta kekuasaan-Nya yang tiada yang mendahuluinya, dari (gangguan) syaithan yang terkutuk)". Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata : Apabila ia mengucapkan demikian (do'a di atas), syaithanpun berkata : Dipeliharalah ia dari padaku sisa harinya" [Hadits Shaih Riwayat Abu Dawud]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini menyatakan : Disunatkan kita membaca do'a mohon perlindungan kepada Allah dari gangguan syaithan apabila memasuki masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Periksa : Sunan Abu Dawud Nomor hadits : 466, Aunul Ma'bud Nomor hadits : 462. Minhalul 'Adzbul Mauruud (Syarah Abu Dawud) 4 : 75, Tuhfatudz Dzakrin halman 94, Al-Kalimut Thayyib halaman 51,52, Ibnu Taimiyah. Al-Adzkar halman 26. Tafsir Ibnu Katsir 3 :294. [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Al-Masaa-il (Masalah-Masalah Agama)- Jilid ke satu, Penulis Al-Ustadz Abdul Hakim bin Amir Abdat, Terbitan Darul Qolam - Jakarta, Cetakan ke III Th 1423/2002M]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-1483173573508392264?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/1483173573508392264/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/05/adab-berjalan-ke-masjid-dan-bacaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/1483173573508392264'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/1483173573508392264'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/05/adab-berjalan-ke-masjid-dan-bacaan.html' title='Adab Berjalan Ke Masjid Dan Bacaan Sewaktu Masuk Dan Keluarnya'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-1855343023000256346</id><published>2009-05-31T21:13:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T17:18:45.502-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>SUNAH SUNNAH DALAM WUDHU</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Syaikh Khalid al Husainan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagian Pertama dari Dua Tulisan [1/2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[a].&lt;/strong&gt; Mengucapkan Bismillah[1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[b].&lt;/strong&gt; Membasuh Kedua Telapak Tangan Tiga Kali[2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[c].&lt;/strong&gt; Mendahulukan Berkumur-Kumur (Madhmadhoh) Dan Istinsyaq (Memasukkan Air Ke Dalam Hidung Lalu Menghirupnya Dengan Sekali Nafas Sampai Ke dalam Hidung Yang Paling Ujung) Sebelum Membasuh Muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[d].&lt;/strong&gt; Setelah Istinsyaq Lalu Istintsaar (Mengeluarkan /Menyemburkan Air Dari Hidung Sesudah Menghirupnya Dengan Telapak Tangan Kiri).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : ...Lalu Nabi membasuh kedua telapak tangan tiga kali kemudian berkumur-kumur dan istinsyaq, lalu istintsaar lalu membasuh muka tiga kali…"[Hadits Riwayat Al-Bukhari no. 159 dan Muslim no. 226]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[e]&lt;/strong&gt; Bersungguh-Sungguh Dalam Berkumur-Kumur Dan Istinsyaq Bagi Orang Yang Sedang Tidak Berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : …Bersungguh-sungguh dalam menghirup air ke hidung, kecuali kalau kamu sedang berpuasa”. [HR.Abu Dawud, no. 142; Tirmidzi, no.38; Nasaaiy, no. 114 dan Ibnu Majah, no. 407 &amp;amp; 448 dan selain mereka).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makna bersungguh-sungguh dalam berkumur-kumur adalah menggerakkan air di ke seluruh bagian mulutnya. Sedangkan makna bersungguh-sungguh dalam istinsyaq adalah menghirup air sampai ke bagian hidung yang terdalam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[f].&lt;/strong&gt; Menyatukan Antara Berkumur Dan Istinsyaq Dengan Sekali Cidukan Tangan Kanan, Tanpa Pemisahan Antara Keduanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[i].&lt;/strong&gt; Mengusap Kepala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mengusap kepala, memulai dari bagian depan kepala depan kemudian menggerakkan kedua tangannya hingga ke belakang (tengkuk) lalu mengembalikan ke tempat semula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hukum membasuh kepala adalah wajib yaitu berlaku keumuman pada setiap apa yang dibasuh dari kepala dalam berbagai kondisi. Berdasarkan hadits Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : …Kemudian Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam membasuh kepalanya lalu menjalankan kedua tangannya ke belakang dan mengembalikannya…[Hadits Riwayat Bukhary no. 185 dan Muslim no. 235. Pent]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[j].&lt;/strong&gt; Menyela-Nyela Jari-Jari Kedua Tangan Dan Kedua Kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Artinya : Sempurnakanlah wudhu’, selai-selailah jari-jemari…[HR.Abu Dawud, no. 142; Tirmidzi, no.38; Nasaaiy, no. 114 dan Ibnu Majah, no. 448. Pent]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[k].&lt;/strong&gt; At Tayaamun (Memulai Dari Sebelah Kanan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At- Tayaamun (dalam wudhu’) artinya memulai membasuh anggota wudhu’ yang sebelah kanan kemudian yang kiri dari kedua tangan maupun kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menyukai dalam mendahulukan yang kanan ketika memakai sandalnya, menyisir, bersuci dan dalam semua urusannya”. [Hadits Riwayat Bukhari no. 168 dan Muslim, no. 268 dan selain keduanya. Pent.]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[l].&lt;/strong&gt; Menambah Bilangan Basuhan Dari Sekali Menjadi Tiga Kali Basuhan. Tambahan Ini Berlaku Dalam Membasuh Muka, Kedua Tangan Dan Kedua Kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[m].&lt;/strong&gt; Mengucapkan Dua Kalimat Syahadat Setelah Selesai Dari Wudhu’ Dengan Ucapan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Asyhadu alla ilaaha illallaahu wahdahu la syariikalahu wa asyahadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuuluhu".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Aku bersaksi bahwa tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiada lain balasannya kecuali pasti dibukakan baginya pintu-pintu surga yang bejumlah delapan, lalu ia masuk dari pintu mana saja yang ia sukai' [Hadits Riwayat Muslim, no. 234; Abu Dawud, no. 169; Tirmidzi, no. 55 ; Nasaaiy, no. 148 dan Ibnu Majah, no. 470. Pent]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[n].&lt;/strong&gt; Wudhu’ Di Rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Barangsiapa yang berwudhu di rumahnya, kemudian berjalan ke masjid untuk melaksanakan kewajiban dari Allah dan langkah yang satu menghapuskan dosa dan langkah yang lain mengangkat derajat.” [Hadits Riwayat Muslim no. 666]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[o].&lt;/strong&gt; Ad-Dalk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu meletakkan tangan yang basah (yang akan dipakai untuk menggosok atau membasuh,-pent) pada anggota wudhu’ bersama air atau setelahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Aktsaru Min Alfi Sunnatin Fil Yaum Wal Lailah, edisi Indonesia Lebih Dari 1000 Amalan Sunnah Dalam Sehari Semalam, Penulis Khalid Al-Husainan, Penerjemah Zaki Rachmawan]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. "Artinya : Tidak (sempurna) wudhu' bagi siapa yang tidak menyebutkan nama Allah padanya" [Hadits Riwayat Ibnu Majah 399, At-Tirmidzi 25,26. Abu Dawud 101, dan selain mereka. Menurut Syaikh Al-Albani : "Hadits ini shahih" Lihat Shahiih Al-Jami'ish Shaghiir no. 7444.&lt;br /&gt;[2]. Hadits Riwayat Al-Bukhari -Fathul Baari 1/255 dan Muslim no. 226 -Syarh Muslim 3/100&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Khalid al Husainan&lt;br /&gt;Bagian Terakhir dari Dua Tulisan [2/2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[p].&lt;/strong&gt; Berhemat Dalam Menggunakan Air&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu’ dengan satu mud [1].[Muttafaqun’alaihi] [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[q].&lt;/strong&gt; Melewati Batasan Yang Diizinkan Dalam Membasuh Empat Anggota Wudhu’ (Kedua Tangan Dan Kedua Kaki)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berwudhu’, kemudian ia membasuh tangan hingga mengenai bagian lengan atasnya, kemudian membasuh kakinya sampai betis, kemduian ia berkata : “Demikian aku pernah melihat Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berwudhu’” [Hadits Riwayat Muslim no. 246]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[r].&lt;/strong&gt; Shalat Dua Raka’at Setelah Wudhu’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabda Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Artinya : Barangsiapa berwudhu’ seperti wudhu’ku ini, kemudian ia mengerjakan shalat dua raka’at yang ia tidak berkata-kata (yang jelek) kepada dirinya, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu”. [Hadits Riwayat Bukhary no.159; Muslim, No. 226 dan Nasaaiy, 84 dan 116].&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada riwayat Muslim ada tambahan pada hadits ‘Uqbah bin ‘Amr yaitu "melainkan pasti ia mendapatkan Surga”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;[s].&lt;/strong&gt; Menyempurnakan Wudhu’.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu memberikan kepada setiap anggota wudhu’ haqnya dalam membasuh yaitu sempurna dan menyeluruh pada setiap anggota wudhu’. Seorang muslim dalam kesehariannya berwudhu’ berkali-kali paling tidak lima kali dan muslim yang lain terkadang lebih dari lima kali ketika dia menghendaki untuk melakukan shalat-shalat sunnah seperti shalat dhuha atau shalat lail. Atas ukuran pengulangan seorang muslim dalam berwudhu’ dan mengikuti sunnah-sunnah tersebut maka akan mendapatkan pahala yang sangat yang banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faedah Mengikuti Sunnah-Sunnah Rasulullah Shallallahu A'alaihi wa Sallam Dalam Berwudhu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya hal tersebut tercantum pada sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Barangsiapa yang berwudhu’, lalu ia sempurnakan wudhu’nya, niscaya akan keluar dosa-dosanya dari tubuhnya, sampai keluar (dosa-dosa) dari bawah kuku-kuku jarinya.” [Hadits Riwayat. Muslim no. 245]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya :Barang siapa diantara kalian yang berwudhu’ kemudian membaguskan wudhu’nya lalu ia bangkit shalat dua raka’at yang ia hadapkan hati dan wajahnya (kepada Allah) maka pasti ia akan mendapat syurga dan diampuni dosa-dosanya” [Hadits Riwayat Muslim no. 234] [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkata Imam an-Nawawi rahimahullah "Sesungguhnya apa-apa yang ia dapatkan dari derajat (orang-orang yang suka berwudhu’) adalah ia mampu berjuang membela dirinya dari kejahatan-kejahatan syaitan dan meniadakannya, menjaga dirinya sampai tidak akan diganggu oleh syaitan walau hanya sekejap matapun. Dia selamat dari syaitan dengan usaha perjuangannya (untuk melakukan sunnah-sunnah wudhu) dan kelapangan bagi hatinya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari kitab Aktsaru Min Alfi Sunnatin Fil Yaum Wal Lailah, edisi Indonesia Lebih Dari 1000 Amalan Sunnah Dalam Sehari Semalam, Penulis Khalid Al-Husainan, Penerjemah Zaki Rachmawan]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Ukuran 1 1/3, dinamakan demikian karena air yang diambil sepenuh kedua telapak tangan manusia&lt;br /&gt;[2]. Hadits Riwayat Muslim no. 326, Ibnu Majah no. 267-268, At-Tirmidzi no. 56 dan 609 dan, An-Nasa'i no. 347&lt;br /&gt;[3]. Lafazh asli dari Muslim no. 234, adalah sebagai berikut. "Artinya : Setiap muslim yang berwudlu dengan sebaik-baiknya, kemudian ia bangkit melakukan shalat dua rakaat dengan sepenuh hati dan jiwanya, pasti ia akan masuk Surga"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-1855343023000256346?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/1855343023000256346/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/05/sunah-sunnah-dalam-wudhu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/1855343023000256346'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/1855343023000256346'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/05/sunah-sunnah-dalam-wudhu.html' title='SUNAH SUNNAH DALAM WUDHU'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-4564339535841923641</id><published>2009-05-31T20:32:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T17:18:45.502-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><title type='text'>BERDIRI UNTUK MENYAMBUT YANG DATANG</title><content type='html'>Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan.&lt;br /&gt;Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Ketika seseorang masuk, sementara kami sedang duduk di suatu majlis, para hadirin berdiri untuknya, tapi saya tidak ikut berdiri. Haruskah saya ikut berdiri, dan apakah orang-orang itu berdosa ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban&lt;br /&gt;Bukan suatu keharusan berdiri untuk orang yang datang, hanya saja ini merupakan kesempurnaan etika, yaitu berdiri untuk menjabatnya (menyalaminya) dan menuntunnya, lebih-lebih bila dilakukan oleh tuan rumah dan orang-orang tertentu. Yang demikian itu termasuk kesempurnaan etika. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah berdiri untuk menyambut Fathimah, Fathimah pun demikian untuk menyambut kedatangan beliau [1]. Para sahabat Radhiyallahu ‘anhum juga berdiri untuk menyambut Sa’ad bin Mu’adz atas perintah beliau, yaitu ketika Sa’ad tiba untuk menjadi pemimpin Bani Quraizah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thalhah bin Ubaidillah Radhiyallahu ‘anhu juga berdiri dan beranjak dari hadapan Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika Ka’ab bin Malik Radhiyallahu ‘anhu datang setelah Allah menerima taubatnya, hal itu dilakukan Thalhah untuk menyalaminya dan mengucapkan selamat kepadanya, kemudian duduk kembali [3]. (Peristiwa ini disaksikan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan beliau tidak mengingkarinya). Hal ini termasuk kesempurnaan etika. Permasalahannya cukup fleksible.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang mungkar adalah bediri untuk pengagungan. Namun bila sekedar berdiri untuk menyambut tamu dan menghormatinya, atau menyalaminya atau mengucapkan selamat kepadanya, maka hal ini disyari’atkan. Sedangkan berdirinya orang-orang yang sedang duduk untuk pengagungan, atau sekedar berdiri saat masuknya orang dimaksud, tanpa maksud menyambutnya atau menyalaminya, maka hal itu tidak layak dilakukan. Yang buruk dari itu adalah berdiri untuk menghormat, sementara yang dihormat itu duduk. Demikian ini bila dilakukan bukan dalam rangka menjaganya tapi dalam rangka mengagungkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bediri untuk seseorang ada tiga macam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama.&lt;br /&gt;Berdiri untuknya sebagai penghormatan, sementara yang dihormat itu dalam keadaan duduk, yaitu sebagaimana yang dilakukan oleh rakyat jelata terhadap para raja dan para pembesar mereka. Sebagaimana dijelaskan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahwa hal ini tidak boleh dilakukan, karena itu Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyuruh para sahabatnya untuk duduk ketika beliau shalat sambil duduk, beliau menyuruh mereka supaya duduk dan shalat bersama beliau sambil duduk{4]. Sesuai shalat beliau bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Artinya : Hampir saja tadi kalian melakukan seperti yang pernah dilakukan oleh bangsa Persia dan Romawi, mereka (biasa) berdiri untuk para raja mereka sementara para raja itu duduk” [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua.&lt;br /&gt;Berdiri untuk seseorang yang masuk atau keluar tanpa maksud menyambut/mengantarnya atau menyalaminya, tapi sekedar menghormati. Sikap seperti ini minimal makruh. Para sahabat Radhiyallahu ‘anhu tidak pernah berdiri untuk Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila beliau datang kepada mereka, demikian ini karena mereka tahu bahwa beliau tidak menyukai hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga.&lt;br /&gt;Berdiri untuk menyambut yang datang atau menuntunnya ke tempat atau mendudukannya di tempat duduknya dan sebagainya. Yang demikian ini tidak apa-apa, bahkan termasuk sunnah, sebagaimana yang telah dijelaskan di muka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Majmu’ Fatawa Ibn Baz, Juz 4, hal.396]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Disalin dari buku Al-Fatawa Asy-Syar’iyyah Fi Al-Masa’il Al-Ashriyyah Min Fatawa Ulama Al-Balad Al-Haram, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Terkini-3, Darul Haq]&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1].Hadits Riwayat Abu Daud dalam Al-Adab 5217, At-Tirmidzi dalam Al-Manaqib 3871&lt;br /&gt;[2]. Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Al-Jihad 3043, Muslim dalam Al-Jihad 1768&lt;br /&gt;[3]. Hadits Riwayat Al-Bukhari dalam Al-Maghazi 4418, Muslim dalam At-Taubah 2769&lt;br /&gt;[4].. Silakan lihat, di antaranya pada riwayat Al-Bukhari dalam Al-Adzan 689, Muslim dalam Ash-Shalah 411 dari hadits Anas&lt;br /&gt;[5]. Hadits Riwayat Muslim dalam Ash-Shalah 413 dari hadits Jabir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-4564339535841923641?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/4564339535841923641/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/05/berdiri-untuk-menyambut-yang-datang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4564339535841923641'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4564339535841923641'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/05/berdiri-untuk-menyambut-yang-datang.html' title='BERDIRI UNTUK MENYAMBUT YANG DATANG'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-4009709891089786119</id><published>2009-05-28T03:28:00.000-07:00</published><updated>2009-06-14T17:16:05.404-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Islamic link'/><title type='text'>Link Islami</title><content type='html'>&lt;strong&gt;LINK ILMIAH (BAHASA ARAB)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;ul type=”disc”&gt;&lt;br /&gt; &lt;div style=”font-family:tahoma;”&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alathar.net/” target=”_blank”&gt;Ahlul Hadits wal Atsar&lt;/a&gt; (http://www.alathar.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://almenhaj.net/” target=”_blank”&gt;Al-Menhaj&lt;/a&gt; (http://almenhaj.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://asaala.net/” target=”_blank”&gt;Majalah Al-Ashalah&lt;/a&gt; (http://asaala.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.almeshkat.net/books/” target=”_blank”&gt;Maktabah Misykatul Islamiyyah&lt;/a&gt; (http://www.almeshkat.net/books/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a&gt; &lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;href=”http://islamspirit.com/” target=”_blank”&gt;Maktabah Ruuhul Islam&lt;/a&gt; (http://islamspirit.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.sahab.org/” target=”_parent”&gt;Maktabah Sahab Salafiyyah&lt;/a&gt; (http://www.sahab.org/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://saaid.net/book/index.php” target=”_blank”&gt;Maktabah Shayidul Fawaid&lt;/a&gt; (http://saaid.net/book/index.php)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://albanicenter.net/” target=”_blank”&gt;Markaz Albani&lt;/a&gt; (http://albanicenter.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.salafiyat.com/” target=”_blank”&gt;Multaqo Salafiyyah&lt;/a&gt; (http://www.salafiyat.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.al-barq.net/” target=”_top”&gt;Muntadiyat al-Barq&lt;/a&gt; (http://www.al-barq.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;LINK ILMIAH (BAHASA INGGRIS) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;ul type=”disc”&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.islamlecture.com/” target=”_blank”&gt;Islamic Leture (Abdur Ra’uf Shakir&lt;/a&gt;) (http://www.islamlecture.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.ahlulhadeeth.net/php/” target=”_blank”&gt;Ahlul Hadeeth&lt;/a&gt; (http://www.ahlulhadeeth.net/php/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.albaseerah.org/” target=”_blank”&gt;Al Baseerah&lt;/a&gt; (http://www.albaseerah.org/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://al-ibaanah.com/” target=”_blank”&gt;Al Ibanah (Ismail al-Arcoon)&lt;/a&gt; (http://al-ibaanah.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.almuflihoon.com/” target=”_blank”&gt;Al-Muflihoon&lt;/a&gt; (http://www.almuflihoon.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.asaala.com/”&gt;Albani Center&lt;/a&gt; (http://www.asaala.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://calltoislam.com/” target=”_blank”&gt;Call to Islam (Abu Saifillah)&lt;/a&gt; (http://calltoislam.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.darulehsaan.com/” target=”_blank”&gt;Darul Ihsan&lt;/a&gt; (http://www.darulehsaan.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.dkh-islam.com/” target=”_blank”&gt;Darul Kitab wal Hikmah (Abu Khaliyl Jadd Sylvester)&lt;/a&gt; (http://www.dkh-islam.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://bilalphilips.com/” target=”_blank”&gt;DR. Bilal Philips&lt;/a&gt; (http://bilalphilips.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.understand-islam.net/” target=”_blank”&gt;Understand Islam (DR. Salih as-Saalih)&lt;/a&gt; (http://www.understand-islam.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.fatwa-online.com/” target=”_blank”&gt;Fatwa Online&lt;/a&gt; (http://www.fatwa-online.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.islamicknowledge.co.uk/” target=”_blank”&gt;Islamic Knowledge&lt;/a&gt; (http://www.islamicknowledge.co.uk/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://islamlife.com/religion2/” target=”_blank”&gt;Islam Life (Jalal Abu Alrub)&lt;/a&gt; (http://islamlife.com/religion2/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.madeenah.com/” target=”_blank”&gt;Madeenah&lt;/a&gt; (http://www.madeenah.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.examinethetruth.com/” target=”_blank”&gt;Nadir Ahmad&lt;/a&gt; (http://www.examinethetruth.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.ryadussalihin.org/en/” target=”_blank”&gt;Riyadhus Salihin&lt;/a&gt; (http://www.ryadussalihin.org/en/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://salafimanhaj.com/” target=”_blank”&gt;Salafi Manhaj&lt;/a&gt; (http://salafimanhaj.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://rasheedgonzales.wordpress.com/” target=”_blank”&gt;Rasheed Gonzales&lt;/a&gt; (http://rasheedgonzales.wordpress.com)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;/ul&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;LINK PARA ULAMA &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;ul type=”disc”&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.ibnbadawy.com/” target=”_blank”&gt;Abdul Azhim Badawi&lt;/a&gt; (http://www.ibnbadawy.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.sh-rajhi.com/rajhi/” target=”_blank”&gt;Abdul Aziz ar-Rajihi&lt;/a&gt; (http://www.sh-rajhi.com/rajhi/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://islamancient.com/” target=”_blank”&gt;Abdul Aziz ar-Rayyis&lt;/a&gt; (http://islamancient.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.ibnbaz.org.sa/” target=”_top”&gt;Abdul Aziz bin Bazz&lt;/a&gt; (http://www.ibnbaz.org.sa/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alburaie.com/new/index.php” target=”_blank”&gt;Abdul Aziz Bura’i&lt;/a&gt; (http://www.alburaie.com/new/index.php)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alabad.jeeran.com/” target=”_blank”&gt;Abdul Muhsin Abbad&lt;/a&gt; (http://www.alabad.jeeran.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.obaykan.com/” target=”_blank”&gt;Abdul Muhsin Ubaikan&lt;/a&gt; (http://www.obaykan.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alarnaut.com/” target=”_blank”&gt;Abdul Qadir al-Arnauth&lt;/a&gt; (http://www.alarnaut.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alfuzan.islamlight.net/” target=”_blank”&gt;Abdullah al-Fauzan&lt;/a&gt; (http://www.alfuzan.islamlight.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.ibn-jebreen.com/” target=”_blank”&gt;Abdullah Jibrin&lt;/a&gt; (http://www.ibn-jebreen.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.afifyy.com/” target=”_blank”&gt;Abdur Razaq Afifi&lt;/a&gt; (http://www.afifyy.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.burjes.com/” target=”_blank”&gt;Abdus Salam Barjas&lt;/a&gt; (http://www.burjes.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.ferkous.com/rep/index.php” target=”_blank”&gt;Abu Abdil Muiz Firkuz&lt;/a&gt; (http://www.ferkous.com/rep/index.php)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.abu-bkr.com/” target=”_blank”&gt;Abu Bakr al-Mishri&lt;/a&gt; (http://www.abu-bkr.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.abuislam.net/” target=”_blank”&gt;Abu Islam Shalih Thaha&lt;/a&gt; (http://www.abuislam.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://abumalik.net/” target=”_blank”&gt;Abu Malik al-Juhanni&lt;/a&gt; (http://abumalik.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.otiby.net/” target=”_blank”&gt;Abu Umar al-Utaibi&lt;/a&gt; (http://www.otiby.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://njza.net/web/” target=”_blank”&gt;Ahmad Yahya Najmi&lt;/a&gt; (http://njza.net/web/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alhalaby.com/” target=”_blank”&gt;Ali Hasan al-Halabi&lt;/a&gt; (http://www.alhalaby.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.albaidha.net/vb/” target=”_blank”&gt;Ali Ridha&lt;/a&gt; (http://www.albaidha.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.haddady.com/” target=”_blank”&gt;Ali Yahya al-Haddadi&lt;/a&gt; (http://www.haddady.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.dorar.net/” target=”_blank”&gt;Alwi as-Saqqof&lt;/a&gt; (http://www.dorar.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.ajurry.com/” target=”_blank”&gt;Imam al-Ajurri&lt;/a&gt; (http://www.ajurry.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.almosleh.com/index.shtml” target=”_blank”&gt;Kholid al-Mushlih&lt;/a&gt; (http://www.almosleh.com/index.shtml)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alifta.com/default.aspx” target=”_blank”&gt;Lajnah Daimah&lt;/a&gt; (http://www.alifta.com/default.aspx)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.m-ismail.com/” target=”_blank”&gt;M Ismail Muqoddam&lt;/a&gt; (http://www.m-ismail.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.sh-emam.com/” target=”_blank”&gt;M. Abdillah al-Imam&lt;/a&gt; (http://www.sh-emam.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.al-athary.net/” target=”_blank”&gt;M. al-Hamud an-Najdi&lt;/a&gt; (http://www.al-athary.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.aljami.net/” target=”_blank”&gt;M. Aman al-Jami&lt;/a&gt; (http://www.aljami.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://toislam.net/” target=”_blank”&gt;M. Ibrahim al-Hamd&lt;/a&gt; (http://toislam.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.magdiarafat.com/” target=”_blank”&gt;Majdi Arafat&lt;/a&gt; (http://www.magdiarafat.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.mashhoor.net/” target=”_blank”&gt;Masyhur Hasan Salman&lt;/a&gt; (http://www.mashhoor.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://maghrawi.net/” target=”_blank”&gt;Muhammad Al-Maghrawi&lt;/a&gt; (http://maghrawi.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.ibnothaimeen.com/” target=”_blank”&gt;Muhammad al-Utsaimin&lt;/a&gt; (http://www.ibnothaimeen.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.mohamedhassan.org/” target=”_blank”&gt;Muhammad Hassan&lt;/a&gt; (http://www.mohamedhassan.org/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.yaqob.com/site/docs/index.php”&gt;Muhammad Husain&lt;/a&gt; Ya’qub (http://www.yaqob.com/site/docs/index.php)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.m-alnaser.com/” target=”_blank”&gt;Muhammad Musa Nashr&lt;/a&gt; (http://www.m-alnaser.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.rslan.com/” target=”_blank”&gt;Muhammad Said Ruslan&lt;/a&gt; (http://www.rslan.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.muqbel.net/” target=”_blank”&gt;Muqbil bin Hadi&lt;/a&gt; (http://www.muqbel.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.aladawy.net/media/” target=”_blank”&gt;Musthofa al-Adawi&lt;/a&gt; (http://www.aladawy.net/media/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://albarrak.islamlight.net/” target=”_blank”&gt;Nashir al-Barrak&lt;/a&gt; (http://albarrak.islamlight.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alalbany.net/” target=”_blank”&gt;Nashirudin al-Albani&lt;/a&gt; (http://www.alalbany.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.rabee.net/” target=”_blank”&gt;Robi’ al-Madkholi&lt;/a&gt; (http://www.rabee.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.saad-alhusayen.com/” target=”_blank”&gt;Sa’ad al-Hushayin&lt;/a&gt; (http://www.saad-alhusayen.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.al-fath.net/” target=”_blank”&gt;Said Abdul Azhim&lt;/a&gt; (http://www.al-fath.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://salemalajmi.com/” target=”_blank”&gt;Salim al-Ajmi&lt;/a&gt; (http://salemalajmi.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alfawzan.ws/alfawzan/default.aspx” target=”_blank”&gt;Shalih al-Fauzan&lt;/a&gt; (http://www.alfawzan.ws/alfawzan/default.aspx)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alhilali.net/” target=”_blank”&gt;Taqiyudin al-Hilali&lt;/a&gt; (http://www.alhilali.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.olamayemen.com/html/” target=”_blank”&gt;Ulama Yaman&lt;/a&gt; (http://www.olamayemen.com/html/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.aqsasalafi.ps/” target=”_blank”&gt;Usamah ath-Thibi&lt;/a&gt; (http://www.aqsasalafi.ps/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.waheedbaly.com/” target=”_blank”&gt;Wahid Abd Salam Bali&lt;/a&gt; (http://www.waheedbaly.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.sh-yahia.net/” target=”_blank”&gt;Yahya al-Hajuri&lt;/a&gt; (http://www.sh-yahia.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;/ul&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nahhh... Kalo Kmu mau Copy-paste link di atas&lt;br /&gt;tinggal Copy code dbwah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;form name="copy"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;input onclick="javascript:this.form.txt.focus();this.form.txt.select();" type="button" value="Highlight All"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="center"&gt;&lt;textarea style="WIDTH: 300px; HEIGHT: 144px" name="txt" rows="100" wrap="VIRTUAL" cols="55"&gt;&lt;strong&gt;LINK ILMIAH (BAHASA ARAB)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;ul type=”disc”&gt;&lt;br /&gt; &lt;div style=”font-family:tahoma;”&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alathar.net/” target=”_blank”&gt;Ahlul Hadits wal Atsar&lt;/a&gt; (http://www.alathar.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://almenhaj.net/” target=”_blank”&gt;Al-Menhaj&lt;/a&gt; (http://almenhaj.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://asaala.net/” target=”_blank”&gt;Majalah Al-Ashalah&lt;/a&gt; (http://asaala.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.almeshkat.net/books/” target=”_blank”&gt;Maktabah Misykatul Islamiyyah&lt;/a&gt; (http://www.almeshkat.net/books/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a&gt; &lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;href=”http://islamspirit.com/” target=”_blank”&gt;Maktabah Ruuhul Islam&lt;/a&gt; (http://islamspirit.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.sahab.org/” target=”_parent”&gt;Maktabah Sahab Salafiyyah&lt;/a&gt; (http://www.sahab.org/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://saaid.net/book/index.php” target=”_blank”&gt;Maktabah Shayidul Fawaid&lt;/a&gt; (http://saaid.net/book/index.php)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://albanicenter.net/” target=”_blank”&gt;Markaz Albani&lt;/a&gt; (http://albanicenter.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.salafiyat.com/” target=”_blank”&gt;Multaqo Salafiyyah&lt;/a&gt; (http://www.salafiyat.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.al-barq.net/” target=”_top”&gt;Muntadiyat al-Barq&lt;/a&gt; (http://www.al-barq.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;/div&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;LINK ILMIAH (BAHASA INGGRIS) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;ul type=”disc”&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.islamlecture.com/” target=”_blank”&gt;Islamic Leture (Abdur Ra’uf Shakir&lt;/a&gt;) (http://www.islamlecture.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.ahlulhadeeth.net/php/” target=”_blank”&gt;Ahlul Hadeeth&lt;/a&gt; (http://www.ahlulhadeeth.net/php/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.albaseerah.org/” target=”_blank”&gt;Al Baseerah&lt;/a&gt; (http://www.albaseerah.org/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://al-ibaanah.com/” target=”_blank”&gt;Al Ibanah (Ismail al-Arcoon)&lt;/a&gt; (http://al-ibaanah.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.almuflihoon.com/” target=”_blank”&gt;Al-Muflihoon&lt;/a&gt; (http://www.almuflihoon.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.asaala.com/”&gt;Albani Center&lt;/a&gt; (http://www.asaala.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://calltoislam.com/” target=”_blank”&gt;Call to Islam (Abu Saifillah)&lt;/a&gt; (http://calltoislam.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.darulehsaan.com/” target=”_blank”&gt;Darul Ihsan&lt;/a&gt; (http://www.darulehsaan.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.dkh-islam.com/” target=”_blank”&gt;Darul Kitab wal Hikmah (Abu Khaliyl Jadd Sylvester)&lt;/a&gt; (http://www.dkh-islam.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://bilalphilips.com/” target=”_blank”&gt;DR. Bilal Philips&lt;/a&gt; (http://bilalphilips.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.understand-islam.net/” target=”_blank”&gt;Understand Islam (DR. Salih as-Saalih)&lt;/a&gt; (http://www.understand-islam.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.fatwa-online.com/” target=”_blank”&gt;Fatwa Online&lt;/a&gt; (http://www.fatwa-online.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.islamicknowledge.co.uk/” target=”_blank”&gt;Islamic Knowledge&lt;/a&gt; (http://www.islamicknowledge.co.uk/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://islamlife.com/religion2/” target=”_blank”&gt;Islam Life (Jalal Abu Alrub)&lt;/a&gt; (http://islamlife.com/religion2/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.madeenah.com/” target=”_blank”&gt;Madeenah&lt;/a&gt; (http://www.madeenah.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.examinethetruth.com/” target=”_blank”&gt;Nadir Ahmad&lt;/a&gt; (http://www.examinethetruth.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.ryadussalihin.org/en/” target=”_blank”&gt;Riyadhus Salihin&lt;/a&gt; (http://www.ryadussalihin.org/en/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://salafimanhaj.com/” target=”_blank”&gt;Salafi Manhaj&lt;/a&gt; (http://salafimanhaj.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://rasheedgonzales.wordpress.com/” target=”_blank”&gt;Rasheed Gonzales&lt;/a&gt; (http://rasheedgonzales.wordpress.com)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;/ul&gt;&lt;br /&gt; &lt;strong&gt;LINK PARA ULAMA &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt; &lt;ul type=”disc”&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.ibnbadawy.com/” target=”_blank”&gt;Abdul Azhim Badawi&lt;/a&gt; (http://www.ibnbadawy.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.sh-rajhi.com/rajhi/” target=”_blank”&gt;Abdul Aziz ar-Rajihi&lt;/a&gt; (http://www.sh-rajhi.com/rajhi/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://islamancient.com/” target=”_blank”&gt;Abdul Aziz ar-Rayyis&lt;/a&gt; (http://islamancient.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.ibnbaz.org.sa/” target=”_top”&gt;Abdul Aziz bin Bazz&lt;/a&gt; (http://www.ibnbaz.org.sa/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alburaie.com/new/index.php” target=”_blank”&gt;Abdul Aziz Bura’i&lt;/a&gt; (http://www.alburaie.com/new/index.php)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alabad.jeeran.com/” target=”_blank”&gt;Abdul Muhsin Abbad&lt;/a&gt; (http://www.alabad.jeeran.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.obaykan.com/” target=”_blank”&gt;Abdul Muhsin Ubaikan&lt;/a&gt; (http://www.obaykan.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alarnaut.com/” target=”_blank”&gt;Abdul Qadir al-Arnauth&lt;/a&gt; (http://www.alarnaut.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alfuzan.islamlight.net/” target=”_blank”&gt;Abdullah al-Fauzan&lt;/a&gt; (http://www.alfuzan.islamlight.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.ibn-jebreen.com/” target=”_blank”&gt;Abdullah Jibrin&lt;/a&gt; (http://www.ibn-jebreen.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.afifyy.com/” target=”_blank”&gt;Abdur Razaq Afifi&lt;/a&gt; (http://www.afifyy.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.burjes.com/” target=”_blank”&gt;Abdus Salam Barjas&lt;/a&gt; (http://www.burjes.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.ferkous.com/rep/index.php” target=”_blank”&gt;Abu Abdil Muiz Firkuz&lt;/a&gt; (http://www.ferkous.com/rep/index.php)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.abu-bkr.com/” target=”_blank”&gt;Abu Bakr al-Mishri&lt;/a&gt; (http://www.abu-bkr.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.abuislam.net/” target=”_blank”&gt;Abu Islam Shalih Thaha&lt;/a&gt; (http://www.abuislam.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://abumalik.net/” target=”_blank”&gt;Abu Malik al-Juhanni&lt;/a&gt; (http://abumalik.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.otiby.net/” target=”_blank”&gt;Abu Umar al-Utaibi&lt;/a&gt; (http://www.otiby.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://njza.net/web/” target=”_blank”&gt;Ahmad Yahya Najmi&lt;/a&gt; (http://njza.net/web/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alhalaby.com/” target=”_blank”&gt;Ali Hasan al-Halabi&lt;/a&gt; (http://www.alhalaby.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.albaidha.net/vb/” target=”_blank”&gt;Ali Ridha&lt;/a&gt; (http://www.albaidha.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.haddady.com/” target=”_blank”&gt;Ali Yahya al-Haddadi&lt;/a&gt; (http://www.haddady.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.dorar.net/” target=”_blank”&gt;Alwi as-Saqqof&lt;/a&gt; (http://www.dorar.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.ajurry.com/” target=”_blank”&gt;Imam al-Ajurri&lt;/a&gt; (http://www.ajurry.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.almosleh.com/index.shtml” target=”_blank”&gt;Kholid al-Mushlih&lt;/a&gt; (http://www.almosleh.com/index.shtml)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alifta.com/default.aspx” target=”_blank”&gt;Lajnah Daimah&lt;/a&gt; (http://www.alifta.com/default.aspx)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.m-ismail.com/” target=”_blank”&gt;M Ismail Muqoddam&lt;/a&gt; (http://www.m-ismail.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.sh-emam.com/” target=”_blank”&gt;M. Abdillah al-Imam&lt;/a&gt; (http://www.sh-emam.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.al-athary.net/” target=”_blank”&gt;M. al-Hamud an-Najdi&lt;/a&gt; (http://www.al-athary.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.aljami.net/” target=”_blank”&gt;M. Aman al-Jami&lt;/a&gt; (http://www.aljami.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://toislam.net/” target=”_blank”&gt;M. Ibrahim al-Hamd&lt;/a&gt; (http://toislam.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.magdiarafat.com/” target=”_blank”&gt;Majdi Arafat&lt;/a&gt; (http://www.magdiarafat.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.mashhoor.net/” target=”_blank”&gt;Masyhur Hasan Salman&lt;/a&gt; (http://www.mashhoor.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://maghrawi.net/” target=”_blank”&gt;Muhammad Al-Maghrawi&lt;/a&gt; (http://maghrawi.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.ibnothaimeen.com/” target=”_blank”&gt;Muhammad al-Utsaimin&lt;/a&gt; (http://www.ibnothaimeen.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.mohamedhassan.org/” target=”_blank”&gt;Muhammad Hassan&lt;/a&gt; (http://www.mohamedhassan.org/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.yaqob.com/site/docs/index.php”&gt;Muhammad Husain&lt;/a&gt; Ya’qub (http://www.yaqob.com/site/docs/index.php)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.m-alnaser.com/” target=”_blank”&gt;Muhammad Musa Nashr&lt;/a&gt; (http://www.m-alnaser.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.rslan.com/” target=”_blank”&gt;Muhammad Said Ruslan&lt;/a&gt; (http://www.rslan.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.muqbel.net/” target=”_blank”&gt;Muqbil bin Hadi&lt;/a&gt; (http://www.muqbel.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.aladawy.net/media/” target=”_blank”&gt;Musthofa al-Adawi&lt;/a&gt; (http://www.aladawy.net/media/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://albarrak.islamlight.net/” target=”_blank”&gt;Nashir al-Barrak&lt;/a&gt; (http://albarrak.islamlight.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alalbany.net/” target=”_blank”&gt;Nashirudin al-Albani&lt;/a&gt; (http://www.alalbany.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.rabee.net/” target=”_blank”&gt;Robi’ al-Madkholi&lt;/a&gt; (http://www.rabee.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.saad-alhusayen.com/” target=”_blank”&gt;Sa’ad al-Hushayin&lt;/a&gt; (http://www.saad-alhusayen.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.al-fath.net/” target=”_blank”&gt;Said Abdul Azhim&lt;/a&gt; (http://www.al-fath.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://salemalajmi.com/” target=”_blank”&gt;Salim al-Ajmi&lt;/a&gt; (http://salemalajmi.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alfawzan.ws/alfawzan/default.aspx” target=”_blank”&gt;Shalih al-Fauzan&lt;/a&gt; (http://www.alfawzan.ws/alfawzan/default.aspx)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.alhilali.net/” target=”_blank”&gt;Taqiyudin al-Hilali&lt;/a&gt; (http://www.alhilali.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.olamayemen.com/html/” target=”_blank”&gt;Ulama Yaman&lt;/a&gt; (http://www.olamayemen.com/html/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.aqsasalafi.ps/” target=”_blank”&gt;Usamah ath-Thibi&lt;/a&gt; (http://www.aqsasalafi.ps/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.waheedbaly.com/” target=”_blank”&gt;Wahid Abd Salam Bali&lt;/a&gt; (http://www.waheedbaly.com/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;li&gt;&lt;a href=”http://www.sh-yahia.net/” target=”_blank”&gt;Yahya al-Hajuri&lt;/a&gt; (http://www.sh-yahia.net/)&lt;/li&gt;&lt;br /&gt; &lt;/ul&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt; &lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;&lt;/form&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-4009709891089786119?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/4009709891089786119/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/05/link-islami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4009709891089786119'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4009709891089786119'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/05/link-islami.html' title='Link Islami'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-4812777649277168802</id><published>2009-05-27T22:32:00.000-07:00</published><updated>2009-05-27T22:33:11.412-07:00</updated><title type='text'>bismillah</title><content type='html'>bismilllahirrahmanirrahimmmmmmm&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-4812777649277168802?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/4812777649277168802/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/05/bismillah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4812777649277168802'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/4812777649277168802'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/05/bismillah.html' title='bismillah'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-3636378866107746399</id><published>2009-05-05T02:58:00.000-07:00</published><updated>2009-08-02T03:07:23.962-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Aqidah'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Hukum islam'/><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Etika Islam'/><title type='text'>PERKARA PERKARA YANG MERUSAK PUASA</title><content type='html'>Banyak perbuatan yang harus dijauhi oleh orang yang puasa, karena kalau perbuatan ini dilakukan pada siang hari bulan Ramadhan akan merusak puasanya dan akan berlipat dosanya. Perkara-perkara tersebut adalah.&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Makan dan Minum Dengan Sengaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Azza Sya'nuhu berfirman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dan benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam" [Al-Baqarah : 187]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Difahami bahwa puasa itu (mencegah) dari makan dan minum, jika makan dan minum berarti telah berbuka, kemudian dikhususkan kalau sengaja, karena jika orang yang puasa melakukannya karena lupa, salah atau dipaksa, maka tidak membatalkan puasanya. Masalah ini berdasarkan dalil-dalil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Jika lupa hingga makan dan minum, hendaklah menyempurnakan puasanya, karena sesungguhnya Allah yang memberinya makan dan minum" [Hadits Riwayat Bukhari 4/135 dan Muslim 1155]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Allah meletakkan (tidak menghukum) umatku karena salah atau lupa dan karena dipaksa" [1]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Muntah Dengan Sengaja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena barangsiapa yang muntah karena terpaksa tidak membatalkan puasanya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Barangsiapa yang terpaksa muntah, maka tidak wajib baginya untuk mengqadha' puasanya, dan barangsiapa muntah dengan sengaja, maka wajib baginya mengqadha' puasanya" [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Haidh dan Nifas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika seorang wanita haidh atau nifas, pada satu bagian siang, baik di awal ataupun di akhirnya, maka mereka harus berbuka dan mengqadha' kalau puasa tidak mencukupinya. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Bukankah jika haid dia tidak shalat dan puasa ? Kami katakan : "Ya", Beliau berkata : 'Itulah (bukti) kurang agamanya" [Hadits Riwayat Muslim 79, dan 80 dari Ibnu Umar dan Abu Hurairah]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Berdiam beberapa malam dan berbuka di bulan Ramadhan, ini adalah (bukti) kurang agamanya"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perintah mengqadha' puasa terdapat dalam riwayat Mu'adzah, dia berkata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Aku pernah bertanya kepada Aisyah : ' Mengapa orang haid mengqadha' puasa tetapi tidak mengqadha shalat?' Aisyah berkata : 'Apakah engkau wanita Haruri[3], Aku menjawab : 'Aku bukan Haruri, tapi hanya (sekedar) bertanya'. Aisyah berkata : 'Kamipun haidh ketika puasa, tetapi kami hanya diperintahkan untuk mengqadha puasa, tidak diperintahkan untuk mengqadha' shalat" [Hadits Riwayat Bukhari 4/429 dan Muslim 335]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]. Suntikan Yang Mengandung Makanan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yaitu menyalurkan zat makanan ke perut dengan maksud memberi makan bagi orang sakit. Suntikan seperti ini membatalkan puasa, karena memasukkan makanan kepada orang yang puasa [4] Adapun jika suntikan tersebut tidak sampai kepada perut tetapi hanya ke darah, maka itupun juga membatalkan puasa, karena cairan tersebut kedudukannya menggantikan kedudukan makanan dan minuman. Kebanyakan orang yang pingsan dalam jangka waktu yang lama diberikan makanan dengan cara seperti ini, seperti jauluz dan salayin, demikian pula yang dipakai oleh sebagian orang yang sakit asma, inipun membatalalkan puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]. Jima'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Syaukani berkata (Dararul Mudhiyah 2/22) : "Jima' dengan sengaja, tidak ada ikhtilaf (perbedaan pendapat) padanya bahwa hal tersebut membatalkan puasa, adapaun jika jima' tersebut terjadi karena lupa, maka sebagian ahli ilmu menganggapnya sama dengan orang yang makan dan minum dengan tidak sengaja"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnul Qayyim berkata (Zaadul Ma'ad 2/66) : "Al-Qur'an menunjukkan bahwa jima' membatalkan puasa seperti halnya makan dan minum, tidak ada perbedaan pendapat akan hal ini".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalilnya adalah firman Allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Artinya : Sekarang pergaulilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untuk kalian" [Al-Baqarah : 187]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diizinkannya bergaul (dengan istri) di malam hari, (maka bisa) difahami dari sini bahwa puasa itu dari makan, minum dan jima'. Barangsiapa yang merusak puasanya dengan jima' harus mengqadha' dan membayar kafarat, dalilnya adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu (dia berkata) :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pernah datang seseorang kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam kemudian ia berkata, 'Ya Rasulullah binasalah aku!' Rasulullah bertanya, 'Apa yang membuatmu binasa?' Orang itu menjawab, 'Aku menjimai istriku di bulan Ramadhan'. Rasulullah bersabda, 'Apakah kamu mampu memerdekakan seorang budak?' Orang itu menjawb, 'Tidak'. Rasulullah bersabda, 'Apakah engkau mampu memberi makan enam puluh orang miskin?' Orang itu menjawab, 'Tidak' Rasulullah bersabda, 'Duduklah'. Diapun duduk. Kemudian ada yang mengirim satu wadah korma kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. Rasulullah bersabda, 'Bersedekahlah', Orang itu berkata, 'Tidak ada di antara dua kampung ini keluarga yang lebih miskin dari kami'. Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam pun tertawa hingga terlihat gigi serinya, lalu beliau bersabda, 'Ambillah, berilah makan keluargamu" [5]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Salim bin 'Ied Al-Hilaaly&lt;br /&gt;Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid&lt;br /&gt;[Disalin dari Kitab Sifat Shaum Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam Fii Ramadhan, edisi Indonesia Sipat Puasa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaaly, Syaikh Ali Hasan Abdul Hamid, terbitan Pustaka Al-Haura, penerjemah Abdurrahman Mubarak Ata]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-3636378866107746399?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/3636378866107746399/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/05/perkara-perkara-yang-merusak-puasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/3636378866107746399'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/3636378866107746399'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2009/05/perkara-perkara-yang-merusak-puasa.html' title='PERKARA PERKARA YANG MERUSAK PUASA'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-7248846523925847480.post-1439151996501460998</id><published>2004-06-10T20:13:00.000-07:00</published><updated>2009-10-10T20:14:54.459-07:00</updated><title type='text'>Empat orang yang dirindukan syurga</title><content type='html'>Kita yakin… siapapun kita, pada strata sosial manapun kita, apapun prosfesi kita, dibumi manapun kita berpijak pasti mau menjadi orang yang dirindukan oleh syurganya Allah SWT. Tempat yang di idam-idamkan oleh seluruh makhluk Allah, tempat yang tidak terdengar di dalamnya perkataan yang tak berguna,sia- sia dan dusta, didalamnya ada mata air yang mengalir, takhta-takhta yang ditinggikan, gelas-gelas berisi minuman yang terletak dekat, bantal-bantal sandaran yang tersusun, permadani-permadani yang terhampar, kebun-kebun dan buah anggur, gadis-gadis remaja yang sebaya. Kebayang enggak indahnya syurga ?….&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW, mengatakan :" Syurga merindukan empat orang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, orang yang senantiasa membaca Al-Qur'an. Nampaknya wajar jikalau syurga merindukan ahli qur'an ini karena sejak didunia saja mereka sudah diservis oleh Allah dengan ketenangan bathin, kasih sayang-Nya, kecintaannya, kemuliaan dan selalu di ingat oleh-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, penjaga lidah. Memang lidah tak bertulang tapi ia lebih tajam dari sebilah pedang, dampaknya akan mengakibatkan peperangan antar suami isteri, antar kelompok, bahkan antar dua bangsa. Efek negatifnya akan membuat orang menjadi sengsara, akan melenyapkan pahala kebaikan yang kita buat seperti api memakan kayu bakar, akan membuat puasa jadi hampa dan sia-sia. Namun bila kita menjaganya, subhanallah… begitu banyak kenikmatan akan kita raih, dengan lisan kita berdakwah, dengan lisan kita bertilawah, dengan lisan kita berdo'a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, pemberi makan orang yang kelaparan. Sungguh, Allah Yang Maha berterimakasih (Syakuur) akan membalas sekecil apapun kebaikan kita kepada orang lain. Bila kita memberi minum kepada saudara kita yang kehausan maka Allah akan memberi kita minum pada hari kiamat nanti disaat orang-orang sedang dilanda dahaga, Bila kita memberi makan kepada saudara kita yang sedang kelaparan, niscaya Allah akan memberi kita makan di saat orang-orang kelaparan pada hari akhir nanti, Bila kita memberi pakaian kepada saudara kita didunia ini, niscaya Allah akan memberi kita pakaian yang indah disaat orang-orang telanjang pada hari perhitungan nanti, bila kita memudahkan urusan saudara kita yang sedang kesulitan dan dihimpit permasalahan, yakinlah bahwa Allah akan memudahkan urusan kita sejak didunia ini. Pertolongan Allah akan datang kepada seorang hamba manakala sang hamba menolong saudaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Orang-orang yang berpuasa di bulan ramadhan. Di bulan yang mulia yang penuh berkah, rahmat, ampunan ini Allah menjanjikan kepada kita akan pembebasan dari panasnya api neraka, pedihnya azab neraka dan kejamnya siksa neraka bila kita berpuasa, dan menghidupkan malamnya dengan shalat, qiro'at dan kholwat serta ibadah apapun dengan hanya mengharap ridho-Nya.&lt;br /&gt;Bila empat amal ini kita lakukan, nampaknya wajarlah bila syurga merindukan kehadiran kita…Amien&lt;br /&gt;Ustadz Ahmad Jameel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sahabat – sahabatku, pastinya kita mau donk jadi golongan orang – orang yang dirindukan syurga, nah insyaAllah sebentar lagi bulan Ramadhan yang penuh berkah dan ampunan akan segera tiba, maka marilah kita berlomba dan saling berkompetisi agar dapat menjadi golongan yang nomer empat seperti yang telah disebutkan diatas. Semoga Allah memanjangkan umur kita dan memberikan kita kesehatan agar kita siap menghadapi bulan Ramadhan dan dapat memaksimalkan ibadah kita dalam bulan Ramadhan nanti. Amin.&lt;br /&gt;&lt;span id="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.mylivesignature.com/" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://signatures.mylivesignature.com/54487/253/C1570004C2B91E727AD8A7CC2A409039.png" style="border: 0pt none  ! important; background: transparent none repeat scroll 0% 0%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/7248846523925847480-1439151996501460998?l=salafystudent.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salafystudent.blogspot.com/feeds/1439151996501460998/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2004/06/empat-orang-yang-dirindukan-syurga.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/1439151996501460998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/7248846523925847480/posts/default/1439151996501460998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salafystudent.blogspot.com/2004/06/empat-orang-yang-dirindukan-syurga.html' title='Empat orang yang dirindukan syurga'/><author><name>Muhammad Akhi</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02690470314627835071</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='27' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_FBA4YkAZM68/SlMclesJ_hI/AAAAAAAAAG8/pTzNfBx2HWw/S220/assalamualaikum-sinchan.png'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
